Film ini diawali dengan seorang gadis berumur 13 tahun
bernama Kiki yang sedang asik tiduran diatas rumput sambil asik mendengarkan
berita di radio. TIba-tiba ia tersadar dari tidurnya dan berlari-lari menuju rumahnya dan
mengatakan pada ibunya bahwa dia akan pergi malam ini. Karena Kiki merasa malam ini adalah malam yang sempurna untuk pergi. Langit akan cerah dan bulan akan terlihat indah, begitu kata berita yang tadi dia dengarkan. Lalu
kenapa Kiki harus pergi? danmau kemana kah
Kiki? Kiki akan menjalani pelatihan sebagai seorang penyihir. Karena dia
dilahirkan dalam keturunan penyihir maka ketika ia sudah berumur 13 tahun, ia harus
melakukan sebuah pelatihan dengan merantau ke negri orang dan melakukan
pengabdian. Dan dimulailah perjalanan Kiki untuk latihan menjadi penyihirnya.
Dengan menggunakan baju hitam layaknya para penyihir dan ditemani dengan kucing
hitamnya yang bernama Jiji, juga tak lupa dengan sapu lidinya yang bisa terbang. Kiki pun siap mencari tempat destinasi
dimana dia akan menjalani latihannya.
Kiki menikmati perjalanannya pertamanya dengan sapu terbang.
Ia menikmati melihat lampu-lampu kota dari atas, kendaraan yang lalu lalang di
jalan raya, hingga berpapasan dengan pesawat terbang. Dan ketika Kiki sedang
menikmati perjalanannya itu, ia melihat seorang witch muda yang juga sedang
terbang dengan sapunya. Penyihir muda itu juga sedang melakukan pelatihan dan
ia merupakan tukang ramal di desa dimana dia melakukan pelatihan. Ketika penyihir
muda itu bertanya kepada Kiki mengenai apa yang menjadi keahliannya,Kiki tidak
bisa menjawabnya. Kiki menjadi merasa cemas karena dia tidak tahu apa yang
menjadi keahliannya. Dia harus mencari tahu apa yang menjadi keahliannya.
Tibalah Kiki di sebuah kota yang dia rasa ia bisa tinggal
disitu untuk menjalani pelatihannya. Kiki mengelilingin kota dengan terbang
menggunakan sapunya hingga membuat orang-orang menjadi heran, tercengan, kaget,
terkejut dan ekspresi-ekspresi lainnya. Sayangnya, diawal perkenalannya dengan
warga setempat Kiki justru membuat kekacauan sampai hampir membuat kecelakaan
lalu lintas dan harus berurusan dengan polisi. Untungnya, seorang anak bernama
Tombo membantu Kiki dengan mengatakan ada seorang pencuri yg membuat polisi
tersebut beralih dari Kiki ke pencuri. Tapi bukannya berterimakasih, Kiki malah
marah kepada Tombo karena ia merasa tidak butuh untuk di tolong. Meskipun demikian,
hal itu justru membuat Tombo menjadi senang.
Ketika Kiki sedang merenungi nasibnya, tiba-tiba seorang
wanita hamil yang berdiri di sampingnya dan berteriak-teriak memanggil seorang
ibu dengan kereta bayi sambil membawa empeng bayi. Wanita hamil yang ternyata
pemilik toko roti tersebut awalnya memutuskan untuk mengantarkan empeng bayi
itu ke ibu yang meninggalkannya di tokonya. Melihat hal itu, Kiki menawarkan
dirinya untuk membantu mengantarkannya ke ibu-ibu tersebut. Wanita hamil pun
sangat berterima kasih dan sangat terkejut ketika melihat kiki pergi mengejar
ibu yang membawa kereta bayi tersebut dengan terbang menggunakan sapu lidinya.
