Followers

Wednesday, November 28, 2012

Cartoon #7 : Kiki's Delivery Service

 Film ini diawali dengan seorang gadis berumur 13 tahun bernama Kiki yang sedang asik tiduran diatas rumput sambil asik mendengarkan berita di radio. TIba-tiba ia tersadar dari tidurnya dan berlari-lari menuju rumahnya dan mengatakan pada ibunya bahwa dia akan pergi malam ini. Karena Kiki merasa malam ini adalah malam yang sempurna untuk pergi. Langit akan cerah dan bulan akan terlihat indah, begitu kata berita yang tadi dia dengarkan. Lalu kenapa Kiki harus pergi? dan mau kemana kah Kiki? Kiki akan menjalani pelatihan sebagai seorang penyihir. Karena dia dilahirkan dalam keturunan penyihir maka ketika ia sudah berumur 13 tahun, ia harus melakukan sebuah pelatihan dengan merantau ke negri orang dan melakukan pengabdian. Dan dimulailah perjalanan Kiki untuk latihan menjadi penyihirnya. Dengan menggunakan baju hitam layaknya para penyihir dan ditemani dengan kucing hitamnya yang bernama Jiji, juga tak lupa dengan sapu lidinya yang bisa terbang. Kiki pun siap mencari tempat destinasi dimana dia akan menjalani latihannya. 

 
Kiki menikmati perjalanannya pertamanya dengan sapu terbang. Ia menikmati melihat lampu-lampu kota dari atas, kendaraan yang lalu lalang di jalan raya, hingga berpapasan dengan pesawat terbang. Dan ketika Kiki sedang menikmati perjalanannya itu, ia melihat seorang witch muda yang juga sedang terbang dengan sapunya. Penyihir muda itu juga sedang melakukan pelatihan dan ia merupakan tukang ramal di desa dimana dia melakukan pelatihan. Ketika penyihir muda itu bertanya kepada Kiki mengenai apa yang menjadi keahliannya,Kiki tidak bisa menjawabnya. Kiki menjadi merasa cemas karena dia tidak tahu apa yang menjadi keahliannya. Dia harus mencari tahu apa yang menjadi keahliannya.


Tibalah Kiki di sebuah kota yang dia rasa ia bisa tinggal disitu untuk menjalani pelatihannya. Kiki mengelilingin kota dengan terbang menggunakan sapunya hingga membuat orang-orang menjadi heran, tercengan, kaget, terkejut dan ekspresi-ekspresi lainnya. Sayangnya, diawal perkenalannya dengan warga setempat Kiki justru membuat kekacauan sampai hampir membuat kecelakaan lalu lintas dan harus berurusan dengan polisi. Untungnya, seorang anak bernama Tombo membantu Kiki dengan mengatakan ada seorang pencuri yg membuat polisi tersebut beralih dari Kiki ke pencuri. Tapi bukannya berterimakasih, Kiki malah marah kepada Tombo karena ia merasa tidak butuh untuk di tolong. Meskipun demikian, hal itu justru membuat Tombo menjadi senang.



Ketika Kiki sedang merenungi nasibnya, tiba-tiba seorang wanita hamil yang berdiri di sampingnya dan berteriak-teriak memanggil seorang ibu dengan kereta bayi sambil membawa empeng bayi. Wanita hamil yang ternyata pemilik toko roti tersebut awalnya memutuskan untuk mengantarkan empeng bayi itu ke ibu yang meninggalkannya di tokonya. Melihat hal itu, Kiki menawarkan dirinya untuk membantu mengantarkannya ke ibu-ibu tersebut. Wanita hamil pun sangat berterima kasih dan sangat terkejut ketika melihat kiki pergi mengejar ibu yang membawa kereta bayi tersebut dengan terbang menggunakan sapu lidinya.


Dari kejadian itu, Kiki memulai pelatihannya. Wanita hamil pemilik toko roti yang ternyata bernama Osono tersebut mengetahui bahwa kiki adalah seorang penyihir muda yang sedang dalam training dan meminjamkan kamar kosong yang ada di rumahnya. Kiki pun berkerja untuk Osono di toko rotinya dan semenjak kedatangan Kiki, toko roti Osono membuka satu pelayan khusus yaitu layanan pengiriman dengan mengunakan kiki dan sapu terbangnya. 


