Followers

Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Friday, December 30, 2011

book : Antalogi Rasa

by Ika Natassa
Gramedia Pustaka Utama, 2011
339 halaman


 Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

Satu lagi karya Ika Natassa yang membuat saya mencintai tulisannya. Sebenernya saya udah impressed sama karyanya yang berjudul divortiare. Kali ini Ika Natassa kembali membuat saya ter-waw-waw ketika membaca tulisannya. Antologi rasa yang beberapa waktu lalu kelar saya baca ini juga membuat saya waw-waw dengan alur ceritanya. Seperti yang sudah ditulis di belakang bukunya yang berbicara bahwa buku ini menceritakan tiga sahabat yang terjebak dalam perjalanan cinta yang rumit. Harris yang mencintai Keara. Keara yang mencintai Ruly. Ruly yang mencintai Denise. Mungkin akan terkesan biasa ketika cerita cinta segitiga ini dibawakan dengan sudut pandang si penulis. Namun, Ika mampu menguatkan setiap karakter, perasaan, emosi dari setiap tokoh dengan menggunakan sudut pandang pada tiap-tiap tokoh tersebut.

Karakter keara pada novel ini menampilkan sosok perempuan yang semacam perfect bagi laki-laki. Cantik dan pintar. Seperti kebanyakan cewek metropolitan, keara juga hobi menjelajah mall dan belanja habis-habisan. Merasa allergi dengan makanan murah. Meskipun terkesan sangat wanita kota sekali, keara memiliki sisi yang berbeda. Keara juga memiliki hobi fotografi,yang menurut ruly sangat bertolak belakag dengan sifat keara.

Ruly. Pria dalam novel ini menampilkan sosok cowok yang sangat sempurna. Baik hati, ramah, alim, dan sifat-sifat lainnya. Hal itu yang menjadikan si Keara semacam cinta mati ke Ruly. Sayangnya Ruly hanya mencintai sesosok perempuan yang menjadi sahabatnya, Denise, Sayangnya, Danise sudah menikah.

Harris Risjad. Sosok playboy-playboy ala kadarnya. Punya banyak kenalan cewek dan suka flirting-flirting ke banyak cewek. Meskipun suka lirik sana lirik sini, harris ini mendeklarasikan bahwa hatinya ini hanya teruntuk cintanya, si keara. Karakter harris yang paling saya suka. Karena di seolah menjadi badut dalam permainan ini. Tempat dimana si keara lari kalo sedang bosen dengan apapun. Harris mampu membuat lelucon dalam novel ini dengan mengaku-ngaku bahwa dirinya lah pria terganteng.

Kisah cinta yang rumit ini dimulai ketika mereka ditempatkan pada satu daerah untuk menjalankan tugas dari kantor dan ditempatakan pada satu rumah waktu itu. Dan kisah itu menjadi berantakan ketika Keara mengiyakan untuk ikut nonton F1 karena Ruly yang mengajak malah tidak jadi pergi dan hanya pergi berdua saja dengan Harris. Awalnya perjalanan mereka menyenangkan, dengan karakter dan tingkah keara dan harris yang hampir-hampir mirip seharunya perjalanan itu menyenangkan. Namun,ketika dalam satu kondisi mabuk dan pikiran keara yang sedang dipenuhi dengan oleh ruly tanpa sadar keara meminta harris untuk menciumnya dan terjadilah malapetaka itu, ketika Keara menemui dirinya tanpa busana dikamar hotelnya. Crap. Sejak saat itu, keara jadi membenci haris.

Bencinya keara dengan harris malah membuat dia semakin masuk ke dunia ruly, terlebih lagi ketika Keara dan Ruly harus ditempatkan pada proyek yang sama. Satu-satu hal yang dapat dilakukan Keara Untuk membuang jauh-jauh rasa cintanya ke Ruly dengan mencoba bermain-main dengan laki-laki lain, yaitu panji.