Dari kejadian itu, Kiki memulai pelatihannya. Wanita hamil
pemilik toko roti yang ternyata bernama Osono tersebut mengetahui bahwa kiki
adalah seorang penyihir muda yang sedang dalam training dan meminjamkan kamar
kosong yang ada di rumahnya. Kiki pun berkerja untuk Osono di toko rotinya dan
semenjak kedatangan Kiki, toko roti Osono membuka satu pelayan khusus yaitu
layanan pengiriman dengan mengunakan kiki dan sapu terbangnya.
Film ini sangat menarik menurut saya. Meskipun ceritanya
sebenarnya sederhana tapi saya bisa menikmati alur ceritanya dengan nyaman.
Kiki yang seorang gadis muda yang masih sangat antusias dengan apa yang harus ia
lakukan, keadaan dimana dia bisa juga sangat drop karena kehilangan semangat
sampai keberaniannya yang sangat luar biasa demi menyelamatkan orang
terdekatnya. Dan Ghibli lagi-lagi menyihir kita dengan ilustrasi yang terlihat
begitu nyata. Dan lagi ada yang berbeda dari film Ghibli lainnnya, Kiki’s
Delivery service ini gak ada tuh pesan-pesan tentang lingkungannya.Ceritanya
pure untuk menghibur dan pas sekali untuk anak-anak. Lagi pula film ini
memudarkan ingatkan kita tentang nenek sihir jahat yang suka menggunakan
mantra-mantra untuk menghacurkan orang-orang baik. Selamat menonton!
Film Ghibli keenam yang bakal di
tulis kali ini adalah Pom Poko. Awalnya saya menonton film ini pikiran pertama
saya adalah film ini merupakan film kartun yang sangat cocok bagi anak-anak.
Tapi setelah saya melihat ‘senjata’ yang digunakan para tokoh utama untuk
berperang, saya jadi memusnahkan pikiran saya tentang film kartun untuk anak-anak.
Jadi, film ini bercerita mengenai
perseteruan diantara rakun dan manusia. Perseteruan itu terjadi karena adanya
proyek pembangunan kota baru oleh manusia yang dengan arti lain menggusur
tempat tinggal rakun. Rakun-rakun yang tadinya tinggal di hutan yang akan
dijadikan proyek pembangunan itu mulai mencari cara untuk menghalang proyek itu
terus berlanjut. Mereka melakukan rapat besar untuk mencari cara bagaimana
caranya supaya proyek itu bisa dihentikan. Para tetua rakun akhirnya mengatakan
bahwa salah satu cara dengan berlatih merubah diri atau bertranformasi. Sambil
berlatih melakukan transformasi, dua orang rakun diutus untuk mencari para suhu
yang sudah sangat jago berubah bentuk. Selama menunggu kedua rakun, para rakun
yang masih tinggal di hutan tersebut belajar merubah diri menjadi manusia,
patung, hantu dan sebagainya.
Setelah melakukan latihan yang
cukup akhirnya mereka terjun kelapangan untuk mempraktekan ilmu mereka. Mereka
melakukan berbagai cara untuk mencelakai para pekerja bangunan dengan
berpura-pura menjadi jalan dan menutupi jurang, berubah menjadi pohon yang
tumbang dan sebagianya. Karena mereka
merasa cukup berhasil dengan melakukan cara terakhir itu, seekor rakun bernama
Gonta awalnya berencana untuk menghabis
semua manusia yang ada dibumi ini. Namun hal itu tidak jadi karena ada beberapa
hal dari manusia yang rakun lainnya suka, salah satuya adalah makanan-makanan
yang dibuat oleh manusia. Meskipun demikian, Gonta tepat bersikukuh untuk
menghacurkan semua manusia. Sayangnya, rencana itu harus dipendamnya karena
Gonta keburu keinjek-injek oleh rakun-rakun lainnya yang tertarik akan berita
acara yang berhubungan dengan rencana yang mereka pikir akan menghentikan
proyek pembangunan itu ternyata hanya mengalami penundaan. Hal itu menjadikan
para rakun kecewa karena merasa perjuangan yang mereka lakukan tidak ada
artinya. Beberapa saat kemudian, ada sebuah berita di televise yang mengatakan
bahwa kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh kutukan dewa-dewa penjaga gunung
tersebut. Dari situ rakun-rakun berfikir untuk merubah dirinya menjadi
patung-patung dewa di sepanjang jalan menuju gunung agar tidak terjadi
pembangunan di gunung tersebut. Lalu mereka menjadikan cerita tahayul yang
beredar di masyarakat menjadi kenyataan mereka berubah menjadi hantu-hantu.
