Followers

Friday, November 30, 2012

Cartoon #11 : Grave of The Fireflies

Yang terakhir biasanya yang paling luar biasa dibanding yang lain. Begitu pula dengan film Ghibli yang satu ini, yang menurut saya adalah film yang sangat luar biasa dari film Ghibli lainya.  film Ghibli satu-satunya yang bikin saya nangis. Dan ini adalah film Ghibli yang menurut saya luar biasa karena bersettingkan dengan kejadian nyata yang pernah terjadi.  Jadi, film ini berceritakan mengenai perjuangan kakak beradik yang berjuang hidup ketika perang dunia kedua terjadi.

Film ini diawali dengan medium close up seorang anak cowok, bisa dikatakan remaja, dan voice overnya yang mengatakan, “21 September 1945. Malam disaat aku meninggal.” Dia adalah Seita, roh Seita. Lalu Seita melihat kesalah satu tiang di sebuah stasiun ada seorang anak cowok terduduk lemas, kucel dan tidak berdaya. Anak itu adalah dirinya sendiri. Anak itu adalah Seita. Di dalam stasiun itu terdapat banyak gelandangan-gelandangan seperti Seita. Sampai akhirnya Seita pun meninggal di tempat itu. Tak lama setelah Seita meninggal, petugas kebersihan menemukannya sudah tergeletak di lantai Stasiun dan menemukan kaleng permen bersama Seita. Petugas kebersihan itu kemudian melempar kaleng permen itu keluar Stasiun. Kaleng itu terjatuh dan tutupnya terbuka. Ada sesuatu yang terlempar keluar dari kaleng, semacam tulang yang telah hancur. TIba-tiba banyak kunang-kunang bermunculan di sekitar kaleng tersebut. Kunang-kunang itu kemudian memenuhi pekarangan stasiun. Dan tiba-tiba pula muncul sesosok anak perempuan kecil. Anak itu melihat Seita yang sudah meninggal di stasiun. Anak itu ingin mendekati Seita, tetapi tiba-tiba ada tangan yang menahannya. Itu Seita. Seita yang lain. Seita yang masih hidup. Anak kecil itu langsung tersenyum senang. Anak kecil itu adalah Setsuko, Roh setsuke, adik Seita.
Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu, berjalan menyelusuri masa lalu. Mereka naik sebuah kereta dan melihat dari jendela kereta ketika pesawat-pesawat menjatuhkan bom, melakukan serangan udara. Mereka masuk kedalam masa lalu mereka. Dimana semuanya terjadi.

Keadaan berubah menjadi orang-orang yang berlari ketakutan.Seita, Setsuko dan ibu mereka masih dirumah untuk menyelamtkan berbagai benda mereka. Ibu mereka harus ke tempat perlindungan terlebih dahulu dan menyuruh Seita untuk segera menyusul bersama Setsuko. Sayangnya, belum sempat mereka menyusul serangan udara sudah mulai menjatuhi desanya. Seita dan Setsuko segera lari keluar dari rumah. Api sudah ada dimana-mana membakar disetiap sisi. Seita dan Setsuko pun ikut berlarian dengan orang-orang lainya. Mereka mencari tempat yang aman untuk diberlindungi dari serang bom.
Setelah serangan udara selesai, Seita dan Setsuko keluar dari tempat perlindungannya. Mereka berencana ke tempat pengungsian untuk mencari ibu mereka. Suasana desa sangat kacau. Abu-abu bertebaran. Banyak manusia yang meninggal karena kejadian tersebut. Seita dan Setsuko kemudian menuju ke sekolah dimana tempat itu menjadi tempat pengungsian. Sesampainya di sekolah, seorang perempuan muda memanggil Seita. Ia memberitahukan Seita bahwa ibunya terluka parah dan menyuruh ia untuk menjengguk ibunya sementera ia yang akan menjaga Setsuko. Seita pun segera mencari ibunya. Seita kaget ketika menemukan ibunya tergeletak dengan perban di sekujur tubuhnya. Ibunya terkena luka bakar yang parah. Tak lama kemudian ibunya meninggal. Seita kemudian kembali kepada Setsuko. Ia menahan sedihnya dan berusaha untuk tetap tegar di depan adiknya. Seita pun berbohong kepada adiknya dengan mengatakan ibunya terluka dan di rawat di rumah sakit.
 

Kondisi Seita dan Setsuko yang masih terhitung anak-anak tidak mungkin tinggal sendirian. Mereka kemudian di titipkan kepada bibi mereka untuk tinggal bersama. Esoknya Seita mengunjungin reruntuhan rumahnya yang benar-benar telah hancur. Dia membuka galian yang dibuat sebelum pergi dan mengambil persedian makanan yang disimpan di dalamnya. Ia menemukan kaleng permen kesukaan Setsuko di dalamnya. Seita kemudian kembali ke rumah Bibinya. Awalnya Bibinya tidak tahu kalau ibu mereka telah meninggal, sampai akhirnya Seita memberitahu bibinya. Bibinya pun menyuruh Seita untuk mengirimkan surat kepada Ayahnya. Ayah seita sendiri adalah seorang kapten di angkatan laut Jepang yang sedang bertugas bertempur dalam perang tersebut.
Awal hidup bersama bibinya terasa biasa saja. Seita dan Setsuko bisa makan, tidur, mandi selayaknya dirumah mereka. Tapi tiba-tiba bibi mereka menjadi menjengkelkan. Bibinya merasa Seita sudah cukup besar untuk bekerja. Bibinya kemudian mengurangi jatah makan mereka. Suatu saat bibinya mengatakan agar mereka menjual kimono milik ibu mereka untuk ditukar dengan beras putih. Beras putih itu kemudian dibagi dua dengan Seita dan Setsuko. Meskidemikian, Bibi mereka tetap saja mengomeli mereka tentang selalu meminta tanpa melakukan usaha. Hal itu kemudian membuat Seita menjadi geram dan pergi ke bank untuk mencairkan duit ibunya. Duit milik ibunya itu kemudian dibelikan peralatan masak. Sehingga mereka akan memasak makan malam mereka sendiri dan bibinya tidak akan merasa direpotkan lagi.
Sayangnya bibinya masih menjengkelkan dan suka ngomel-ngomel kepada mereka berdua. Sampai suatu saat mereka sedang berteduh disebuah gua yang sengaja dibangun untuk tempat berlindung, Seita tiba-tiba memutuskan untuk tinggal di tempat tersebut daripada harus pulang dan diomelin terus sama bibinya. Setsuko senang dengan hal tersebut. Dia gembira karena dia juga tidak senang dengan bibinya yang suka mengomel itu. Setelah hujan reda, mereka kembali kerumah bibinya dan berpamitan untuk pindah dari rumah tersebut. Bermodalkan gerobak sewaan mereka, Seita dan Setsuko mengangkut semua benda-benda mereka dari rumah bibinya dan mencari benda apa saja yang bisa mereka pakai dari reruntuhan rumah akibat perang. Mereka kemudian kembali ketempat tinggal baru mereka. Menata semua perabotan mereka. Dan hidup mereka yang benar-benar sendiri tanpa orang dewasa pun dimulai.