Dalam buku ini, ika dengan santai Ika membuat cerita yang rumit menjadi enteng. Ceplas-ceplos dan terkesan seperti yang ada pada realitanya. Melihat dari buku ika yang pernah saya baca sebelumnya, sepertinya gaya tulisan seperti ini memang gayanya Ika sekali. Dan saya suka. Saya jadi merasa tertarik untuk mencari buku-buku Ika yang lain, seperti buku pertama yang berjudul  A Very Yuppy Wedding (masih ada gak ya ni buku di toko buku). oya, katanya ika juga punya buku yang berjudul Underground. Ayoo yg mau belikan saya buku ini buat hadiah taun baru boleh loh.. :D

Sunday, October 16, 2011

Mencintaimu Pagi, Siang, Malam


Oleh Andrei Aksana
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
2011

Tak banyak yang bisa saya tuliskan mengenai buku ini. Karena memang tidak ada cerita yang bisa di jabarkan. Buku ini merupakan kumpulan puisi. puisi-puisi yang sangat singkat. Puisi-puisi yang mencerminkan tentang cinta. Gak hanya cinta yang baik dan penuh kasih, tapi yang menyakitkan pun ada. Bagi orang-orang romantis yang doyan baca puisi cinta ini boleh loh dibaca. 

note : sebenernya, waktu beli ini saya gak liat tulisan kumpulan puisinya. kebiasaan dari dulu ngeliat sinopsis belakangnya terlebih dahulu. kalo keliatan menarik baru langsung ambil. dan kebetulan komen di belakan buku itu top-top semua kayak fira basuki, djenar, clara ng sama ratih kumala.

Thursday, October 13, 2011

Book : The Dog Walker

by Leslie Schnur
Penerjemah : Utti Setiawati
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Pekerjaan menjadi seorang Dog Walker atau seseorang yang kerjanya mengajak anjing jalan-jalan setiap harinya memang bukan pekerjaan yang dibilang cukup untuk disebut sebagai sebuah "pekerjaan".  Di buku ini akan menceritakan mengenai Nina yang bekerja sebagai seorang Dog Walker. Pada awalnya Nina merupakan seorang penulis sinopsis, namun temannya yang seorang Dog Walker, Claire, meminta dia untuk mengantikan dirinya selama ia mengejar cita-citanya menjadi seorang aktris. Awalnya Nina berpikir pekerjaan ini sebagai pekerjaan yang 'apa-deh-kerja-seperti-ini", tapi lambat laun ia malah menyukai pekerjaan yang kebanyakan orang bilang sebagai pekerjaan-yang-tidak-bisa-disebut-karir tersebut. Kenapa demikian? Soalnya dengan menjadi seorang Dog-Walker, Nina bisa masuk ke apartemen orang-orang untuk mengambil anjing sang pemilik sekaligus menjelajahi setiap sudut tempat tinggal si pemilik. Rasanya seperti detektif. Disamping itu, Nina akhirnya jatuh hati kepada salah satu kliennya bernama Daniel hanya dengan melihat wajah Daniel yang ganteng di setiap bingkai foto yang selalu dia liat ketika mengambil dan memulangkan Sid, si anjing Daniel. Namun, Nina gak cuma ngeliatin foto-foto Daniel. Nina bahkan mencoba merebahkan diri di kasur berseprai sutra milik Daniel, berendam di bath-tub Daniel, membuka dan melihat isi lemari pakaian daniel dan apa saja yang bisa diamatinya agar mampu menangkap bayangan Daniel dalam imajinasinya dan bahkan ia pun berkerjasama kepada penjaga apartemen Daniel untuk memberi tahu apabila Daniel akan datang ketika dia sedang berlama-lama di dalam kamar aparetemen Daniel. Kegiatan semacam menguntit ini selalu Nina kerjakan sampai pada akhirnya Nina ketangkap oleh Daniel sedang mandi berendam di kamar mandinya. Nina merasa malu dan reputasinya di depan Daniel berantakan. Akan tetapi yang melihatnya berendam ternyata bukanlah Daniel, melainkan saudara kembarnya yang menempati tempat Daniel untuk menyelesaikan pekerjaannya, Billy. Singkat ceritanya, Billy ternyata menyukai Nina dan mencoba mendekati Nina sampai pada akhirnya mereka sempat nge-date beberapa kali dengan kenyataan yg belum diketahui Nina kalau sebenarnya Billy adalah Daniel palsu bukan Daniel yang selalu ia liat tersenyum tampan di foto apartemennya. 