Mereka menakut-nakuti manusia dengan berbagai cara dan bentuk. Dan mereka pun
mendapat kesenangan dari menakuti-nakuti manusia.
Singkatnya kemudian telah datang
kembalilah rakun yang ditugaskan mencari para guru tersebut. Tiga para guru
perubah bentuk telah datang. Para rakun kemudian diajari berbagai macam
perubahan bentuk. Suatu hari, mereka memutuskan untuk melalakukan semacam
festival hantu. Festival itu awalnya ditujukan untuk menakut-nakuti para
manusia. Hanya saja manusia justru terhibur dengan adanya pertunjukan itu.
Mereka menganggap hal tersebut merupakan sebuah pertunjukan luar biasa.
Pertunjukan itu berakhir ketika salah satu guru meninggal karena kehabisan
tenaga untuk melakukan festival tersebut. Para rakun pun berkabung dan mereka
menjadi sedih dan juga marah ketika melihat berita salah seorang direktur taman
bermain yang melakukan festival tersebut.
Disamping kejadian itu, ada
seorang musang yang mendegar juga mengenai hal tersebut yang kemudian
menghampiri kawanan rakun.Musang itu kemudian bertemu dengan seekor rakun. Oya,
musang ini juga bisa berubah wujud menjadi manusia seperti layaknya rakun juga.
Si Musang kemudian mengatakan kepada rakun untuk menyerah dengan keadaan. Mencoba
memanfaatkan keahlian mereka yang dapat berubah wujud dan mencari pekerjaan
sebagai manusia. si Rakun awalnya ragu karena masih banyak dari mereka yang belum
bisa melakukan transformasi, namun kemudian ia berfikir bahwa cara itu mungkin
akan berhasil. Akan tetapi pertemuan untuk membahas hal ini menjadi kacau dan
para rakun pun akhirnya terpecah belah. Sebelumnya mereka berencana untuk
mengakui keberadaan mereka dengan mengundang awak media dan sang suhu sudah
mengirimkan surat kepada salah satu stasiun televise untuk diwawancari.
Di tengah-tengah kehancuran
kelompok rakun tersebut, Gonta mengumpulkan beberapa rakun lainnya untuk
melakukan pertempuran. Mereka kembali menakut-nakuti manusia, menjadi perangkap
binatang, dan sebagainya. Sampai suatu saat ketika puncaknya terjadi, mereka
memutuskan untuk melakukan peperangan dengan para manusia dalam wujud mereka.
Di akhir cerita para rakun kalah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi manusia
agar tetap bisa bertahan hidup.
Film ini bener-bener mengangkat
isu yang sedang in, tentang manusia yang terus menerus melakukan pembangunan,
menghancurkan hutan untuk memperluas lahan, ekosistem yang menjadi tidak
seimbang, hewan-hewan yang semakin kehilangan tempat tinggalnya. Dimana pada
akhir cerita pun diceritakan bahwa tetap manusialah yang menang, hewan-hewan,
termasuk rakun, yang akan kalah dalam pertempuran ini. Meskipun di kemas dengan
sangat lucu, mulai dari pengambaran rakunnya sendiri yang dibuat imut sampai
tingkah laku rakun yang terkadang menggelikan, film ini tetap mampu menyentil
kita dengan ceritanya.