Kehidupan mereka lebih ceria dibandingkan dirumah bibinya yang membuat mereka tertekan. Mereka mencari makanan mereka sendiri, memasaknya sendiri, mencuci baju mereka sendiri, dan menangkapi kunang-kunang untuk dijadikan lampu tidur bagi mereka sendiri.  Sampai akhirnya mereka kehabisan duit untuk membeli bahan makanan mereka dan adiknya terkena diare. Seita akhirnya menjadi pencuri hasil panen. Dia mencuri hasil tani warga untuk mengobati adiknya. Sialnya, Seita ketauan oleh pemilik sawah dan dihajar habis-habisan dan juga dibawa ke kantor polisi.

Sementara itu kondisi Setsuko semakin parah. Setsuko menjadi sangat kuruh dan lemah. Kondisi ini menjadikan Seita tidak takut lagi dengan serang udara maupun jenis perang yang datang. Dia justru memanfaatkan perang sebagai momen untuk mendapatkan makanan. Ketika serangan perang datang, ia kemudian memasuki rumah-rumah warga untuk mengambil apa saja yang bisa dia ambil. Suatu ketika, saat Seita baru saja pulang dari mencoba menggadaikan atau menukarkan barang curiannya, Seita melihat Setsuko sudah tergeletak di atas rumput. Seita pun panik dan akhirnya memutuskan untuk membawa Setsuko ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa Setsuko ternyata mengalami gizi buruk, tetapi tidak memberikan obat atau bantuan apapun untuknya.

Akhirnya Seita pun tidak tega melihat adiknya yang semakin parah. Dia pun berencana menarik semua tabungan ibunya yang ia punya. Ketika Seita sedang menarik duit ibunya, orang-orang di bank sedang membicarakan bahwa jepang menyerah tanpa syarat. Hal ini berarti semua armada perang, termasuk ayahnya kalah. Habis. Meninggal. Seita kemudian menyadari ia benar-benar sudah tidak punya orang tua. Sekarang tinggal adiknya yang ia punya. Ia pun kembali ke tempat tinggalnya dengan barang belanjaan yang banyak. Setibanya di sana, kondisi Setsuko sangat memperhatinkan. Dan hari itu pula, Setsuko meninggal.


Kalian tahu film kartun yang benar-benar bercerita miris? Ini dia filmnya. Grave of The Fireflies ini walaupun film kartun dia bisa ngebuat saya menangis. Film ini ngebuat kita menyadari gimana beratnya kehidupan dua orang anak ini untuk tetap bertahan hidup ditengah arus perang yang tidak berhenti-henti kala itu. Gimana perang bukanlah hanya sekedar kuat-kuatan senjata mana yang mampu melumpuhkan lawannya, tetapi juga bagaimana perang bisa mempengaruhi kehidupan orang-orang di dalamnya. Orang-orang yang tidak bersalah yang ikut terlibat di dalamnya. Dan dari awal cerita pun kita sudah dibuat tahu kalau kedua anak tersebut tidak akan bisa bertahan hidup.

Saya sampai bingung mau menulis apa tentang film ini. Film ini ketika habis membuat saya speechless mau berkomentar apa. Yang jelas saya tersentuh (well, ya saya nangis :p), prihatin, kasian, dan perasaan sedih lainnya. Tapi disamping itu saya akui film ini adalah film animasi yang sangat luar biasa dalam list kartun saya.

Film ini menunjukkan bagaimana hidup ini ternyata memang kejam dan tak semudah bagaimana dibayangkan. Apalagi diumur seperti Seita dan Setsuko yang masih sangat muda. Dimana Seita harus menjadi kakak yang baik, bertanggung jawab untuk adiknya. Satu-satunya keluarga yang dia punya. Dimana Setsuko yang masih sangat kecil dan polos, yang tidak mengerti apa yang harus dilakukan, yang (seharusnya) tidak mengerti apa itu perang, dia tetap harus merasakannya dan ada di dalamnya. Bagaimanan mereka berjuang untuk diri mereka sendiri tanpa ada orang lain demi kelangsungan hidup mereka sendiri.

Well, saya rasa ini bukan film kartun untuk anak-anak. Tidak cocok karena ceritanya terlalu tragis. Dan ilustrasinya dibuat sangat miris, hampir mangambarkan seperti apa yang sesungguhnya. Dan mari kita berdoa semoga tidak akan ada perang-perang yang mengerikan seperti ini terjadi lagi di dunia ini. Amin. 
****

Yay! Selesai juga review film-film Ghibli sebagai tema bulan November. Capek juga ngebabat 3 film untuk direview dalam setengah hari. hihi... Hmm, sebenernya sih masih ada beberapa film ghibli lagi yang belum saya tulis, seperti Castle in the sky, Only Yesterday, Porco Rosso, Ocean Waves, Whisper of the Heart, sama Ghost in the Shell. Tapiiiiii….. saya memang belum nonton semua. Hihihi… lagian kan bulan November sudah habis, itu artinya tema baru buat bulan Desember. Sampai Jumpa di Bulan Desember :D

Cartoon #10 : The Cat Returns

Film ghibli yang kali ini termasuk yang menjadi favorit saya karena ceritanya ada kucing-kucingnya. Hahah. Jadi film ini bercerita tentang Haru, seorang murid yang kayaknya SMA yang ingin dipersunting oleh seekor raja kucing untuk di nikahkan dengan anaknya yang seorang pangeran kucing.