Film ini sangat menarik menurut saya. Meskipun ceritanya sebenarnya sederhana tapi saya bisa menikmati alur ceritanya dengan nyaman. Kiki yang seorang gadis muda yang masih sangat antusias dengan apa yang harus ia lakukan, keadaan dimana dia bisa juga sangat drop karena kehilangan semangat sampai keberaniannya yang sangat luar biasa demi menyelamatkan orang terdekatnya. Dan Ghibli lagi-lagi menyihir kita dengan ilustrasi yang terlihat begitu nyata. Dan lagi ada yang berbeda dari film Ghibli lainnnya, Kiki’s Delivery service ini gak ada tuh pesan-pesan tentang lingkungannya.Ceritanya pure untuk menghibur dan pas sekali untuk anak-anak. Lagi pula film ini memudarkan ingatkan kita tentang nenek sihir jahat yang suka menggunakan mantra-mantra untuk menghacurkan orang-orang baik. Selamat menonton!

Sunday, November 25, 2012

Cartoon #6 : Pom Poko



Film Ghibli keenam yang bakal di tulis kali ini adalah Pom Poko. Awalnya saya menonton film ini pikiran pertama saya adalah film ini merupakan film kartun yang sangat cocok bagi anak-anak. Tapi setelah saya melihat ‘senjata’ yang digunakan para tokoh utama untuk berperang, saya jadi memusnahkan pikiran saya tentang film kartun untuk anak-anak. 

Jadi, film ini bercerita mengenai perseteruan diantara rakun dan manusia. Perseteruan itu terjadi karena adanya proyek pembangunan kota baru oleh manusia yang dengan arti lain menggusur tempat tinggal rakun. Rakun-rakun yang tadinya tinggal di hutan yang akan dijadikan proyek pembangunan itu mulai mencari cara untuk menghalang proyek itu terus berlanjut. Mereka melakukan rapat besar untuk mencari cara bagaimana caranya supaya proyek itu bisa dihentikan. Para tetua rakun akhirnya mengatakan bahwa salah satu cara dengan berlatih merubah diri atau bertranformasi. Sambil berlatih melakukan transformasi, dua orang rakun diutus untuk mencari para suhu yang sudah sangat jago berubah bentuk. Selama menunggu kedua rakun, para rakun yang masih tinggal di hutan tersebut belajar merubah diri menjadi manusia, patung, hantu dan sebagainya. 

 
Setelah melakukan latihan yang cukup akhirnya mereka terjun kelapangan untuk mempraktekan ilmu mereka. Mereka melakukan berbagai cara untuk mencelakai para pekerja bangunan dengan berpura-pura menjadi jalan dan menutupi jurang, berubah menjadi pohon yang tumbang  dan sebagianya. Karena mereka merasa cukup berhasil dengan melakukan cara terakhir itu, seekor rakun bernama Gonta  awalnya berencana untuk menghabis semua manusia yang ada dibumi ini. Namun hal itu tidak jadi karena ada beberapa hal dari manusia yang rakun lainnya suka, salah satuya adalah makanan-makanan yang dibuat oleh manusia. Meskipun demikian, Gonta tepat bersikukuh untuk menghacurkan semua manusia. Sayangnya, rencana itu harus dipendamnya karena Gonta keburu keinjek-injek oleh rakun-rakun lainnya yang tertarik akan berita acara yang berhubungan dengan rencana yang mereka pikir akan menghentikan proyek pembangunan itu ternyata hanya mengalami penundaan. Hal itu menjadikan para rakun kecewa karena merasa perjuangan yang mereka lakukan tidak ada artinya. Beberapa saat kemudian, ada sebuah berita di televise yang mengatakan bahwa kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh kutukan dewa-dewa penjaga gunung tersebut. Dari situ rakun-rakun berfikir untuk merubah dirinya menjadi patung-patung dewa di sepanjang jalan menuju gunung agar tidak terjadi pembangunan di gunung tersebut. Lalu mereka menjadikan cerita tahayul yang beredar di masyarakat menjadi kenyataan mereka berubah menjadi hantu-hantu. Mereka menakut-nakuti manusia dengan berbagai cara dan bentuk. Dan mereka pun mendapat kesenangan dari menakuti-nakuti manusia. 