Buku ini merupakan buku terjemahan, pada awalnya hasil-hasil penterjemahannya agak aneh seperti kata-kata 'acara mandi berendam di sore gerah'. Meskipun demikian, lambat laun cerita ini juga dapat saya lahap lembar demi lembarnya. Ceritanya gak selamanya bagus disetiap bagiannya, ada beberapa chapter yang saya lewati atau hanya dibaca cepat aja, soalnya agak kurang seru. Buku ini cukup membuat ngantuk sebenarnya, dan cepat membuat saya tertidur kalo ngebacanya waktu mau tidur. Mungkin karena buku ini buku terjemahan yang sering kali bahasanya terkesan kaku sehingga saya agak kaku juga ngebacanya. Entah kenapa juga saya masih bisa ngebeli buku ini, mungkin karena ada anjingnya kali ya,. hahha... Meskipun demikian, buku ini cukup menarik kok untuk dibaca, apalagi untuk dijadikan pengantar tidur. hihihi... selamat menikmati buku ini.. :)


Tuesday, October 11, 2011

semacam alat pembunuh waktu (2)

Waktu selo yang bener-bener cukup waktu untuk berselo ini bikin saya selo (aku tau struktur penulisan kalimat ini salah, tapi jangan diprotes ya. :p) selain saya nonton-nonton film, saya juga jadi cukup banyak baca novel yang berdampak ke uang jajan saya yang jadi cepet abis. padahal saya jarang beli buku kalo gak bener-bener kepengen atau si beliau-yang-berwenang-atas-turunnya-isi-dompet berhasil saya bujuk untuk membelikan buku-buku. Tapi gak semuanya beli, ada yang saya pinjem, tapi cuma satu sih, buku Filosofi Kopinya Dee yang saya pinjem dari temen saya. Abisnya mau pinjem buku ke pacar saya gak ngerti bacaannya, tentang perang-perang atau sejarah gitu. Oiya, satu lagi saya selalu menghindari pergi ke toko buku kalo lagi gak ada kerjaan apalagi klo sama pacar. karena saya bisa khilaf berlebihan, lebih dari khilaf ngeliat makanan banyak diwaktu buka puasa. dan terlebih lagi karena ini perginya bersama pacar yang mukanya selalu senang seperti memenangkan lotre kalo saya kalah sama nafsu belanja buku saya. dan sebenernya ini gak penting untuk dibahas, saya tau itu. hahhaha... Nah, sama seperti postingan di film tadi, buku-buku ini mau saya review. tapi nanti. tau kan alasannya? karena ini sudah malam. :p
Nah, jadi saya liatin dulu aja cover bukunya, sapa tau ada yang tertarik liat covernya, kan? :p

The Dog Walker
by Leslie Schnur

 Dia
by Nonier


 Dan Hujan pun Berhenti
by Farida Susanty




 Mencintaimu Pagi, Siang, Malam : kumpulan puisi
by Andrei Aksana



 Kucing Bernama Dickens
by Callie Smith Grant



Life Traveler
by Windy Ariestanty


Filosofi Kopi
By Dewi Lestari


Test Pack 
by Ninit Yunita

 Sekian buku-bukunya, tenang nanti bakal saya review, tapi nanti. ini sudah malam.. haha..
oiya, lupa ada dua buku juga yang saya baca. ini.........


Electric Daisy 


note : Komik ini bener-bener seru untuk versi komik cewek. ceritanya gak terlalu cewek-cewek banget. tapi gak tamat-tamat padahal udah edisi 8 dan jenjang waktu keluarnya lama. bikin gregetan.


30 Resep Kue Terlarisnya Sisca Susanto


 Note : entah kenapa saya membeli ini padahal saya bisa liat di internet, tapi akhir-akhir ini saya emang lagi seneng-senengnya bereksperimen di dapur. hmmm... mungkin ini tanda saya akan jadi ibu yang baik bagi anak-anak saya *pasang ikat kepala, pake celemek, genggam serok panci* HAHAHAHA.....

Friday, February 25, 2011

Pillow Talk

Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Gagas Media
459 Halaman

“Kami bersahabat sejak kecil. Tepatnya, kalau ada kata lain untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui ‘sahabat’, makan kata itulah kami. Berbagi cerita, berbagi rahasia. Bahkan, tanpa disadarai, kami pun membagi cinta. Tapi, apakah kau tahu, rasanya saling mencintai namun bertahan untuk tidak saling memiliki? Pecayalah, ini lebih buruk dari sekedar patah hati. Ini bukan kisah cinta yang ingin kau alami.”