Berawal dari kehidupan Haru yang sangat biasa sekali. Anak sekolahan yang susah bangun dan kesiangan. Terlambat datang kesekolah dan di tertawakan satu kelas, begitu pula oleh gebetannya. Dan dia merasa segala hal buruk selalu terjadi kepada dirinya. Sampai suatu ketika, saat dia jalan pulang sekolah bersama temannya, Hiromi, ia melihat seekor kucing abu-abu berjalan sangat anggun dengan membawa sebuah bingkisan. Kucing itu kemudian memilih untuk menyebrangi jalanan. Bingkisan yang ia bawa tiba-tiba terjatuh. Si kucing berusaha mengambilnya lagi. Tetapi lampu lalu lintas udah keburuan ijo. Sementara itu sebuah truk melaju cukup kencang kearah kucing tersebut. Haru yang melihatnya langsung lari menyelamatkan kucing itu dengan menyeroknya (menyeroknya?  hmm aku bingung ngomongnya apa ini --“) dengan tongkatnya. Haru dan kucing itu selamat. Tapi tongkatnya patah. TIba-tiba Haru melihat kucing yang dia selamatkan berdiri dan membersihkan dirinya. Yang kemudian berbicara mengucapkan terima kasih kepada Haru. Jelas, Haru menjadi syok dengan kejadian itu.


Sesampainya dirumah, Haru menceritakan hal tersebut kepada Mamanya. Mamanya mengatakan bahwa dulu ketika Haru masih kecil dia suka berbicara dengan kucing. Kemudian ada flashback dimana Haru sedang memakan sekotak kue berbentuk ikan dan ada kucing kecil putih yang mengikutinya. Kucing itu terlihat kelaparan dan haru memberikan kue itu. Satu kotak.


Malamnya saat Haru sedang tidur, tiba-tiba semua kucing yang ada di dekat rumahnya mengeong. Hal itu membangunkan Haru. Haru mengintip dari jendela. Semua kucing mengarah kearah yang sama. Dimana ada lampu-lampu yang berjalan. Lampu-lampu yang dibawa oleh kucing-kucing yang juga berjalan. Berjalan dengan dua kaki belangkangnya. Haru kemudian turun. Ia ingin melihat keadaan. Tiba-tiba gerombolah kucing-kucing itu berhenti di depan rumahnya. Ada satu sosok kucing yang duduk kereta.  Kemudian satu sosok yang serupa seperti seorang penasehat memanggil Haru untuk mendekat dan menceritakan apa yang sedang terjadi. Ternyata gerombolan kucing itu adalah kucing-kucing dari kerajaan kucing. Dan ingin mengucapkan terimakasih atas tindakan Haru menyelamatkan pangeran mereka. Si kucing abu-abu yang diselamatkan oleh Haru.


Keesokan Paginya, Haru terbangun dan mengira apa yang terjadi Cuma mimpi. Tiba-tiba Hiromi menelponya dan menanyakan tentang kehadiran ratusan stik yang berantakan di sekolahnya. Tongkat yang dipatahkan Haru ketika menolong si pangeran kucing. Haru kemudian melihat gulungan kertas di mejanya. Belum sempat Haru melihatnya, mamanya keburu berteriak memanggil Haru. Di halaman Haru kini banyak tumbuhan cattails. Ketika Haru berangkat ke sekolah, kucing-kucing yang ada di sekitarnya mengitutinya satu persatu. Sampai Haru sampai di lokernya dan menemukan banyak kotak-kotak kecil yang bergerak memenuhi lokernya. Kotak-kotak kecil berisiikan tikus. Di kelas Haru membuka gulungan kertas yang tadi ada di atas meja kamarnya. Dan dia baru menyadari apa yang terjadi malam itu adalah nyata dan apa yang terjadi pagi ini adalah kerjaan para kucing-kucing itu.


 Siangnya haru menjalani piket kelas yang seharusnya menjadi jadwalnya Hiromi. Ketika ia hendak buang sampah ia terjatuh karena tersandung dan melihat gebetannya sedang jalan dengan wanita cantik. Ia langsung merasa desperate. Kemudian munculah salah satu kucing yang kemarin malam mendatangi dia dan menanyakan apakah Haru senang dengan hadiah yang mereka berikan. Haru sempat marah kepada kucing tersebut. Sampai akhirnya kucing tersebut menyebutkan bahwa Raja ingin melamarkan Haru untuk anaknya, si pangeran kucing. Awalnya Haru kaget, tapi kemudian Haru masuk dalam khayalannya. Bagaimana enaknya menjadi istri pangeran kucing. Dia tidak perlu merasa sial setiap hari, dia bisa makan sepuasnya, tidur sepuasanya. Ternyata khayalan-khayalan Haru itu dianggap benar-benar keinginan Haru untuk iya mau menikahi pangeran kucing. Haru menjadi panic. Tapi kucing yang mengantarkan pesan itu sudah pergi. Haru kemudian menyesali apa yang telah dia lakukan. TIba-tiba ada suara dari langit yang menyuruhnya ke Cat Bureau. Suara itu kemudian menyuruh Haru untuk mencari kucing putih besar di seberang jalan. Mereka akan membantu Haru dari kerajaan Kucing.