Hanya saja yang saya herankan dan
sudah sedikit saya bicarakan diawal yaitu mengenai ‘persenjataan’ mereka.
Kenapa senjata mereka harus ‘bola’ milik para rakun jantan. Ya, memang sih ya
mereka bisa berubah bentuk, tapi apa perlu ‘bola’ mereka ikut berubah bentuk
menjadi karpet, terjun payung, jembatan, bahkan sampai batu-batu besar yang
menjatuhi para polisi. Hmm..
Ponyo on the Cliff by the Sea adalah
film animasi buatan ghibli yang terbilang cukup baru dibuat yaitu tahun 2008.
Bercerita tentang ponyo yang katanya adalah sejenis ikan emas, yang saya
sendiri bingung kenapa dia bisa dikatakan sebagai ikan mas, padahal dia lebih
mirip dengan kura-kura atau lebih tepatnya adalah anak bayi yang dibedong. Tapi
karena diceritanya menjelaskan kalau dia adalah seekor ikan mas apa boleh buat.
:p hahha. Nah, jadi ceritanya si ikan mas bermuka bayi manusia ini yang nama
sebenarnya adalah Brunhilde sedang selo dan berencana jalan-jalan dan mencari
tahu apa yang ada diluar sana (maksudnya kehidupan selain di dalam lautan).
Ketika dia sedang asyik menikmati alam diluar lautan itu, tiba-tiba muncullah
sebuah kapal pengerok sampah. Ia pun ikut terkeruk di dalam pengerok sampah
tersebut dan terjebak di dalamsebuah
toples. Untungnya Brunhilde bisa keluar dari jaring kapal pengerok tadi
meskipun masih terjebak didalam toples.
Di sebuah sisi lain dari laut,
terdapat sebuah rumah yang berada di sebuah bukit atau puncak tebing yang
memiliki jalan langsung dibelakang rumahnya untuk menuju ke tepi pantai.
Seorang anak kecil laki-laki bernama Sousuke membawa kapal-kapalan untuk
bermain di tepi pantai tersebut. Ketika Sousuke hendak bermain, ia melihat
sebuah benda aneh yang terperangkap di dalam toples dan kemudian mengambilnya.
Karena mencoba menarik-narik benda itu tidak bisa, akhirnya Sousuke mencoba
memcahkannya dengan batu. Toples itu bisa pecah, tapi tangan Sousuke berdarah.
Dan ternyata benda aneh yang ditemukannya adalah seekor ikan emas, yaitu
Brunhilde. Brunhilde kemudian tiba-tiba menjilat darah yang keluar dari luka
Sousuke dan luka tersebut tiba-tiba langsung sembuh dengan seketika. Dan
tiba-tiba lagi, di laut muncul semacam ombak-ombak seram bermata yang seolah
mau menenggelamkan Sousuke. Berhubung Lisa, ibu Sousuke, memanggil Sousuke
untuk berangkat sekolah. Sousuke kemudian berlari menaiki tebing dna membawa
Brunhilde bersamanya. Ia lalu memasukkannya ke dalam ember dan membawanya ke
sekolah. Saat dalam perjalanan ke sekolah, Sousuke memberi nama ikan emas
temuannya dengan nama Ponyo. Disinilah dimana ikan emas berwajah ini bisa
menjadi Ponyo.
Ketika sampai di sekolah, Sousuke
pun menunjukkan ponyo kepada nenek-nenek tua yang tinggal dibelakang
sekolahannya dimana ibunya bekerja. Salah satu nenek bernamaToki yang menganggap Ponyo akan mendatangkan
Tsunami dan menyuruh Sousuke untuk mengembalikan Ponyo ke lautan. Karena perkataan
Toki tadi, Ponyo tiba-tiba menyemburkan air kea rah Toki. Toki yang
berteriak-teriak akhirnya memanggil semua pengurus di panti jompo termasuk
Lisa. Karena takut dimarahin, kemudian Sousuke membawa Ponyo untuk bersembunyi
di bawah tebing. Ketika bersembunyi, tiba-tiba saja Ponyo bersuara memanggil
nama Sousuke dan bilang ‘Ponyo Love Sousuke”, Sousuke pun terkejut dan senang.