Buku ini bercerita mengenai sepasang sahabat, cewek-cowok, bernama Emi dan Jo. Mereka sudah bersahabat dari kecil dan sudah berasa seperti kakak-adik, di pandangan orang-orang. Tapi pada kenyataan mereka sama-sama memendam perasaan antara satu dengan yang lainnya. Hanya saja mereka sama-sama tidak mau mengungkapkannya karena ada sebuah komitmen diantara mereka untuk tidak pacaran dengan sahabatnya sendiri. Sebenernya keputusan untuk tidak berpacaran dengan sahabat sendiri ini datangnya hanya dari Emi, yang sempat merasakan bobroknya pacaran dengan sahabatnya waktu SMA --yang juga sahabat Jo-- yang berakhir gak baik-baik dan gak bisa kembali kesemulanya (bersahabat lagi). Akhirnya, mau gak mau Jo dengan berat hati untuk menerima keputusan Emi.
Emi ini merupakan seorang entrepreneur. Dia membuka sebuah butik online bersama sahabat kuliahnya  bernama Ajeng. Sedangkan untuk urusan percintaan, Emi cenderung bukan orang yang bisa bertahan dalam satu pasangan. Soalnya Emi bukan orang yang menyukai pacaran monogami. Tapi, dia sempat berkomitmen dengan Dimas, seorang pria 'thirtysomething' untuk bermonogami. Bahkan Emi dan Dimas nyaris saja sampai ke titik akhir mereka, yaitu pernikahan. Sayangnya, diujung-ujung Emi mau diperkenalkan ke Mama Dimas, Dimas mengakui Emi adalah 'teman'nya. Karena ternyata Dimas sudah di jodohkan sama cewek lain oleh mamanya. Jadi gagal deh Dimas sebagai Emi's-husban-to-be.
Sedangkan si Jo merupakan salah satu staf pemasaran disebuah perusahaan besar. Kalau untuk masalah percintaan, Jo ini tipe yang biasa aja deh, yaa pacaran cuma sama satu orang doang. Tapi semua selalu kandas diakhirnya. karena apa? karena hubungan jo dan Emi yang sangat dekat. Salah satunya seperti hubungan Jo dan Trina yang berakhir karena Trina merasa di duakan dengan adanya Emi. Terlebih lagi ketika Trina menanyakan siapa yang bakal di pilih oleh Jo, Trina ataukah Emi, yang ternyata Emilah yang dipilih Jo. Sebenernya sih hubungan-hubungan Emi dan Jo dengan mantan-mantannya ini kebanyakan putus karena mereka tidak suka dengan kedekatan Jo dan Emi. Seperti yang dikata Ajeng dalam buku ini, "kalo pacaran sama Jo berarti lo pacaran juga sama Emi"
Suatu saat Jo mendapatkan hadiah dari kantornya untuk berlibur ke Bali dan di ijinkan untuk mengajak satu orang. Sudah pasti Emi yang diajak. Singkat cerita, akhirnya Emi dan Jo saling mengungkapkan perasaan mereka dan sempat having sex di Bali. Namun, karena Emi masih berkomitmen untuk tidak memiliki hubungan dengan pacarnya sendiri, Emi bilang sama Jo, "what happen in Bali, Stay in Bali." Meskipun berat untuk menerimanya, karena sebenenya Jo menginginkan lebih, Jo menerimanya hanya karena takut kehilangan Emi. Lalu apa yang terjadi selanjutnya setelah mereka sampai di Jakarta? Benerkah apa yang sudah terjadi di bali bisa begitu saja dilupakan dengan sedemikian mudah? terlebih lagi mereka ternyata saling suka? Makanya baca dong bukunya. :D

Buku ini BAGUS dan ringan untuk dibaca menurut saya, karena penulisnya menuangkan ceritanya dalam kata yang gak susah dicerna. Gak terlalu sastra dan bener-bener mengalir seperti percakapan. Alurnya juga bagus, meskipun konfil yang diangkat seprtinya sudah banyak dibuku-buku atau FTV-FTV gitu, tentang gak boleh pacaran dalam persahabatan, tapi dibuku ini ceritanya gak jadi ngebosenin. Jadi, bacalah.. :D

Friday, February 18, 2011

Writer vs Editor

Penulis : Ria N. Badaria
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
312 Halaman
Penulis Muda Berbajat Terbaik Khatulistiea Literary Award 2008-2009

"Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana atau kehendak manusia. Akan selalu ada kejutan di setiap sesinya, tergantung dari mana kita sebagai pelaku hidup ini melihatnya. Maka di sinilah manusia, pelakon hidup yang harus siap menghadapai kehidupan yang penuh misteri , dengan atau tanpa rencana."