Singkatnya kemudian telah datang kembalilah rakun yang ditugaskan mencari para guru tersebut. Tiga para guru perubah bentuk telah datang. Para rakun kemudian diajari berbagai macam perubahan bentuk. Suatu hari, mereka memutuskan untuk melalakukan semacam festival hantu. Festival itu awalnya ditujukan untuk menakut-nakuti para manusia. Hanya saja manusia justru terhibur dengan adanya pertunjukan itu. Mereka menganggap hal tersebut merupakan sebuah pertunjukan luar biasa. Pertunjukan itu berakhir ketika salah satu guru meninggal karena kehabisan tenaga untuk melakukan festival tersebut. Para rakun pun berkabung dan mereka menjadi sedih dan juga marah ketika melihat berita salah seorang direktur taman bermain yang melakukan festival tersebut. 


Disamping kejadian itu, ada seorang musang yang mendegar juga mengenai hal tersebut yang kemudian menghampiri kawanan rakun.Musang itu kemudian bertemu dengan seekor rakun. Oya, musang ini juga bisa berubah wujud menjadi manusia seperti layaknya rakun juga. Si Musang kemudian mengatakan kepada rakun untuk menyerah dengan keadaan. Mencoba memanfaatkan keahlian mereka yang dapat berubah wujud dan mencari pekerjaan sebagai manusia. si Rakun awalnya ragu  karena masih banyak dari mereka yang belum bisa melakukan transformasi, namun kemudian ia berfikir bahwa cara itu mungkin akan berhasil. Akan tetapi pertemuan untuk membahas hal ini menjadi kacau dan para rakun pun akhirnya terpecah belah. Sebelumnya mereka berencana untuk mengakui keberadaan mereka dengan mengundang awak media dan sang suhu sudah mengirimkan surat kepada salah satu stasiun televise untuk diwawancari.


Di tengah-tengah kehancuran kelompok rakun tersebut, Gonta mengumpulkan beberapa rakun lainnya untuk melakukan pertempuran. Mereka kembali menakut-nakuti manusia, menjadi perangkap binatang, dan sebagainya. Sampai suatu saat ketika puncaknya terjadi, mereka memutuskan untuk melakukan peperangan dengan para manusia dalam wujud mereka. Di akhir cerita para rakun kalah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi manusia agar tetap bisa bertahan hidup.


Film ini bener-bener mengangkat isu yang sedang in, tentang manusia yang terus menerus melakukan pembangunan, menghancurkan hutan untuk memperluas lahan, ekosistem yang menjadi tidak seimbang, hewan-hewan yang semakin kehilangan tempat tinggalnya. Dimana pada akhir cerita pun diceritakan bahwa tetap manusialah yang menang, hewan-hewan, termasuk rakun, yang akan kalah dalam pertempuran ini. Meskipun di kemas dengan sangat lucu, mulai dari pengambaran rakunnya sendiri yang dibuat imut sampai tingkah laku rakun yang terkadang menggelikan, film ini tetap mampu menyentil kita dengan ceritanya.


 Hanya saja yang saya herankan dan sudah sedikit saya bicarakan diawal yaitu mengenai ‘persenjataan’ mereka. Kenapa senjata mereka harus ‘bola’ milik para rakun jantan. Ya, memang sih ya mereka bisa berubah bentuk, tapi apa perlu ‘bola’ mereka ikut berubah bentuk menjadi karpet, terjun payung, jembatan, bahkan sampai batu-batu besar yang menjatuhi para polisi. Hmm..

Saturday, November 24, 2012

Cartoon #5 : Ponyo onThe Cliff by The Sea


Ponyo on the Cliff by the Sea adalah film animasi buatan ghibli yang terbilang cukup baru dibuat yaitu tahun 2008. Bercerita tentang ponyo yang katanya adalah sejenis ikan emas, yang saya sendiri bingung kenapa dia bisa dikatakan sebagai ikan mas, padahal dia lebih mirip dengan kura-kura atau lebih tepatnya adalah anak bayi yang dibedong. Tapi karena diceritanya menjelaskan kalau dia adalah seekor ikan mas apa boleh buat. :p hahha. Nah, jadi ceritanya si ikan mas bermuka bayi manusia ini yang nama sebenarnya adalah Brunhilde sedang selo dan berencana jalan-jalan dan mencari tahu apa yang ada diluar sana (maksudnya kehidupan selain di dalam lautan). Ketika dia sedang asyik menikmati alam diluar lautan itu, tiba-tiba muncullah sebuah kapal pengerok sampah. Ia pun ikut terkeruk di dalam pengerok sampah tersebut dan terjebak di dalam  sebuah toples. Untungnya Brunhilde bisa keluar dari jaring kapal pengerok tadi meskipun masih terjebak didalam toples.