Namun, tiba-tiba saja lagi, ombak-ombak bermata yang tadinya muncul dibawah
tebing dekat rumah Sousuke kembali muncul dan mengguyur Sousuke dan Ponyo.
Selesainya deburan ombaknya kelar, Sousuke menyadari bahwa Ponyo hilang kebawa
arus. Gak taunya ombak-ombak tersebut adalah garapan Fujimoto yang tidak lain
adalah ayah Ponyo demi membawa Ponyo kembali kelautan.Sousuke pun menangis dan hendak mencari Ponyo
hingga ketengah laut. Untung saja Lisa mengetahuinya dan membawa Sousuke ke
darat.
Ponyo yang sudah dilautan lagi,
kini di hokum oleh ayahnya dengan ditaruh di gelambung air. Fujimoto mengomeli
Ponyo mengenai manusia yang merupakan makhluk jahat. Manusia suka mengotori
laut, manusia menyebabkan polusi dan sebagainya, meskipun sebenarnya Fujimoto
dulunya adalah manusia juga. Dan Fujimoto pun menjadi lebih marah lagi ketika
ponyo mengatkan kalau dirinya menyukai Sousuke dan ingin menjadi manusia.
Keinginan ponyo yang kuat untuk menjadi manusia tiba-tiba terwujud pelan-pelan.
Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ponyo, perlahan ponyo mampu mengeluarkan
kaki dan tangan di tubuhnya. Dan ternyata hal ini dikarena Ponyo menghisap
darah Sousuke yang menjadikan ia memiliki kekuatan untuk berubah menjadi
manusia. Fujimoto yang tidak mau itu terjadi kemudian menggunakan sihirnya
untuk mengembalikan Ponyo ke dalam bentuk semula. Ponyo yang sudah kembali
kebentuk semul, kemudian di masukkan ke dalam gelembung yang lebih besar dimana
terdapat ribuan saudara-saudaranya yang masih kecil.
Ketika Fujimoto pergi kesebuah
ruangan yang terdapat sumur, dimana sumur tersebut jika sudah penuh akan
mengakhiri kehidupan manusia dan berubah menjadi era kehidupan laut,
saudara-saudara kecil Ponyo mengigitin gelembung yang mengurung Ponyo sampai
akhirnya gelembung itu pecah. Ketika gelembung ponyo pecah, kaki dan tangan
ponyo pun kembali dan ponyo pun bermaksud untuk kembali ke Sousuke. Karena ulah
Ponyo itu, sumur yang bakal menjadi bencana ketika penuh itu, akhirnya meluap
dalam sekejap karena keiisi oleh air laut yang masuk kedalam ruang itu. Dan
karena isi dari sumur tersebut merupakan ramuan ramuan yang dibuat oleh
Fujimoto, Ponyo yang terkena air itu menjadi manusia seutuhnya. Namun, kejadian itu menghadirkan bencana bagi
kehidupan manusia. Badai laut tiba-tiba terjadi. Anehnya ombak yang
bergulung-gulung di lautan menyerupai ikan yang berlari-larian. Ketika hampir
sampai rumah, Sousuke melihat anak perempuan kecil yang berlari-larian diatas
ombak tersebut. Sousuke kemudian memberitahu Lisa. Lisa pun mencari anak
tersebut tetapi tidak ketemu.Kerena tiba-tiba
ombak semakin mengerikan. Akhirnya Lisa menyuruh Sousuke untuk masuk ke dalam
mobil dan bergegas pulang kerumah. Tiba-tiba, ombak gede hampir menyapu mereka
dan muncullah anak kecil yang tiada bukan adalah Ponyo.
