Followers

Tuesday, November 30, 2010

I Love You, Mom :)

"Mom, you are the one who brought me to planet Earth.
Thanks a lot" -Mr. Deeds (2002) (via : @BestFilmQuote



Aku tidak berkata tapi kau seolah mendengar.
Aku tidak memberitahu tapi kau tahu.
Aku tidak melakukan sesuatu agar kau tahu, tapi kau selalu tahu.

Aku tidak berani menelpomu ketika aku menangis, hanya tidak ingin kau tahu.
tapi kemudian kau tiba-tiba menelpon.
Aku tidak berucap aku rindu,
tapi kemudian kau menyuruhku pulang.
Aku tidak berkata aku sedang lelah dengan semua rutinitas,
kemudian kau berpesan untuk makan dan istirahat yang cukup.

Aku tahu tidak ada bohong yang bisa kusembunyikan,
terlebih ketika ini mengenai perasaan.
Aku tahu kau selalu mampu membaca apa yang aku rasakan,
meskipun aku bilang aku tak apa.
Aku tau kau selalu mampu membacanya,
meskipun ada jarak diantara kita.

Kau yang selalu menyempatkan diri untuk membalas sebuah pesan singkat yang memohon untuk dibangunkan pagi demi mengerjakan tugas yang lalai dan diabaikan
Dengan memberikan sedikit kalimat sederhana, "iya, jaga kesehatannya."
Kau yang sebenarnya tidak setuju, tetapi selalu mengiyakan ketika aku ingin mengikuti sebuah produksi.
Dengan memberikan sedikit pesan, "Jangan lupa sholat, kalau bisa tepat waktu. Jangan lupa makan. Jaga kesehatan juga."
Kau yang sedikit mengomel ketika aku tak pintar mengelola uang, tapi tetap selalu mengirimkan gantinya keesokannya atau bahkan setelahnya.
Dengan sedikit pesan, "dihemat ya, tar kalau ada kebutuhan apa-apa bilang."
Kau yang tak jarang kulawan hingga akhirnya timbul sedikit perasaan amarah diantara kita.
Tapi kau selalu punya cara untuk membuat kita damai kembali.

Kau yang selalu hadir dengan sifat-sifatmu.
Kau dengan perasaanmu.
Kau dengan kasihmu.
Kau dengan kekhawatiranmu.
Kau dengan segala yang kau miliki.

Hai, Ibu..
Aku rindu denganmu..
dan barusan kau menelponku berkata akan datang,.
mungkin besok, atau lusa.

Hai, ibu..
Mungkin akan ada banyak yang ingin diceritakan..
dan saya hampir menangis sekarang..
saya rindu, dan ingin bertemu..

Friday, November 26, 2010

Cry

(picture taken from here)


I don't know why I cry.
I just wanna cry
but i don't know the reason why.
i just need these tears wetting my eyes
and
I cry under cover
and nobody can see me.

Thursday, November 25, 2010

JENUH

Aku bukan ingin lari dari semua ini. Aku bukan ingin menghindar dari semua yang telah aku iyakan. Hanya saja ada rasa ingin berhenti di tengah semua ini. Samar masih kuraba dibalik pikiran. Mencari untuk kata iya ataukah tidak. Aku ingin tetap berada disana untuk mengetahui detail baru. Hanya saja, entah karena apa, selalu ada rasa enggan yang kerap muncul bersama dengan itu. Mungkin, tidak akan terjadi ketika sama seperti diawal. Dimana kita membuat kesepakatan ketika akan memulainya. Mungkin tidak akan terjadi, jika kau tak selalu datang tanpa permisi seperti hendak membuat kejutan. Sayangnya aku tak terkejut. Aku selalu mencoba mengiyakan setiap detail kata yang kau lontarkan. Aku tak ingin mengajukan detail lain, karena aku tak mengerti akan seperti apa. Aku selalu mencoba untuk ada disana, ketika kau datang dalam layar kotakku. Aku hanya tak ingin membuat ini menjadi terlalu lama lagi. Tapi kejadian terakhir waktu kita bertemu, itu cukup membuatku merasa sedikit muak. Sedikit? entahlah, tetapi saya memang muak. Terakhir ketika aku bersusah payah menemuimu, terakhir ketika aku terdiam dipinggir jalan menunggumu. Itu cukup membuatku lelah. Aku merasa lelah dan hampir berkata cukup. Tapi tenang saja, aku tak akan pergi. Aku tidak tahu akan seperti apa nantinya. Tapi aku tak akan memindahkan kaki dari semua ini, semua yang telah terlalu panjang untuk dihentikan. Hanya saja, mungkin saat ini aku hanya merasa JENUH. Jenuh dengan semua ketiba-tibaan, jenuh ketika harus berhubungan denganmu. itu saja.