Di sebuah sisi lain dari laut, terdapat sebuah rumah yang berada di sebuah bukit atau puncak tebing yang memiliki jalan langsung dibelakang rumahnya untuk menuju ke tepi pantai. Seorang anak kecil laki-laki bernama Sousuke membawa kapal-kapalan untuk bermain di tepi pantai tersebut. Ketika Sousuke hendak bermain, ia melihat sebuah benda aneh yang terperangkap di dalam toples dan kemudian mengambilnya. Karena mencoba menarik-narik benda itu tidak bisa, akhirnya Sousuke mencoba memcahkannya dengan batu. Toples itu bisa pecah, tapi tangan Sousuke berdarah. Dan ternyata benda aneh yang ditemukannya adalah seekor ikan emas, yaitu Brunhilde. Brunhilde kemudian tiba-tiba menjilat darah yang keluar dari luka Sousuke dan luka tersebut tiba-tiba langsung sembuh dengan seketika. Dan tiba-tiba lagi, di laut muncul semacam ombak-ombak seram bermata yang seolah mau menenggelamkan Sousuke. Berhubung Lisa, ibu Sousuke, memanggil Sousuke untuk berangkat sekolah. Sousuke kemudian berlari menaiki tebing dna membawa Brunhilde bersamanya. Ia lalu memasukkannya ke dalam ember dan membawanya ke sekolah. Saat dalam perjalanan ke sekolah, Sousuke memberi nama ikan emas temuannya dengan nama Ponyo. Disinilah dimana ikan emas berwajah ini bisa menjadi Ponyo. 


Ketika sampai di sekolah, Sousuke pun menunjukkan ponyo kepada nenek-nenek tua yang tinggal dibelakang sekolahannya dimana ibunya bekerja. Salah satu nenek bernama  Toki yang menganggap Ponyo akan mendatangkan Tsunami dan menyuruh Sousuke untuk mengembalikan Ponyo ke lautan. Karena perkataan Toki tadi, Ponyo tiba-tiba menyemburkan air kea rah Toki. Toki yang berteriak-teriak akhirnya memanggil semua pengurus di panti jompo termasuk Lisa. Karena takut dimarahin, kemudian Sousuke membawa Ponyo untuk bersembunyi di bawah tebing. Ketika bersembunyi, tiba-tiba saja Ponyo bersuara memanggil nama Sousuke dan bilang ‘Ponyo Love Sousuke”, Sousuke pun terkejut dan senang. Namun, tiba-tiba saja lagi, ombak-ombak bermata yang tadinya muncul dibawah tebing dekat rumah Sousuke kembali muncul dan mengguyur Sousuke dan Ponyo. Selesainya deburan ombaknya kelar, Sousuke menyadari bahwa Ponyo hilang kebawa arus. Gak taunya ombak-ombak tersebut adalah garapan Fujimoto yang tidak lain adalah ayah Ponyo demi membawa Ponyo kembali kelautan.  Sousuke pun menangis dan hendak mencari Ponyo hingga ketengah laut. Untung saja Lisa mengetahuinya dan membawa Sousuke ke darat. 


Ponyo yang sudah dilautan lagi, kini di hokum oleh ayahnya dengan ditaruh di gelambung air. Fujimoto mengomeli Ponyo mengenai manusia yang merupakan makhluk jahat. Manusia suka mengotori laut, manusia menyebabkan polusi dan sebagainya, meskipun sebenarnya Fujimoto dulunya adalah manusia juga. Dan Fujimoto pun menjadi lebih marah lagi ketika ponyo mengatkan kalau dirinya menyukai Sousuke dan ingin menjadi manusia. Keinginan ponyo yang kuat untuk menjadi manusia tiba-tiba terwujud pelan-pelan. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ponyo, perlahan ponyo mampu mengeluarkan kaki dan tangan di tubuhnya. Dan ternyata hal ini dikarena Ponyo menghisap darah Sousuke yang menjadikan ia memiliki kekuatan untuk berubah menjadi manusia. Fujimoto yang tidak mau itu terjadi kemudian menggunakan sihirnya untuk mengembalikan Ponyo ke dalam bentuk semula. Ponyo yang sudah kembali kebentuk semul, kemudian di masukkan ke dalam gelembung yang lebih besar dimana terdapat ribuan saudara-saudaranya yang masih kecil.