Sepulang sekolah, Haru mencari kucing putih besar di seberang jalan. Haru kemudian menemukan Kucing putih besar yang mukanya songong abis sedang tiduran di kursi. Haru pun mendekati kucing tersebut, tapi kucing itu hanya melihat Haru sinis. Haru pikir mungkin dia salah kucing dan berfikir untuk pergi. Tapi ternyata kucing itu benar yang dia cari. Kucing itu bisa berbicara. Kucing itu bernama Muta. Kemudian Kucing itu menunjukkan haru Jalan meuju Cat Bureau. Setelah melakukan perjalanan yang sangat kucing sekali (karena lewat-lewat genteng dan pagar-pagar), Haru sampai di sebuah tempat dengan bangunan-bangunan kecil. Di tempat itu ada Kucing yang juga dapat berbicara. Ia berpenampilan sangat necis sekal, dengan menggunakan Tuxedo dan topi. Kucing itu bernama Baron. Disitu juga ada gagak bernama Toto. Baron kemudian menyuruh Haru untuk masuk ke istanahnya. Rumah kecil dengan perabotan lengkap. Barong meminta Haru untuk menceritakan apa yang terjadi. Tetapi belum beberapa lama Haru disitu,gerombolan kucing dari kerajaan kucing datang dan menculik Haru. Baron, Toto dan Muta mengikutinya. Sayangnya hanya Muta saja yang berhasil ikut dengan Haru. Baron dan Toto kehilangan jejaknya.



Haru kemudian bangun dan melihat Muta berubah menjadi besar. Haru sudah ada di dunia kucing! Yang artinya dia yang mengecil dan ukuran tubuhnya kini sekucing. Tiba-tiba saja datang seekor kucing putih cantik dengan pita di lehernya bernama Yuki. Dan ternyata Kucing itu adalah kucing yang suaranya memberitahu Haru untuk mencari Cat Bureau. Tak lama kemudian orang dari kerajaan kucing datang dan meminta Haru untuk mengikutinya ke istana kucing.



Di istana kucing, Haru langsung diantar ke tempat ganti baju untuk mencoba baju nikahnya. Sementara Muta dibawa ke ruang makanan sambil menunggu Haru ganti baju. Ketika Sang raja datang melihat Haru, Haru ingin mengatakan bahwa dia tidak bisa menikahi anaknya karena ia adalah seorang manusia. Namun, tanpa sadar sebagain dirinya sudah menyerupai kucing. Haru memiliki telinga, hidung, tangan yang seperti kucing. Haru menjadi kaget, ditambah lagi melihat Muta yang seperti mati masuk kedalam kendi minuman Jeli. Haru menangis sejadi-jadinya dan sang raja menyuguhkan berbagai petunjukkan agar Haru tidak bersedih hati. Sayangnya tidak ada yang dapet menghibur Haru, sampai ada seekor kucing bertopeng yang meminta izin untuk mengajak Haru berdansa. Dia adalah Baron.


Kehadiran Baron itu langsung diketahui oleh Sang Raja. Raja kemudian menyuruh pasukannya untuk menangkap Baron. Kerusuhan yang terjadi menyebabkan kendi tempat Muta terjebak dalam jeli jatuh dan pecah. Muta yang hidup kembali pun ikut dalam kerusuhan itu. Yuki kemudian menunjukkan jalan keluar. Haru, Muta dan Baron kemudian mencoba melarikan diri. Sayangnya Raja melakukan apa saja agar mereka tidak bisa keluar dari kerajaan itu sampai-sampai harus menghacurkan menara kerajaan. Sampai akhirnya Pangeran kucing datang dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Raja kemudian menyampaikan maksudnya kepada anak kesayangnya itu. Sayangnya, ternyata si pangeran sudah memiliki tambatan hati. Yuki adalah kucing yang disenangi pangeran. Dan ketika pangeran pergi ke bumi saat diselamatkan haru adalah untuk mencari kue kesukaan yuki. Haru kemudian menyadari bahwa Yuki adalah kucing yang dulu pernah dia berikan makanan waktu kecil. Karena merasa apa yang dilakukannya sia-sia, sang raja gak mau membuat itu menjadi sia-sia. Karena sudah terlanjur membawa Haru ke istana dan ternyata anaknya telah punya tambatan hati, maka Raja ingin menikahi Haru. Untungnya Haru bisa menyelamatkan diri berkat bersama Baron dan Muta berkat bantuan Yuki dan pangeran kucing.



Awalnya liat judul film ini di salah satu warnet dewa yang mampu menyediakan banyak film,saya gak tau kalo film ini adalah film dari ghibli. Soalnya saya ngopi film ini cuma karena ada tulisan cat-catnya. hihih.Sebenernya ceritanya The Cat Returns ini tidak terlalu dalam dan berat, seperti Princess Mononoke atau pun Tales of EarthSea. ceritanya sungguh ringan dan sangat imajinasi sekali.
Tapi karena ceritanya yang sangat ringan itu saya jadi sangat menikmatinya. Tapi seru juga kali ya bisa mampir ke istana kucing yang isinya kucing semua. hihihi

Cartoon #9 : Howl's Moving Castle

Salah satu karya Ghibli yang digarap oleh Hayao Miyazaki yang bakal saya review kali adalah Howl’s Moving Castle. Howl’s Moving Castle ini bercerita tentang seorang gadis pembuat topi yang di kutuk menjadi seorang nenek-nenek. Gadis ini bernama Sophie. Awalnya Sophie yang bekerja sebagai pembuat topi ingin mengunjungi sodauranya tapi dalam perjalanan Sophie diganggu oleh dua orang petugas (atau mungkin polisi). Tiba-tiba Sophie di tolong oleh seorang penyihir muda bernama Howl’s yang kemudian membawa Sophie dari orang-orang itu. Setelah selesai mengunjungi saudaranya, Sophie kembali ke tokonya. Beberapa saat kemudian, muncullah seorang tante-tante gendut berdandan lebay yang mampir ke tokonya. Dan ternyata tante-tente gendut ini adalah seorang penyihir. Dimana dialah yang mengubah Sophie menjadi seorang nenek-nenek tua.

Karena merasa dia tidak bisa berdiam dirumahnya dengan keadaannya yang sekarang. Keadaan dia menjadi nenek-nenek. Sophie memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanannya, Sophie melihat sebuah batang pohon yang ia pikir adalah batang pohon dari pohon yangtumbang. Karena kondisi Sophie kini telah menjadi tua, Sophie merasa sudah saatnya ia membutuhkan tongkat untuk membantunya berjalan dan rasa-rasanya tongkat itu sangatlah bagus untuk di jadi tongkat. Sophie dengan sekuat tenaga mengambil batang tersebut yang ternyata adalah sebuah orang-orangan sawah. Sophie pun mendirikan orang-orangan sawah tersebut dan meninggalkan di tempat tersebut.