Sunday, November 21, 2010

Kuat? Tidak? Senyum? Bulan??

Berangkat dari postingan terakhir dan kejadian hari ini yang luar binasa membuat kepala saya hampir berasap (lagi-lagi). Tapi kali ini bukan karena benda, melainkan sesosok makhluk Tuhan yang hampir saja membuat saya meneteskan air mata di tengah derasnya alur jalan Yogyakarta. Marah? Jelas. Rasanya membuat saya ingin pergi saja, meskipun pada akhirnya saya tetap diam hanya untuk mengakhiri semua dengan cepat..

Dan obrolan malam ini, umm lebih tepatnya serangkaian kata dari seseorang yang ditujukan untuk ini membuat saya berfikir.
"Gak bisa selamanya menjadi kuat,"
Yaaa, saya akui memang saya terkadang bersifat seperti tidak ada apa-apa, seperti tidak ada yang dipikirkan, seperti orang yang gak pernah ngerasa susah, dan pada kenyataannya saya hanya membohongi diri sendiri dan orang lain.
"Cobalah untuk berkata tidak"
Tidak? Lawannya Ya. Yes, NO is trouble. Mungkin memang saya bukan tipe orang yang bakal bilang TIDAK jika ada orang lain yang membutuhkan bantuan. Diwaktu pikiran saya atau mood saya hancur, ketika ada orang yang butuh, kemungkinan besar saya akan bilang Ya. "Ya, aku usahain ya.", "Oke, bisa kok.", "Iya, aku kesana.", "iya,iya sippp. Gak papa kok," dan bla bla blaaa.. Entah kenapa itu bisa terjadi, entah kenapa sulit banget bilang TIDAK, NGGAK, EMOH, MBOTEN, NO atau apalah itu yang intinya menolak. Apa ada satu sistem dari tubuh saya yang diciptakan memang untuk selalu mengiyakan, ya?
"You don't have to smile if you don't want to"
Mungkin ini sebuah kebodohan yang saya lakukan. Ketika senyum saya dipaksa dan terlihat terpaksa. Mungkin muka saya akan terlihat jelak sekali waktu itu. ahaha. Tapi, saya gak bisa, terkadang saya akan tetap tersenyum. Mungkin seperti yang telah dituliskan diatas, agar terlihat kuat.

Setidaknya saya mulai merenung, merenungin tentang apa yang telah saya lakukan. Apakah semua yang lakukan ini untuk orang lain dan saya? apakah hanya untuk saya? atau hanyan orang lain? Apa yang saya lakukan salah? Apa salahnya selalu berkata YA? Terus apa yang salah dengan kata tidak? Lalu kenapa gak mencoba berkata tidak? Kenapa terus memakai topeng untuk menutupi perasaan? Apa salahnya membiarkan orang lain melihat?
SIGHHHH!!!!!! akhirnya saya hanya menghela nafas. That's not me. Semua itu sepertinya mengalir dengan sendirinya, terjadi tanpa ada cegahan. Meskipun dalam hati terkadang berontak, sesak.

Dan ketika saya melihat bulan malan ini, gak sengaja saya berpikir, entah datang dari mana pikiran itu..
"Bulan saja tak selama terang, terkadang dia kalah dengan awan sehingga dia tidak bisa bersinar. Dan malam pun hanya akan gelap, tanpa sinarnya. Meskipun dia tetap mencoba bersinar dibalik awan-awan itu, tapi tetap saja dia kalah. Kalau tidak hanya terlihat kabur, bisa jadi dia benar-benar gelap. Hilang."