Ketika Fujimoto pergi kesebuah ruangan yang terdapat sumur, dimana sumur tersebut jika sudah penuh akan mengakhiri kehidupan manusia dan berubah menjadi era kehidupan laut, saudara-saudara kecil Ponyo mengigitin gelembung yang mengurung Ponyo sampai akhirnya gelembung itu pecah. Ketika gelembung ponyo pecah, kaki dan tangan ponyo pun kembali dan ponyo pun bermaksud untuk kembali ke Sousuke. Karena ulah Ponyo itu, sumur yang bakal menjadi bencana ketika penuh itu, akhirnya meluap dalam sekejap karena keiisi oleh air laut yang masuk kedalam ruang itu. Dan karena isi dari sumur tersebut merupakan ramuan ramuan yang dibuat oleh Fujimoto, Ponyo yang terkena air itu menjadi manusia seutuhnya.  Namun, kejadian itu menghadirkan bencana bagi kehidupan manusia. Badai laut tiba-tiba terjadi. Anehnya ombak yang bergulung-gulung di lautan menyerupai ikan yang berlari-larian. Ketika hampir sampai rumah, Sousuke melihat anak perempuan kecil yang berlari-larian diatas ombak tersebut. Sousuke kemudian memberitahu Lisa. Lisa pun mencari anak tersebut tetapi tidak ketemu.  Kerena tiba-tiba ombak semakin mengerikan. Akhirnya Lisa menyuruh Sousuke untuk masuk ke dalam mobil dan bergegas pulang kerumah. Tiba-tiba, ombak gede hampir menyapu mereka dan muncullah anak kecil yang tiada bukan adalah Ponyo.


Akhirnya, Ponyo tinggal bersama Lisa dan Sousuke. Malam itu, Mereka melihat bahwa lautan begitu tinggi dan tidak ada kabar dari ayah Sousuke yang merupakan seorang pelaut. Lisa pun memutuskan untuk mencarinya dan mengatakan pada Sousuke untuk tinggal dirumah. Namun, hingga pagi tiba, Lisa pun tidak kunjung datang dan air telah naik hingga dihalaman rumah Sousuke. Sousuke ingin mencari Lisa, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena ia tidak punya kendaraan apalagi kapal untuk melewati laut kecuali kapal-kapal kecil yang dia punya. Namun, berkat kekuatan Ponyo, kapal tersebut bisa menjadi besar dan mereka berdua mulai menjelajahi lautan dengan kapal tersebut. Disatu sisi, ternyata Lisa dan nenek-nenek di panti jompo telah diselamatkan oleh Granmamare, ibu Ponyo yang merupakan seorang dewi laut. Kemudian Fujimoto menemukan Sousuke dan Ponyo dan kemudian dibawa ke pada Granmamare. Granmamare kemudian memberikan petuah-petuah kepada ponyo dan Sousuke mengenai keinginan Ponyo untuk menjadi manusia. Granmamare mengijinkan Ponyo untuk menjadi manusia dengan satu syarat yaitu Sousuke harus terus mencintai Ponyo.


Film Ghibli yang satu ini superb. Meskipun banyak review yang bilang film ini mirip-mirip dengan kisah Little Mermaid, tapi menurut saya ini gak mirip, meskipun emang mungkin rada mirip (halah!). Satu hal yang saya heran dari Ghibli adalah kenapa mereka bisa banget ngebuat animasi yang sangat medetail. Maksud saya dari semua gerakan yang ada di dalam film ini benar-benar mendetail, halus dan hidup. Mulai dari gerakan air, gerakan rumput yang bergoyang, rambut yang terkena angin, gerakan garuk-garuk, semua terlihat halus. 
 