Ketika Sophie melanjutkan perjalanana, Sophie merasa ada yang mengikutinya. Orang-orang sawah yang tadi ia temukan, berjalan dibelakanng mengikutinya.Sophie menyuruhnya untuk pergi dan mempercepat langkahnya tapi orangan sawah itu tetap mengikutinya dan dapat menyusul Sophie. TErnyata orangan sawah tersebut ingin member Sophie tongkat. Orangan sawah itu juga menunjukkan Sophie kepada sebuah benda bergerak yang ternyata adalah sebuah rumah. Rumah itu adalah Rumah Howl.  Sophie kemudian masuk kedalam rumah itu (atau di sini disebut kastil). Rumah itu sangat kotor dan berantakan. TIba-tiba Sophie melihat api yang bisa berbicara, ia pun berbicara dengan api tersebut. Api itu bernama Calcifer. Dalam perbincangan itu, Calcifer dan Sophie melakukan sebuah kesepakatan. Sophie ingin tinggal di tempat itu dan ingin mantra yang mengutuknya dihilangkan begitu juga dengan Calcifer, ia menginginkan agar ia bisa kembali menyatu dengan Howl.


Dirumah itu terdapat seorang anak kecil bernama Markl yang menyamar menjadi seorang kakek-kakek jika bertemu dengan orang lain. Markl kaget ketika melihat ada seorang nenek tertidur di depan tungku api. Ketika Sophie terbangun, Sophie menjelaskan bahwa dia adalah pembantu baru disitu dan Calclifer telah mengizinkannya tinggal disitu. Tak lama kemudian Howl datang dan juga menanyakan keberadaan Sophie. Meski begitu, Sophie tetap bisa tinggal disitu. Sophie pun melakukan apa saja yang dia biasa, mulai dari memasak, menyapu, mengepel dan membeli semua kebutuhan rumah. Lama-lama Sophie pun jadi jatuh hati dengan Howl. Dan ini membuat Sophie jadi terlibat dalam pertempuran penyihir yang sedang terjadi saat itu.


Hmm, banyak yang suka dengan film ini dari review-review yang telah saya baca. Tapi entah mengapa saya merasa biasa saja menontonnya. Film ini menurut saya sangat Disney sekali. BErbeda dengan ghibli lainnya. Disamping itu, saya juga cenderung bosan melihatnya. Meskipun saya cukup senang dengan tokoh-tokohnya. Terutama si Howl yang dibuat ganteng. Sophie yang terlihat bijaksana sekali dan si kecil Markl yang tingkahnya beneran anak kecil yang lucu. Well, setidaknya gambarnya cukup bagus sih. Mendetail, seperti ghibli biasanya.

Wednesday, November 28, 2012

Cartoon #8 : The Secret World of Arrietty

Film ghibli yang satu ini bercerita tentang kehidupan manusia kecil (atau biasa kita bilang liliputlah ya) yang populasinya sangatlah tinggal sedikit, bahkan hampir punah. Biasanya manusia kecil ini tinggal dibawah rumah manusia yang biasa (kayak kita maksudnya). Nah salah satu keluarga kecil yang masih hidup dibumi ini adalah Arrietty, yang hidup bertiga dengan ayah dan ibunya. Keluarga kecil ini di juluki sebagai ‘peminjam’. Dimana mereka ‘meminjam’ sesuatu milik manusia untuk mereka bertahan hidup. Meskipun demikian, mereka tidak boleh meminjam barang yang dapat membuat manusia menyadari kalau-kalau barang dirumahnya ada yang hilang. 

Diawal ceritanya, diperlihatkan ada seorang anak bernama Shou yang sedang berkendara dengan seorang wanita tua bernama Bibi Sadako. Shou  adalah anak laki-laki yang terkena penyakit jantung dan dititipkan oleh ibunya kepada leluhurnya untuk tinggal di pedesaan demi perawatan sebelum menjalani operasi jantungnya. Ketika itu, Shou melihat heran ke seekor kucing yang sedang berlagak ingin menyerang sebuah pohon pendek atau rumput atau semak-semak ya itu, ya semacam itulah. Dan ketika Shou mendekati rerumputan tersebut, tiba-tiba dia melihat sesosok manusia kecil sedang berlari-lari seolah menari-nari di daun-daun tanaman itu. Hanya saja makhuk itu keburu hilang dibalik rumput dan Shou keburu dipanggil masuk oleh Bibinya.


Manusia kecil itu adalah Arrietty yang sedang mencari daun-daunan. Setelah melihat tidak ada manusia lagi yang ada disekitarnya, Arrietty buru-buru lari menuju kerumanya.DImana rumahnya berada di bawah rumah yang ditempati oleh Shou.  Di rumahnya ia dimarahi oleh ibunya karena ia bermain diluar. Ibunya memperingatkannya agar berhati-hati agar tidak terlihat oleh manusia karena manusia adalah makhluk yang jahat. Untungnya Arrietty membawakan ibunya selembar daun salam dan selembar daun shiho yang membuat ibunya lupa kalau tadi memarahi anaknya. Dan pada saat itu Arrietty sendiri merupakan perempuan yang sudah beranjak 14 tahun. Dimana sudah saatnya untuknya belajar mengenai caranya ‘meminjam’. 