Novel ini menceritakan tentang kehidupan Nuna dan Rangga. Nuna yang merupakan seorang pegawai swalayan yang ingin menjadi penulis.  Akan tetapi keinginan Nuna untuk menjadi seorang penulis dapat terwujud setelah novelnya dikatakan layak terbit oleh seorang Editor yang meramalkan novel ini akan menjadi Best Seller kalo dicetak. Sedangkan Rangga merupakan salah seorang Editor di sebuah perusahaan penerbitan ternama yang sebenernya menginginkan untuk menjadi seorang Jurnalis TV. Hanya saja keberuntungan berkata lain, dia justru banyak ditolak ketika ingin melamar diberbagai stasiun TV. Dan akhirnya Rangga menjadi seorang Editor yang cukup cihuy di penerbitan tersebut dan kini menangani novel Nuna.

Hubungan kerja antara Nuna dan Rangga ini awalnya tidak baik. Dimana Nuna dan Rangga harus bekerja sama dengan baik dalam pembuatan novel tersebut. Sayangnya, Nuna selalu susah dihubungi karena Nuna tidak punya HP sehingga Rangga harus menghubungi Nuna melalui temen Nuna. Rangga ngerasa dongkol abis nangani Nuna yang notabenenya seorang penulis awal yang novelnya baru pertama kali akan naik cetak, akhirnya ngerjain Nuna waktu mereka berhasil menemukan waktu yang pas untuk mendiskusikan bukunya. Waktu itu Rangga minta ketemuan di sebuah resto Jepang dan menyuruh Nuna yang membayarnya. Nuna yang waktu itu perkerjaannya cuma seorang pegawai swalayan merasa dikerjain abis-abisan dan diplorotin duitnya sama editornya. Dari situ Nuna ngerasa kalo Rangga ini adalah seorang yang brengsek dan gak tau diri. Begitu juga dengan si Rangga yang menganggap Nuna sebagai orang yang gak propesional dalam bekerja dan semaunya sendiri. 

Suatu ketika ada pergantian kepala divisi editor fiksi tempat Rangga bekerja. Ketua divisinya bernama Arfat. Pada awal menjabat sebagai ketua divisi, Arfat mengebu-gebu sekali untuk bertemu dengan Nuna dan menyuruh si Rangga untuk mempertemukannya dengan Nuna. Usut punya usut, ternyata si Arfat ini adalah kenalan Nuna yang pernah tinggal bersama. bla bla bla bla bla sampailah mereka pada cinta segitiga. Si Arfat yang pulang dari Australia untuk pindah kerja di Indonesia ternyata punya misi untuk mendekati si Arfat dan si Rangga yang terus kerja bareng sama Nuna akhirnya suka sama Nuna. Namun, karena pada awalnya Nuna sudah menyukai Arfat dari waktu mereka tinggal bersama dirumah Tantennya, Nuna akhirnya menikah sama Arfat. Meskipun pada akhir cerita di Novel ini si Nuna justru malah jadi sama Rangga. Mau tau kenapa? Baca aja. Kalo ditulis semua ntar jadinya saya nulis novel buka ngereview buku.. ihihihi..

Menurut saya Novel ini, emmm.... terlalu gampang ditebak alurnya. Waktu saya baca buku ini, dipikiran saya selalu bilang.. "pasti abis ini, gini deh ceritanya." dan waktu saya baca ternyata bener seperti apa yang saya duga. "terus abis ini, pasti jadian deh ini berdua," dan ternyata bener lagi. Sehingga saya bisa ngebaca buku ini cepet karena saya pernasaran sama tebakan saya tentang buku ini. Dan menurut saya, ceritanya umum banget. Kerja bareng dan cinlok. ya, seperti itulah. Tapi untuk mengisi waktu luang, boleh loh buku ini baca. :)

Wednesday, February 16, 2011

Chrysan

Penulis : Hapie Joseph Aloysia
Penerbit : Shira Media
202 Halaman
Novel Dewasa




"Menjadi pelacur itu sudah berat, apalagi menjadi pelacur dengan label lesbian yang melekat. Jadi semakin berat"




Buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang wanita bernama Chantal yang dari dia lahir merasakan tidak pernah bisa melarikan diri dari takdir. Dimulai dengan dirinya yang dibuang kesebuah keluarga oleh neneknya sendiri. Sayangnya, nenek yang membuangnya salah memilih tempat untuk membuang si anak yang ternyata mereka membuangnya pada sebuah keluarga yang istrinya bekerja sebagai Germo. Disinilah kehidupan Chantal dimulai. Dimana dia kehilangan keperawanan karena desakan 'ibu'nya sendiri. Dimana sejak umur 8 tahun dia sudah harus 'membantu' ibunya bekerja. Dimana dari sini dia menafkahi hidupnya.