Akhirnya, Ponyo tinggal bersama
Lisa dan Sousuke. Malam itu, Mereka melihat bahwa lautan begitu tinggi dan
tidak ada kabar dari ayah Sousuke yang merupakan seorang pelaut. Lisa pun memutuskan
untuk mencarinya dan mengatakan pada Sousuke untuk tinggal dirumah. Namun,
hingga pagi tiba, Lisa pun tidak kunjung datang dan air telah naik hingga
dihalaman rumah Sousuke. Sousuke ingin mencari Lisa, tapi dia tidak bisa
melakukan apa-apa karena ia tidak punya kendaraan apalagi kapal untuk melewati
laut kecuali kapal-kapal kecil yang dia punya. Namun, berkat kekuatan Ponyo,
kapal tersebut bisa menjadi besar dan mereka berdua mulai menjelajahi lautan
dengan kapal tersebut. Disatu sisi, ternyata Lisa dan nenek-nenek di panti
jompo telah diselamatkan oleh Granmamare, ibu Ponyo yang merupakan seorang dewi
laut. Kemudian Fujimoto menemukan Sousuke dan Ponyo dan kemudian dibawa ke pada
Granmamare. Granmamare kemudian memberikan petuah-petuah kepada ponyo dan
Sousuke mengenai keinginan Ponyo untuk menjadi manusia. Granmamare mengijinkan
Ponyo untuk menjadi manusia dengan satu syarat yaitu Sousuke harus terus
mencintai Ponyo.
Film Ghibli yang satu ini superb.
Meskipun banyak review yang bilang film ini mirip-mirip dengan kisah Little
Mermaid, tapi menurut saya ini gak mirip, meskipun emang mungkin rada mirip
(halah!). Satu hal yang saya heran dari Ghibli adalah kenapa mereka bisa banget
ngebuat animasi yang sangat medetail. Maksud saya dari semua gerakan yang ada
di dalam film ini benar-benar mendetail, halus dan hidup. Mulai dari gerakan
air, gerakan rumput yang bergoyang, rambut yang terkena angin, gerakan
garuk-garuk, semua terlihat halus.
Dan sedikit berbeda dengan film
Ghibli yang pernah saya tonton lainnya. Opening title Ponyo on The Cliff by the
Sea ini benar-benar sangat kartun sekali. Hanya seperti coretan anak kecil yang
mengambar laut dan ikan-ikanan yang biasanya tidak pernah dipakai di film
Ghibli lainnya. Selain itu, diawalnya saja, hampir saja saya berhipotesis bahwa
gambar film ini akan jelek, ketika Fujimoto muncul di awal film. Sebentar saya
berfikir, “aduh, kayaknya ini gambarnya gak bagus. Kayak gambar film-film
kartun jaman dulu, kayak gambar-gambar saint seiya”. Dan awalnya saya mikir kalau
film ini adalah film tahun 1990 yang dibuat Ghibli. Untungnya setelah saya
melihat daratan (eh?) barulah saya menyadari film ini bukanlah tipe 90an.
Nah, sama dengan film-film Ghibli
yang lainnya, bahwasanya film ini pun pasti punya pesan yang diselipkan dibalik
animasinya yang wow. Dan lagi-lagi pesan yang tersirat adalah pesan mengenai
lingkungan. Mengenai manusia yang mengotori laut, mengenai manusia yang
menyebabkan banyak polusi dan seperti itulah. Dan lagi-lagi Ghibli memberi kita
pesan tanpa kita merasa digurui.
Selain itu, karakter yang ada
dalam film ini sangat menarik bagi saya. Terutama Lisa. Mengapa Lisa? Karena
dia semacam sosok ibu-ibu muda gaul yang doyan bawa mobil asal-asalan. Meskipun
demikian dia sangat peduli dengan orang lain. Disamping itu, Sousuke yang masih
kecil dan sangat mandiri membuat kita gemas dengan sifatnya. Ponyo yang sangat
pecicilan khas anak perempuan kecil yang menthel pun ngebut kita pengan
nyubit-nyubit pipinya. Suara yang mengisis para pengisi karakter pun sangat pas
sekali. Suara Sousuke ketika ia menangis waktu Ponyo hilang, bener-bener
seperti suara anak kecil yang sedang menangis-menangis. Tidak dibuat-buat.