Malamnya, Arrietty dan ayahnya sudah bersiap untuk melakukan petualangan ‘peminjaman’pertama bagi Arrietty. Ayahnya menunjukkan jalan menuju ke dalam rumah manusia, dimana semua keperluan mereka yang dapat mereka ‘pinjam’ ada disana. Ketika telah tiba di rumah manusia, Arrietty merasa sangat terkesima dengan barang-barang yang ada disana. Semua terlihat besar. Namun, mereka tidak boleh buang-buang waktu. Ayahnya kemudian menunjukkan dimana gula yang akan mereka ‘pinjam’ dan bagaimana sampai disana. Setelah berhasil mengambil satu kotak gula, Arrietty dan ayahnya menuju tempat lain untuk mencari pesanan ibunya, yaitu tissue. Dalam perjalanannya menjelajahi tissue, Arrietty menemukan benda yang menurutnya menarik. Benda itu adalah jarum pentul yang menjadi ‘pinjaman pertama bagi Arrietty. Dan ketika mereka melanjutkan perjalanan, tiba dimana Arrietty dan ayahnya memasuki rumah yang seukuran mereka. Arrietty pun bingung. Rumah itu megah dan perabotannya sangat indah. Ayahnya pun menjelaskan bahwa itu adalah rumah yang dibangun manusia untuk bonekanya. Kemudian ayahnya memberitahu Arrietty bahwa tissue yang mereka cari ada di seberang dari rumah boneka tersebut.

 
Mereka pun menuju meja yang terdapat tissue tersebut. Ketika mereka sedang mencoba mengeluarkan tissue tersebut, Arrietty tersadar dan melihat sepasang mata yang sedang melihat dia. Mata itu adalah mata Shou. Arrietty pun sembunyi di balik tissue dan memberi tahu ayahnya. Ayahnya kemudian mengajaknya untuk pulang. Sayangnya, ketika Arrietty mengambil tasnya dan bergegas untuk mengikuti ayahnya, gula yang telah mereka ‘pinjam’ tadi terjatuh. Dan tiba-tiba saja Shou berbisik dan mengatakan, “jangan takut”,  “aku melihatmu. Di taman.itu kamu kan?”, “ibuku pernah memberitahuku. Ia pernah melihat orang kecil waktu masih muda.”  Apa yang dikatakan oleh Shou membuat Arrietty menjadi marah,kecewa, takut, sedih karena dia terlihat oleh manusia. Padahal larangan dari kedua orang tuanya adalah ia harus berhati-hati agar tidak terlihat oleh manusia. 

 
Keesokan harinya, ketika Arrietty sedang duduk-duduk, tiba-tiba saja ada sepasang kaki manusia yang berjalan mendekati celah-celah dimana tempat dimana dia tinggal. Manusia itu adalah Shou. Ia kemudian meletakkan sekotak gula dan secarik surat kecil. Arrietty kemudian memeriksanya tetapi dia tidak mengambilnya dan membaca apa yang dituliskanoleh Shou. Arrietty lalu memberitahu orang tuanya. Ibunya yang sangat panikan menjadi sangat panikan sekali, dia merasa mereka telah terlihat dan kini terancam. Dan mereka pun harus segera pindah dari sini, dimana semua perabotan rumah telah mereka buat dari nol. Arrietty pun merasa sangat bersalah. Tak lama kemudia, Arrietty kembali ke sekotak gula yang kini telah hampir setengah di makan tikus. Arrietty kemudian membuka tulisan itu. “kau melupakan sesuatu.” Entah apa yang merasuki pikiran Arrietty, Arrietty pun berniat untuk mengembalikan gula tersebut. Sendirian.


Arrietty kemudian menuju kamar Shou. Dari luar jendela Arrietty melempar gula tersebut dan meminta Shou untuk tidak mengganggu mereka. Disini mereka berkenalan. Dan tiba-tiba saja seekor gagak berusaha menangkap Arrietty dan terperangkap di jaring jendela Shou. Gagak yang melonjak-lonjak ingin melepaskan diri itu, membuat Arrietty ketakutan dan kesusahan untuk berdiri. Shou kemudian membantu Arrietty dengan menaruhnya ditanganya. Tiba-tiba saja pembantu Shou, Haru, datang dan membuat gagak tersebut pergi. Shou menyembunyikan Arrietty di balik punggungnya, takut kalau haru mengetahuinya.  Tidak tahunya, Haru mengetahui dan sempat melihat Arrietty. Haru pun menanyakan kepada salah seorang tukang antar barang mengenai nomortelepon pembasmi serangga. Dan sangat antusias untuk menangkap pada manusia kecil tersebut.
 

Singkatnya, pertemuan itu membuat Arrietty dan Shou menjadi cukup dekat meskipun mereka masih cukup canggung. Meskipun demikian Arrietty  dan keluarganya tetap harus pindah dari rumah tersebut karena ayahnya telah memutuskan demikian. Tapi sayangnya, Haru keburu mengetahui dimana tempat tinggal Orang-orang kecil tersebut dan menangkap ibu Arrietty yang saat itu sedang membuat minuman. Arrietty yang saat itu sedang berbincang dengan Shou mendengar suara teriakan ibunya, segera pulang kerumah. Arrietty tidak menemukan ibunya.  Ia kemudian pergi ke Shou untuk memberitahu bahwa manusia menculiknya dan Shou mengatakan ingin membantunya.


Intinya, film ini brilian banget. Hemm, Ghibli benar-benar bikin saya jatuh cinta sama karya-karyanya. The Secret World of Arrietty ini menujukkan bagaimana Ghibli bisa dikatakan sebagai produksi film kartun luar biasa. Ceritanya sangat halus, mengalir dan tidak buru-buru. Dan lagi-lagi saya dibuat kagum dengan ilustarsinya dan film ini sangat artistic sekali menurut saya. Dimana mereka bisa memperlihatkan para kaum mungil ini dengan perabotan yang mungil juga. Mereka mencoba mengolah alam mereka serta meminjam untuk dapat membuat rumah versi mereka. Dan yang lebih mengasyikkan lagi ketika melihat perjalanan Arrietty dan ayahnya dalam pinjaman perdana Arrietty. Dimana mereka melawati paku-paku yang dipaku berjejer untuk pijakan mereka jalan atau Arrietty yang memanjat dengan menggunakan doubletape ditangan dan di kakinya. Meskipun kali ini bukan di sutradarai oleh Hayao Miyazaki, tetapi dalam film ini Hayao Miyazaki berperan sebagai penulis nasakahnya. Meskipun demikian, saya rasa Hayao Miyazaki sangat pintar sekali dalam mengolah ide-ide yang imajinatif dan sangat luar biasa. Satu kalimat yang pasti tentang film ini : “LO HARUS NONTON INI FILM!”