Suatu saat Chantal memilih untuk meninggalkan rumah dan ngekos, disinilah dia bertemu dengan Dev. Awalnya hubungan Chantal dan Dev tidak baik. Tapi lama kelamaan Chantal penasaran sama sikap Dev. Dari sinilah Chan mengetahui bahwa Dev adalah seorang lesbian dan akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Yang kemudian lambat laun mampu membuat Chan keluar dari dunia prostitusi.


Novel ini, waaawww, sedikit vulgar, eh gak, lumayan ding, cukup vulgarlah. Ya, namanya juga novel dewasa. Novel ini lebih menekankan pada kehidupan Chantal yang sebenernya bukan jalan yang dia inginkan. Dimana menurut Chan sendiri, hidup itu beralaskan perut dan sex, maka jadilah dia begini. Terlebih lagi ketika keperawanannya sendiri hilang akibat ibu angkatnya sendiri. Sebenernya mau saya ulas lebih lagi, tapi takut terlalu vulgar ngebahasnya dan takut anak dibawah tiga tahun ikut baca ini. hahhah jadi lebih baik, yang pengen tahu cerita di novel ini, langsung baca aja.. Sekali lagi, ini NOVEL DEWASA. jadi yang belum merasa dewasa jangan baca ya :D

Friday, December 10, 2010

Cinta Bukan Cokelat

Ditulis oleh Saras Dewi
Terbitan Kanisius
127 halaman


Buku ini bercerita mengenai filosofi cinta. Saras Dewi, si penulis buku ini yang ternyata eh ternyata adalah seorang dosen filsafat UI menuliskan filosofi-filosofi cinta dengan bahasa yang gampang dipahami. Di buku ini diceritakan tentang bagaimana cinta itu. Cinta mulai dari kita jatuh cinta hingga cinta disaat kita patah hati. Menurut saya buku ini cukup bagus untuk dibaca. Apalagi untuk para kaum muda yang sedang GALAU akan nama cinta. ihihihihi... mungkin dengan membaca buku ini dapat sedikit terbuka pikirannya tentang cinta. Dari baca buku ini saya mendapatkan banyak sekali kata-kata yang bagus-bagus (dan sudah saya tulis di twitter saya.. mihihihihi)
  • Cinta adalah enigma, suatu teka-teki yang begitu pelik untuk dipecahkan.
  • Cinta adalah sesuatu yg kita alami tiap hari. Kedati demikian, tidaklah mudah untuk merumuskannya dengan kata-kata.
  • Cinta bukan semata-mata cinta seperti sebaris puisi, atau cinta yang kita tonton di bioskop, tetapi cinta yang penuh dengan upaya, penantian dan tantangan. Itulah hakikat cinta.
  • Sekalipun kita mempelajari semua teori cintam belum tentu kita pakar dalam praktiknya.
  • Cinta tidak bisa bertahan hanya karena kita menyukai peran seseorang. Kita harus kenal dg kepribadiannya, setelah itu kita harus menyesuaikan diri dan merasa 'nyambung' dengannya
  • Cinta itu seperti kekuatan sihir, dalam sekejap ia bisa menggelapkan akal.
  • Perlu ada determinasi dan kebulatan tekad untuk melepaskan cinta. (ini kayaknya buat orang-orang yang susah banget buat ngelupain masa lalu.. ihiiihihi)
  • Saat jatuh cinta, penderitaan adalah bagian dari pembuktian kita tentang ketulusan cinta.
  • Love is about learning to be compatible
  • Cinta butuh waktu untuk bermetamorfosa menjadi sesuatu yg indah, cinta itu perjuangan, cinta itu kesabaran

Wednesday, December 8, 2010

Greyfriar's Bobby

Penulis : Eleanor Atkinson
Sekitar 277 halaman
diterbitkan oleh Gramedia
tahun 2010