Begitu pula dengan suara Ponyo yang cempreng ngebuat suasanan film ini jadi
rame.
Cuma satu hal yang saya
bingungkan yaitu kenapa Sousuke manggil ibunya dengan nama doang. ‘Lisa’ ? Yang
awalnya saya kira Lisa adalah kakaknya. Well, pokoknya film ini Woow sambil
koprol deh :D
Jadi, kali ini saya akan mengumumkan bahwa tema Cartoon yang bakal saya garap dibulan ini saya ubah menjadi Tema Cartoon dari Ghibli. Secara kan ya, ini beberapa posting dari pertama saya mostingnya film-film dari Ghibli. So, tulisan sekarang pun tetap dari Ghibli. Kali ini film yang bakal saya bahas adalah Tales from EarthSea. Sebenernya postingan selanjutnya bukan film Ghibli yang ini. tapi kemaren malem saya baru aja nonton film ini dan merasa gatel mau nulis tentang Film ini. tapi karena saya masih butuh tidur yang cukup demi masa pertumbuhan. Jadinya baru pagi-pagi gini saya ngepostnya (ini hanya alibi semata). jadi, Film Ghibli yang satu ini tidak lagi merupakan sentuhan Hayao Miyazaki, melainkan putranya sendiri yaitu Goro Miyazaki.
Cartoon ini bercerita tentang seorang anak pangeran muda bernama Arren. Diawal cerita diperlihatkan adanya sebuah kapal yang sedang berlayar. tiba-tiba muncullah semacam awan hitam yang mengelegar-gelar dilangit (halah apaan deh gue). Awak kapal yang kebingungan akan kejadian yang tiba-tiba itu tiba-tiba menemukan dua ekor naga yang sedang berkelahi, mungkin naga-naga itu sedang birahi untuk merebutkan naga wanita yang juga sedang heat. Secara kan ya sekarang lagi musim kawinnya hewan kayak kucing saya (apaan lagi deh lu thy). Nah, melihat kejadian itu, disebuah kerajaan sedang melakukan sebuah rapat besar diselenggarakan oleh seorang raja yang cemas dengan masalah rakyatnya yang sedang terjadi. Dimana gagal panen dan matinya hewan ternak makin marak dinegaranya itu. Selain itu, Raja yang mengetahui tentang adanya dua naga yang saling bertikai menjadi semakin cemas. konon dulu katanya kehidupan naga dan manusia itu bersama, namun karena satu lain hal, sepertinya mereka berbeda prinsip atau zodiak mereka gak matching jadinya mereka memilih untuk menjalani kehidupan masing-masing. Manusia tinggal di bumi, dan naga di langit.
Dan tiba-tiba ujug-ujug gitu aja, seorang pangeran muda yang bernama arren itu membunuh ayahnya dan ngambil pedang milik ayahnya. dan ujug-ujug tiba-tiba lagi, Arren sudah berkuda dan dikejar-kejar sama segerombolan serigala. Dan ketika Arren terjatuh dari kudanya dan hampir diserang oleh serigala, ia diselamatkan oleh seseorang bernama 'Sparrowhawk'. Kemudian Arren dan Sparrowhawk melakukan perjalan bersama ke sebuah desa. ketika diperjalanannya itu, Arren melihat seorang anak perempuan yang sedang di ganggu oleh segerombolan orang, Arren menolong anak perempuan itu, tapi sang anak perempuan malah marah kepada Arren dan pergi tanpa terimakasih. Arren pun mengetahui nama anak itu adalah Therru. Berawal dari sini, Arren tiba-tiba diculik oleh orang-orang yang tadi menggangu Therru. Dan di tengah perjalanan Arren mau dibawa ke tempat seorang penyihir jahat bernama Cob, Sparrowhawk menyelamatkannya. Dan membawa Arren ketempat Tenar untuk menlakukan pengobatan. Dimana ternyata Therru adalah anak Tenar.