Cartoon #7 : Kiki's Delivery Service

 Film ini diawali dengan seorang gadis berumur 13 tahun bernama Kiki yang sedang asik tiduran diatas rumput sambil asik mendengarkan berita di radio. TIba-tiba ia tersadar dari tidurnya dan berlari-lari menuju rumahnya dan mengatakan pada ibunya bahwa dia akan pergi malam ini. Karena Kiki merasa malam ini adalah malam yang sempurna untuk pergi. Langit akan cerah dan bulan akan terlihat indah, begitu kata berita yang tadi dia dengarkan. Lalu kenapa Kiki harus pergi? dan mau kemana kah Kiki? Kiki akan menjalani pelatihan sebagai seorang penyihir. Karena dia dilahirkan dalam keturunan penyihir maka ketika ia sudah berumur 13 tahun, ia harus melakukan sebuah pelatihan dengan merantau ke negri orang dan melakukan pengabdian. Dan dimulailah perjalanan Kiki untuk latihan menjadi penyihirnya. Dengan menggunakan baju hitam layaknya para penyihir dan ditemani dengan kucing hitamnya yang bernama Jiji, juga tak lupa dengan sapu lidinya yang bisa terbang. Kiki pun siap mencari tempat destinasi dimana dia akan menjalani latihannya. 

 
Kiki menikmati perjalanannya pertamanya dengan sapu terbang. Ia menikmati melihat lampu-lampu kota dari atas, kendaraan yang lalu lalang di jalan raya, hingga berpapasan dengan pesawat terbang. Dan ketika Kiki sedang menikmati perjalanannya itu, ia melihat seorang witch muda yang juga sedang terbang dengan sapunya. Penyihir muda itu juga sedang melakukan pelatihan dan ia merupakan tukang ramal di desa dimana dia melakukan pelatihan. Ketika penyihir muda itu bertanya kepada Kiki mengenai apa yang menjadi keahliannya,Kiki tidak bisa menjawabnya. Kiki menjadi merasa cemas karena dia tidak tahu apa yang menjadi keahliannya. Dia harus mencari tahu apa yang menjadi keahliannya.


Tibalah Kiki di sebuah kota yang dia rasa ia bisa tinggal disitu untuk menjalani pelatihannya. Kiki mengelilingin kota dengan terbang menggunakan sapunya hingga membuat orang-orang menjadi heran, tercengan, kaget, terkejut dan ekspresi-ekspresi lainnya. Sayangnya, diawal perkenalannya dengan warga setempat Kiki justru membuat kekacauan sampai hampir membuat kecelakaan lalu lintas dan harus berurusan dengan polisi. Untungnya, seorang anak bernama Tombo membantu Kiki dengan mengatakan ada seorang pencuri yg membuat polisi tersebut beralih dari Kiki ke pencuri. Tapi bukannya berterimakasih, Kiki malah marah kepada Tombo karena ia merasa tidak butuh untuk di tolong. Meskipun demikian, hal itu justru membuat Tombo menjadi senang.



Ketika Kiki sedang merenungi nasibnya, tiba-tiba seorang wanita hamil yang berdiri di sampingnya dan berteriak-teriak memanggil seorang ibu dengan kereta bayi sambil membawa empeng bayi. Wanita hamil yang ternyata pemilik toko roti tersebut awalnya memutuskan untuk mengantarkan empeng bayi itu ke ibu yang meninggalkannya di tokonya. Melihat hal itu, Kiki menawarkan dirinya untuk membantu mengantarkannya ke ibu-ibu tersebut. Wanita hamil pun sangat berterima kasih dan sangat terkejut ketika melihat kiki pergi mengejar ibu yang membawa kereta bayi tersebut dengan terbang menggunakan sapu lidinya.


Dari kejadian itu, Kiki memulai pelatihannya. Wanita hamil pemilik toko roti yang ternyata bernama Osono tersebut mengetahui bahwa kiki adalah seorang penyihir muda yang sedang dalam training dan meminjamkan kamar kosong yang ada di rumahnya. Kiki pun berkerja untuk Osono di toko rotinya dan semenjak kedatangan Kiki, toko roti Osono membuka satu pelayan khusus yaitu layanan pengiriman dengan mengunakan kiki dan sapu terbangnya. 


Film ini sangat menarik menurut saya. Meskipun ceritanya sebenarnya sederhana tapi saya bisa menikmati alur ceritanya dengan nyaman. Kiki yang seorang gadis muda yang masih sangat antusias dengan apa yang harus ia lakukan, keadaan dimana dia bisa juga sangat drop karena kehilangan semangat sampai keberaniannya yang sangat luar biasa demi menyelamatkan orang terdekatnya. Dan Ghibli lagi-lagi menyihir kita dengan ilustrasi yang terlihat begitu nyata. Dan lagi ada yang berbeda dari film Ghibli lainnnya, Kiki’s Delivery service ini gak ada tuh pesan-pesan tentang lingkungannya.Ceritanya pure untuk menghibur dan pas sekali untuk anak-anak. Lagi pula film ini memudarkan ingatkan kita tentang nenek sihir jahat yang suka menggunakan mantra-mantra untuk menghacurkan orang-orang baik. Selamat menonton!

Sunday, November 25, 2012

Cartoon #6 : Pom Poko



Film Ghibli keenam yang bakal di tulis kali ini adalah Pom Poko. Awalnya saya menonton film ini pikiran pertama saya adalah film ini merupakan film kartun yang sangat cocok bagi anak-anak. Tapi setelah saya melihat ‘senjata’ yang digunakan para tokoh utama untuk berperang, saya jadi memusnahkan pikiran saya tentang film kartun untuk anak-anak. 