Buku ini berdasarkan kisah nyata. Bercerita tentang Bobby, seekor anjing jenis Terrier yang sangat setia dengan majikannya si Auld Jock. Kesetiaan Si Bobby ini pun terus berlanjut hingga si majikan meninggal dunia. Kesetiaan Bobby ini ditandai dengan kemauannya dia untuk tetap bersama Auld Jock, meskipun Auld JOck sudah meninggal. Hampir setiap malam, Bobby selalu berusaha agar dapat masuk ke dalam halaman kuburan hanya untuk dapat tidur diatas gundukan tanah sang majikan. Sayangnya, si penjaga kuburan merupakan orang yang sangat keras dan selalu mengusir Bobby ketika mengetahui Bobby berhasil masuk ke pekarangan kuburan. Akan tetapi, Bobby merupakan ajing yang cerdas. Demi agar dapat bisa (kosakata yang boros ;p) terus berada disamping Auld Jock, Bobby melakukan berbagai cara agar dapat meluluhkan hati si penjaga kuburan. Kegigihan dan kesetiaan Bobby ini pada akhirnya menjadikan si Bobby menjadi Anjing yang terkenal di daerah tersebut.

Menurut saya, buku ini lumayanlah untuk dibaca. Kalo di skala dari 1-7, yaa mungkin buku ini dapat angka 5,384 lah. hehhe.. Buku ini bagus sih, pengambaran tokoh dan juga setting dalam ceritanya dideskripsikan secara jelas. Akan tetapi entah mengapa saya sedikit gampang mengantuk ya membacanya. Kalau gak salah saya dapat menghabiskan waktu hampir seminggu buat baca novel ini, waktu yang lama saya rasa. Akan tetapi, meskipun saya rada sedikit bosan waktu membacanya, bukan berarti buku ini gak memiliki pesan. Pasti ada dong ya pesannya. Pesan pertama, seekor binatang saja memiliki kesetian yang besar terhadap orang yang dianggap sebagai majikannya. Nah, bagaimana dengan kita? Terkadang kesetiaan sering dipertanyakan ya kan? Yang kedua, Bobby yang hanya seekor anjing aja mampu mengerti tentang kebaikan-kebaikan yang telah diberikan Auld Jock dan kemudian membalas kebaikannya dengan kesetiaannya tadi itu. Lalu bagaimana dengan kita sebagai manusia dan bukan anjing? Apa kita sering membalas kebaikan orang yang telah diberikan orang lain kepada kita? Atau hanya Cuma berkata, “ahh kamu baik sekali,” begitu ? Atau justru tidak membalas dengan tindakan maupun kata? Pesan ketiga, saya merasakan itu dengan peliharaan saya, si Jasper. Bukan seekor anjing sih, hanya seekor kucing biasa. tapi dia bisa ngerti kalo saya lagi kenapa-kenapa dan sedang bete. Emang gak sesetia si Bobby, apalagi kalo lagi musim kawin pasti dia jadi gak suka dirumah, ehehe. Tapi setidaknya dia mampu menyelami perasaan saya dan bersedia diam (meskipun hanya tidur) buat nemenin saya. Intinya, rasa kasih sayang yang kita berikan meskipun itu kepada binatang sekali pun, mereka dapat merasakannya dan mereka selalu punya cara untuk membalasnya. Makanya jangan benci binatang ya :) hehhhe

Thursday, November 18, 2010

REPLAY

"Bagaimana jika kau bisa hidup kembali berulang-ulang."

Gak ada kerjaan dan ngerasa tangan gatel pengen nulis, tapi bingung mau nulis apa, jadinya saya milih buat ngereview ini buku. Sebenarnya buku ini sudah kelar saya baca entah dari kapan, Cuma karena hal-hal yang tadi saya sebutkan dan daripada saya terusan nyampah di twitter kan lebih baik disini. ihihih..

Buku ini merupakan karya dari Ken Grimwood. Dibuat tahun 1986 terus di terjemahin sama Ufuk Press dan dicetak lagi pada tahun 2010. Buku ini bercerita mengenai Jeff Winston yang meninggal pada tahun 1988 pada umur 43 tahun. Anehnya, Jeff yang sebenarnya memang telah meninggal itu hidup lagi ditahun-tahunnya yang dulu. Bukan mimpi, tetapi kenyataan. Dia kembali kemasa lalu ketika dia masih duduk di bangku kuliah. Ketakutan, kebingungan, kecemasan, awalnya di rasakan Jeff. Tapi ternyata dengan terjadinya replay ini, Jeff memanfaatkan keadaan yang ada. Dengan mengandalkan ingatannya tentang apa yang terjadi di masa lalunya, Jeff mulai mengikuti taruhan kuda. Dan berawal dari taruhan itu, Jeff akhirnya mampu menjadi seorang pengusaha yang kaya raya saat umur masih di awal 20an. Akan tetapi, ketika dia menikmati segala kenikmatan itu, Jeff meninggal lagi di tahun 1988 dan kembali lagi ke tahun 1963 ketika dirinya masih dibangku kuliah. Dan semua keadaan pun dimulai lagi.