**
Thanks for Angga Prawadika Aji, for being there when I needed a shoulder to lean on.
ILUSM,FMDH :*

Saturday, November 20, 2010

Melihat kedalam mata sendiri

Saya mau sedikit curhat. Tentang hari kemaren, umm yang bisa dibilang mood saya hari itu sangat luar biasa jeleknya. Diawali dengan tidur kepagian dan bangun yang lumayan kepagian, yang mungkin juga berpengaruh terhadap mood saya, maybe. Dan kemudian dihadapkan dengan masalah yang cukup buat saya kaget, terhentak, tersentak, dan keselek waktu mendapati ternyata layar laptop saya mati. Dimana dua jam kemudiannya saya harus membawa laptop saya buat ngomongin sebuah proyek. Hell, selalu saja ada masalah di detik-detik akhir, padahal ini juga belum detik akhirnya *sigh. Dan saya mulai mengamuk dan bermisuh waktu itu. Mulai dari sini suasana dari dalam diri saya mungkin mulai mengeluarkan aura-aura negatif. hehhe...

Dan malamnya, saya gak bisa tidur. Meskipun mata rasanya berat, tapi saya gak bisa tidur. Rasanya ada yang menganjal dalam pikiran saya, eh bukan tapi di hati, eh tapi gak juga sih, pokoknya seperti ada yang mengganjal. Dan entah itu apa. Dan rasa-rasanya bukan masalah leptop yang tadi, tapi mungkin juga dimulai dari si leptop itu juga. Tuh kan saya bingung. -.- Pokoknya semenjak saya mendapati leptop saya yang tiba-tiba mengelapkan pandanganya itu, mood saya bener-bener jadi rusak. Oke, berarti intinya gara-gara laptop kan ini? Ahh, tapi gak juga, saya rasa bukan. Tuh kan saya bingung lagi. Intinya ada yang menganjal. udah. titik.

Nah, ketika saya sedang mengisi waktu yang terlalu selo dengan leptop saya yang disambungkan ke monitor butut abang saya, sembari menunggu ngantuk, gak sengaja saya mendapati mata saya sendiri di layar gelap monitor leptop saya. Entah mengapa, waktu itu saya lumayan lama ngeliat diri saya di dalam layar tersebut. Gelap, tapi jelas. Tatapan saya terfokus pada mata saya. Tiba-tiba saya memutar kembali satu hari itu, dimana terlalu banyak yang saya bohongi, termasuk diri sendiri. Disaat saya tetap membuat diri saya seperti biasanya di depan orang lain padahal pikiran dan mood saya lagi rusak berat. Mencoba mendengarkan setiap butir kata dan mencoba mencernanya meskipun pikiran saya rasanya sedang semerawut. Mencoba tertawa meskipun itu terdengar sangat dipaksakan. Mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak sebenarnya.

Entah kenapa saya melakukan hal-hal tersebut, untuk orang lain kah? atau untuk saya? saya juga gak ngerti. Dan saya tibatiba merasa menipu banyak orang. Maaf. Terlebih untuk kekasih yang sudah datang menghibur meskipun aku tahu kamu tahu ada sesuatu yang sepertinya gak aku ungkapkan. Tapi aku emang bener-bener gak tahu apa yang aku pikirkan. Maaf untuk tawa yang terdengar tak lepas dan dipaksakan.

Dan seketika itu aku inget sama kata-kata, "The eyes never lie". Dari layar gelap tersebut saya bisa lihat kalau mata saya bilang ada sesuatu yang memang mengganjal, meskipun entah itu apa, tapi saya bisa lihat dari mata saya kalo saya emmm.. semacam galau, mungkin. Dan dari situ, i can see sadness in my eyes , like i wanna cry but i can't and i don't why, hanya saja itu terlihat. Tiba-tiba saya mikir, apa orang-orang juga bakal ngeliat hal yang sama waktu mereka ngeliat mata saya? Apa mereka tahu bisa lihat kalau ada sekelebat yang-entah-itu-apa dari mata saya? Apakah mereka menyadari kalau saya hanya bersikap seolah tak apa waktu melihat mata saya? Dan satu hal yang aneh lagi waktu saya lagi mikir ini sambil ngeliatin diri saya di layar itu, hmm cantik juga ya gue. (hahha yang terakhir ini gak usah dimasukin kehati, tapi emang kenyataan waktu itu saya menyadari diri saya memang cantik. hahahhahah XD)


note : ohya, maaf juga buat orang-orang yang kemaren nyoba hubungin aku tapi gak bisa. udah bawaan dari masa lampau, matiin hape klo mood lagi rusak. eheheh

Thursday, November 18, 2010

REPLAY

"Bagaimana jika kau bisa hidup kembali berulang-ulang."