Jadi, film ini bercerita mengenai perseteruan diantara rakun dan manusia. Perseteruan itu terjadi karena adanya proyek pembangunan kota baru oleh manusia yang dengan arti lain menggusur tempat tinggal rakun. Rakun-rakun yang tadinya tinggal di hutan yang akan dijadikan proyek pembangunan itu mulai mencari cara untuk menghalang proyek itu terus berlanjut. Mereka melakukan rapat besar untuk mencari cara bagaimana caranya supaya proyek itu bisa dihentikan. Para tetua rakun akhirnya mengatakan bahwa salah satu cara dengan berlatih merubah diri atau bertranformasi. Sambil berlatih melakukan transformasi, dua orang rakun diutus untuk mencari para suhu yang sudah sangat jago berubah bentuk. Selama menunggu kedua rakun, para rakun yang masih tinggal di hutan tersebut belajar merubah diri menjadi manusia, patung, hantu dan sebagainya. 

 
Setelah melakukan latihan yang cukup akhirnya mereka terjun kelapangan untuk mempraktekan ilmu mereka. Mereka melakukan berbagai cara untuk mencelakai para pekerja bangunan dengan berpura-pura menjadi jalan dan menutupi jurang, berubah menjadi pohon yang tumbang  dan sebagianya. Karena mereka merasa cukup berhasil dengan melakukan cara terakhir itu, seekor rakun bernama Gonta  awalnya berencana untuk menghabis semua manusia yang ada dibumi ini. Namun hal itu tidak jadi karena ada beberapa hal dari manusia yang rakun lainnya suka, salah satuya adalah makanan-makanan yang dibuat oleh manusia. Meskipun demikian, Gonta tepat bersikukuh untuk menghacurkan semua manusia. Sayangnya, rencana itu harus dipendamnya karena Gonta keburu keinjek-injek oleh rakun-rakun lainnya yang tertarik akan berita acara yang berhubungan dengan rencana yang mereka pikir akan menghentikan proyek pembangunan itu ternyata hanya mengalami penundaan. Hal itu menjadikan para rakun kecewa karena merasa perjuangan yang mereka lakukan tidak ada artinya. Beberapa saat kemudian, ada sebuah berita di televise yang mengatakan bahwa kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh kutukan dewa-dewa penjaga gunung tersebut. Dari situ rakun-rakun berfikir untuk merubah dirinya menjadi patung-patung dewa di sepanjang jalan menuju gunung agar tidak terjadi pembangunan di gunung tersebut. Lalu mereka menjadikan cerita tahayul yang beredar di masyarakat menjadi kenyataan mereka berubah menjadi hantu-hantu. Mereka menakut-nakuti manusia dengan berbagai cara dan bentuk. Dan mereka pun mendapat kesenangan dari menakuti-nakuti manusia. 


Singkatnya kemudian telah datang kembalilah rakun yang ditugaskan mencari para guru tersebut. Tiga para guru perubah bentuk telah datang. Para rakun kemudian diajari berbagai macam perubahan bentuk. Suatu hari, mereka memutuskan untuk melalakukan semacam festival hantu. Festival itu awalnya ditujukan untuk menakut-nakuti para manusia. Hanya saja manusia justru terhibur dengan adanya pertunjukan itu. Mereka menganggap hal tersebut merupakan sebuah pertunjukan luar biasa. Pertunjukan itu berakhir ketika salah satu guru meninggal karena kehabisan tenaga untuk melakukan festival tersebut. Para rakun pun berkabung dan mereka menjadi sedih dan juga marah ketika melihat berita salah seorang direktur taman bermain yang melakukan festival tersebut. 


Disamping kejadian itu, ada seorang musang yang mendegar juga mengenai hal tersebut yang kemudian menghampiri kawanan rakun.Musang itu kemudian bertemu dengan seekor rakun. Oya, musang ini juga bisa berubah wujud menjadi manusia seperti layaknya rakun juga. Si Musang kemudian mengatakan kepada rakun untuk menyerah dengan keadaan. Mencoba memanfaatkan keahlian mereka yang dapat berubah wujud dan mencari pekerjaan sebagai manusia. si Rakun awalnya ragu  karena masih banyak dari mereka yang belum bisa melakukan transformasi, namun kemudian ia berfikir bahwa cara itu mungkin akan berhasil. Akan tetapi pertemuan untuk membahas hal ini menjadi kacau dan para rakun pun akhirnya terpecah belah. Sebelumnya mereka berencana untuk mengakui keberadaan mereka dengan mengundang awak media dan sang suhu sudah mengirimkan surat kepada salah satu stasiun televise untuk diwawancari.


Di tengah-tengah kehancuran kelompok rakun tersebut, Gonta mengumpulkan beberapa rakun lainnya untuk melakukan pertempuran. Mereka kembali menakut-nakuti manusia, menjadi perangkap binatang, dan sebagainya. Sampai suatu saat ketika puncaknya terjadi, mereka memutuskan untuk melakukan peperangan dengan para manusia dalam wujud mereka. Di akhir cerita para rakun kalah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi manusia agar tetap bisa bertahan hidup.


Film ini bener-bener mengangkat isu yang sedang in, tentang manusia yang terus menerus melakukan pembangunan, menghancurkan hutan untuk memperluas lahan, ekosistem yang menjadi tidak seimbang, hewan-hewan yang semakin kehilangan tempat tinggalnya. Dimana pada akhir cerita pun diceritakan bahwa tetap manusialah yang menang, hewan-hewan, termasuk rakun, yang akan kalah dalam pertempuran ini. Meskipun di kemas dengan sangat lucu, mulai dari pengambaran rakunnya sendiri yang dibuat imut sampai tingkah laku rakun yang terkadang menggelikan, film ini tetap mampu menyentil kita dengan ceritanya.


 Hanya saja yang saya herankan dan sudah sedikit saya bicarakan diawal yaitu mengenai ‘persenjataan’ mereka. Kenapa senjata mereka harus ‘bola’ milik para rakun jantan. Ya, memang sih ya mereka bisa berubah bentuk, tapi apa perlu ‘bola’ mereka ikut berubah bentuk menjadi karpet, terjun payung, jembatan, bahkan sampai batu-batu besar yang menjatuhi para polisi. Hmm..