Jeff memulai belajar dari kisah masa lalunya yang dulu yang kini menjadi masa depan dan masa lalunya yang baru terjadi dikehidupannya sebelum ini. Dalam replay yang terus-terus terjadi, Jeff menjadi orang yang berbeda setiap replaynya. Entah dia menjadi seorang pejudi, petani, pemain saham, atau yang lainnya sampai akhirnya dia menemukan seseorang yang memproduksi sebuah film, bernama Pamela. Ternyata eh ternyata Pamela juga merupakan seorang Replayer. Melalui film yang di buat Pamela, Jeff mampu mengetahui bahwa Pamela mampu melihat apa yang ada di depan untuk menarik perhatian masyarakt. Dari sini, mereka berdua mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka, kenapa mereka mendapat ‘anugrah’ seperti itu, apakah hal tersebut dapat berkahir atau hanya akan terus terjadi setiap mereka mati.

Menurut saya, buku ini bukan buku yang bisa dengan cepat saya habiskan. Entah kenapa rasanya berat banget baca buku ini. Hihihi. Mungkin alasanya karena buku ini ketebalan halamannya sampai 500 lebih dan gak bergambar, tapi kayaknya alasan utamanya adalaaahhh sepertinya saya kena serangan nyamuk tse-tse, jadi saya cepet ngantukan. Ihihihi

Tulisan di buku ini cukup berat dikitlah seperti halnya badan saya, ihihi, tapi saya suka setiap pengambaran yang dibuat oleh Ken. Rasanya seperti terbayang gimana keadaan dalam buku tersebut. Dari cerita yang di tulis Ken,awalnya membuat saya mikir, enak kali ya bisa hidup berulang-ulang dengan kehidupan yang sama. Apalagi ketika kita mendapat pelajaran untuk gak ngelakuin kesalahan yang pernah kita lakukan waktu dulu. Tapi kok setelah melahap setiap kata per kata, kalimat per kalimat sampai per chapter, akhirnya saya memutuskan untuk gak pengen hidup kayak gitu. Hahha labil? Biarlah saya masih muda hhaa.. Kenapa demikian? Soalnya rasanya capek banget kalau harus terus merasa pengulangan yang sama dari kehidupan yang lalu ke yang lalu lagi. Meskipun kita bisa mencoba menjadi diri kita yang lain atau mencoba pekerjaan yang lain buat masa lalu yang menjadi masa depan, tapi rasanya capek. Coba bayangin gimana rasanya, waktu kalian ngerasa udah bisa ngerasain cinta yang bener-bener cinta mati dan harus mati ditengah dan kembali ke masa lalu lagi? Gimana ketika kalian udah ngerasa hidup bener-bener hidup penuh semangat terus mati ditengah semangat kalian? Gimana saat kalian sedang senang-senangnya bermain sama anak-anak kalian yang begitu unyu dan menggemasakan terus tiba-tiba harus mati ninggalin mereka? Gak enak kan? Memang. Makanya saya memutuskan untuk gak mau seperti itu (macam saya ini dikasi kesempatan kayak gitu aja... hahha :P)

Nah, satu hal yang menarik dari buku ini adalah Jika kita punya kesempatan cobalah buat diekplorasi sebaik mungkin, dimanfaatkan. Apalagi ini jika kita mendapat kesempatan kedua untuk melakukan sesuatu hal yang mungkin menurut kita dulunya itu sesuatu yang pernah disesali. Selain itu, buku ini semacam memberi pesan kalo apa yang terjadi di masa lalu itu adalah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya, seperti kata-kata petuah dulu lah “pengalaman adalah guru terbaik”. Masa lalu bukan hal buruk dan harus ditinggalkan, tapi merupakan hal baik yang harus kita pelajari untuk mendapat nilai 10 di masa yang terbentang di depan. :)

Labels