Gak ada kerjaan dan ngerasa tangan gatel pengen nulis, tapi bingung mau nulis apa, jadinya saya milih buat ngereview ini buku. Sebenarnya buku ini sudah kelar saya baca entah dari kapan, Cuma karena hal-hal yang tadi saya sebutkan dan daripada saya terusan nyampah di twitter kan lebih baik disini. ihihih..

Buku ini merupakan karya dari Ken Grimwood. Dibuat tahun 1986 terus di terjemahin sama Ufuk Press dan dicetak lagi pada tahun 2010. Buku ini bercerita mengenai Jeff Winston yang meninggal pada tahun 1988 pada umur 43 tahun. Anehnya, Jeff yang sebenarnya memang telah meninggal itu hidup lagi ditahun-tahunnya yang dulu. Bukan mimpi, tetapi kenyataan. Dia kembali kemasa lalu ketika dia masih duduk di bangku kuliah. Ketakutan, kebingungan, kecemasan, awalnya di rasakan Jeff. Tapi ternyata dengan terjadinya replay ini, Jeff memanfaatkan keadaan yang ada. Dengan mengandalkan ingatannya tentang apa yang terjadi di masa lalunya, Jeff mulai mengikuti taruhan kuda. Dan berawal dari taruhan itu, Jeff akhirnya mampu menjadi seorang pengusaha yang kaya raya saat umur masih di awal 20an. Akan tetapi, ketika dia menikmati segala kenikmatan itu, Jeff meninggal lagi di tahun 1988 dan kembali lagi ke tahun 1963 ketika dirinya masih dibangku kuliah. Dan semua keadaan pun dimulai lagi.

Jeff memulai belajar dari kisah masa lalunya yang dulu yang kini menjadi masa depan dan masa lalunya yang baru terjadi dikehidupannya sebelum ini. Dalam replay yang terus-terus terjadi, Jeff menjadi orang yang berbeda setiap replaynya. Entah dia menjadi seorang pejudi, petani, pemain saham, atau yang lainnya sampai akhirnya dia menemukan seseorang yang memproduksi sebuah film, bernama Pamela. Ternyata eh ternyata Pamela juga merupakan seorang Replayer. Melalui film yang di buat Pamela, Jeff mampu mengetahui bahwa Pamela mampu melihat apa yang ada di depan untuk menarik perhatian masyarakt. Dari sini, mereka berdua mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka, kenapa mereka mendapat ‘anugrah’ seperti itu, apakah hal tersebut dapat berkahir atau hanya akan terus terjadi setiap mereka mati.

Menurut saya, buku ini bukan buku yang bisa dengan cepat saya habiskan. Entah kenapa rasanya berat banget baca buku ini. Hihihi. Mungkin alasanya karena buku ini ketebalan halamannya sampai 500 lebih dan gak bergambar, tapi kayaknya alasan utamanya adalaaahhh sepertinya saya kena serangan nyamuk tse-tse, jadi saya cepet ngantukan. Ihihihi