Cob yang mengetahui kejadian itu, merasa marah dan ingin menangkap si Sparrowhawk dan menyuruh anak buahnya untuk mengunjungi tempat Tenar. Namun, karena si Hawk ini tidak ketemu karena ia pergi ke kota untuk mencari pedang Arren yg hilang, anak buah Cob menculik Tenar untuk dijadikan sandera. Sementara itu, Arren merasa ia harus pergi agar tidak dicari-cari oleh anak buah Cob, maka Therru hanya tinggal sendirian ketika kejadian itu berlangsung. Disamping diculiknyaa Tenar, Arren yang berusaha melakukan perjalanan sendiri itu, tiba-tiba mengalami kejadian aneh. Dimana dia melihat sesosok dirinya sendiri. Yang ternyata adalah kerjaannya si penyihir Cob. Cob kemudian membawa Arren bersamanya dan menghipnotis Arren dengan ketakutan Arren sendiri yaitu takut dengan kematian.
Sparrowhawk yang tau Tenar diculik oleh Cob dan Arren yang menghilang kemudian mencoba mencari dimana keberadaan Cob. hawk menitipkan pedang Arren kepada Therru kalau-kalau Arren pulang. Sparrowhawk yang berhasil sampai ketempat Cob bertemu dengan Arren yang sudah terhasut oleh Cob. Ujug-ujug Therru bertemu dengan Arren, tapi ternyata itu buka Arren melainkan semacam rohnya Arren. sosok lain Arren itu menyuruh Therru untuk menyusul Arren. Sesampainya di istana Cob, Therru berhasil menemukan Arren dan menyadarkana Arren kembali dengan memberikan pedang Arren tersebut. Therru dan Arren berniat untuk menyelamatkan Tenar dan Hawk. Karena kekuatan pedang Arren yang seperti hebatnya pedang si kesatria baja hitam itu mampu memutus tangan Cob, seketika itu Cob berubah menjadi sesosok orang tua. Yang ternyata Cob menggunakan sihirnya untuknya menghindari dirinya dari tua dan kematian. Sayangnya Cob tidak mati, dia justru menyekap Therru dan membunuhnya. Theruu yang disangka sudah meninggal tersebut ternyata bangkit lagi menjadi seekor naga.
Nah, begitulah ceritanya. panjang ya saya nulisnya. Yang mau saya katakan tentang film Ghibli yang satu ini adalah film ini diluar ekspetasi saya dimana ketika saya nonton film Ghibli akan berkata 'waooow kereeen'. Entah ini cuma perasaan saya saja apa emang film ini kurang greget. Saya cenderung bosan nontonnya, malah saya bisa sambil nyicil baca buku ketika nonton film ini. Film ini banyak ujug-ujugnya yang mana artinya tiba-tiba. terlalu terburu-buru. Mungkin karena yang ngebuat ini adalah Goro Miyazaki yang merupakan anak dari Hayao Miyazaki masih belum bisa mengarahkan ceritanya seperti sang ayahnya. Seperti ketika diawal cerita dijelaskan mengenai masalah gagal panen dan banyaknya hean yang meninggal, tapi selama film ini diputar di windows media player tidak ada kejelasan lagi mengenai itu. sosok Arren yang ceritanya mempunyai sisi lain dalam dirinya yang ketakutan akan kematian pun tidak kuat pula sifatnya. dan tiba-tiba si Therru yang ujug-ujug menjadi naga.
Well, selamat long weekend loh ya teman-teman. Jangan lupa hari jumat ini yang cowok pada sholat jumat biar ganteng :)