Tulisan di buku ini cukup berat dikitlah seperti halnya badan saya, ihihi, tapi saya suka setiap pengambaran yang dibuat oleh Ken. Rasanya seperti terbayang gimana keadaan dalam buku tersebut. Dari cerita yang di tulis Ken,awalnya membuat saya mikir, enak kali ya bisa hidup berulang-ulang dengan kehidupan yang sama. Apalagi ketika kita mendapat pelajaran untuk gak ngelakuin kesalahan yang pernah kita lakukan waktu dulu. Tapi kok setelah melahap setiap kata per kata, kalimat per kalimat sampai per chapter, akhirnya saya memutuskan untuk gak pengen hidup kayak gitu. Hahha labil? Biarlah saya masih muda hhaa.. Kenapa demikian? Soalnya rasanya capek banget kalau harus terus merasa pengulangan yang sama dari kehidupan yang lalu ke yang lalu lagi. Meskipun kita bisa mencoba menjadi diri kita yang lain atau mencoba pekerjaan yang lain buat masa lalu yang menjadi masa depan, tapi rasanya capek. Coba bayangin gimana rasanya, waktu kalian ngerasa udah bisa ngerasain cinta yang bener-bener cinta mati dan harus mati ditengah dan kembali ke masa lalu lagi? Gimana ketika kalian udah ngerasa hidup bener-bener hidup penuh semangat terus mati ditengah semangat kalian? Gimana saat kalian sedang senang-senangnya bermain sama anak-anak kalian yang begitu unyu dan menggemasakan terus tiba-tiba harus mati ninggalin mereka? Gak enak kan? Memang. Makanya saya memutuskan untuk gak mau seperti itu (macam saya ini dikasi kesempatan kayak gitu aja... hahha :P)

Nah, satu hal yang menarik dari buku ini adalah Jika kita punya kesempatan cobalah buat diekplorasi sebaik mungkin, dimanfaatkan. Apalagi ini jika kita mendapat kesempatan kedua untuk melakukan sesuatu hal yang mungkin menurut kita dulunya itu sesuatu yang pernah disesali. Selain itu, buku ini semacam memberi pesan kalo apa yang terjadi di masa lalu itu adalah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya, seperti kata-kata petuah dulu lah “pengalaman adalah guru terbaik”. Masa lalu bukan hal buruk dan harus ditinggalkan, tapi merupakan hal baik yang harus kita pelajari untuk mendapat nilai 10 di masa yang terbentang di depan. :)

EXCEPTIONAL

Malam-malam gak bisa tidur, terpaksa deh dengerin winamp sambil autis di depan leppy. Gak taunya winamp saya muter lagu ini, Exceptional by Jojo. Lagu ini udah lama banget. Semacam lagu masa SMA lah, tapi saya suka banget lagu ini waktu itu. Bagus aja sih liriknya ehehhe..

"Exceptional"

Mmmm

You're beautiful but you don't know
Can't see what's there inside your soul
Always feelin like you're not good enough
You wish you could be someone else
Sometimes you just can't see yourself
But I can see just who you are, who you are

You're exceptional the way you are
Don't need to change for nobody
You're incredible, anyone can see that
When will you believe that?
You are nothing but exceptional
(Yeah)

You never you think you measure up
Never smart or cool, or pretty enough
Always feeling different from all the rest, oh
You feel so out of place, you think you don't fit in
I think you're perfect in the skin you're in
You're just perfect just how you are, just how you are, yeah

[chorus]
You're exceptional the way you are
Don't need to change for nobody
You're incredible, anyone can see that
When will you believe that?
You are nothing but exceptional

If you could see the one I see when I see you
You'd know how lucky you are to be you
I see through into you
And you are

You're exceptional the way you are
Don't need to change for nobody
You're incredible, anyone can see that
When will you believe that? (You are)
You're exceptional the way you are
Don't need to change for nobody
You're incredible, anyone can see that
When will you believe that?
You are nothing but exceptional



Nyoba nyari-nyari videonya di Youtube ternyata gak ada. Yaudah, lagunya aja deh yaa.. :D

Saturday, November 6, 2010

Hijau hampir tak terlihat. Asri pun lenyap.
Sejuk tak lagi terasa. Sesak kemudian muncul.
Mata tak lagi leluasa. Kabut ikut dipandang.
Abu..
Putih..
Suram..
warna itu menyelimuti, tapi tak memberi kehangatan.
Alam menambah kesenduan dengan permainan orchestranya.
dentuman, gemuruh dan denting gluduk.
langit gelap. Kemudian alam memberi lilin lahar.
mungkin memang indah. Melihat warna-warna itu menghiasi warna langit yg gelap.
Lalu kemudian nyanyia seriosa rakyat menumbuhkan bulu kuduk.

(perjalanan dari stasiun purwosari,solo-boyolali dan berita-berita di TV)