Dan sedikit berbeda dengan film Ghibli yang pernah saya tonton lainnya. Opening title Ponyo on The Cliff by the Sea ini benar-benar sangat kartun sekali. Hanya seperti coretan anak kecil yang mengambar laut dan ikan-ikanan yang biasanya tidak pernah dipakai di film Ghibli lainnya. Selain itu, diawalnya saja, hampir saja saya berhipotesis bahwa gambar film ini akan jelek, ketika Fujimoto muncul di awal film. Sebentar saya berfikir, “aduh, kayaknya ini gambarnya gak bagus. Kayak gambar film-film kartun jaman dulu, kayak gambar-gambar saint seiya”. Dan awalnya saya mikir kalau film ini adalah film tahun 1990 yang dibuat Ghibli. Untungnya setelah saya melihat daratan (eh?) barulah saya menyadari film ini bukanlah tipe 90an. 


Nah, sama dengan film-film Ghibli yang lainnya, bahwasanya film ini pun pasti punya pesan yang diselipkan dibalik animasinya yang wow. Dan lagi-lagi pesan yang tersirat adalah pesan mengenai lingkungan. Mengenai manusia yang mengotori laut, mengenai manusia yang menyebabkan banyak polusi dan seperti itulah. Dan lagi-lagi Ghibli memberi kita pesan tanpa kita merasa digurui.


Selain itu, karakter yang ada dalam film ini sangat menarik bagi saya. Terutama Lisa. Mengapa Lisa? Karena dia semacam sosok ibu-ibu muda gaul yang doyan bawa mobil asal-asalan. Meskipun demikian dia sangat peduli dengan orang lain. Disamping itu, Sousuke yang masih kecil dan sangat mandiri membuat kita gemas dengan sifatnya. Ponyo yang sangat pecicilan khas anak perempuan kecil yang menthel pun ngebut kita pengan nyubit-nyubit pipinya. Suara yang mengisis para pengisi karakter pun sangat pas sekali. Suara Sousuke ketika ia menangis waktu Ponyo hilang, bener-bener seperti suara anak kecil yang sedang menangis-menangis. Tidak dibuat-buat. Begitu pula dengan suara Ponyo yang cempreng ngebuat suasanan film ini jadi rame. 


 Cuma satu hal yang saya bingungkan yaitu kenapa Sousuke manggil ibunya dengan nama doang. ‘Lisa’ ? Yang awalnya saya kira Lisa adalah kakaknya. Well, pokoknya film ini Woow sambil koprol deh :D

Friday, November 16, 2012

Cartoon #4 : Tales from Earthsea

Selamat pagi-pagi . :)
Jadi, kali ini saya akan mengumumkan bahwa tema Cartoon yang bakal saya garap dibulan ini saya ubah menjadi Tema Cartoon dari Ghibli. Secara kan ya, ini beberapa posting dari pertama saya mostingnya film-film dari Ghibli. So, tulisan sekarang pun tetap dari Ghibli.  Kali ini film yang bakal saya bahas adalah Tales from EarthSea. Sebenernya postingan selanjutnya bukan film Ghibli yang ini. tapi kemaren malem saya baru aja nonton film ini dan merasa gatel mau nulis tentang Film ini. tapi karena saya masih butuh tidur yang cukup demi masa pertumbuhan. Jadinya baru pagi-pagi gini saya ngepostnya (ini hanya alibi semata). jadi, Film Ghibli yang satu ini tidak lagi merupakan sentuhan Hayao Miyazaki, melainkan putranya sendiri yaitu Goro Miyazaki.
    Cartoon ini bercerita tentang seorang anak pangeran muda bernama Arren. Diawal cerita diperlihatkan adanya sebuah kapal yang sedang berlayar. tiba-tiba muncullah semacam awan hitam yang mengelegar-gelar dilangit (halah apaan deh gue). Awak kapal yang kebingungan akan kejadian yang tiba-tiba itu tiba-tiba menemukan dua ekor naga yang sedang berkelahi, mungkin naga-naga itu sedang birahi untuk merebutkan naga wanita yang juga sedang heat. Secara kan ya sekarang lagi musim kawinnya hewan kayak kucing saya (apaan lagi deh lu thy). Nah, melihat kejadian itu, disebuah kerajaan sedang melakukan sebuah rapat besar diselenggarakan oleh seorang raja yang cemas dengan masalah rakyatnya yang sedang terjadi. Dimana gagal panen dan matinya hewan ternak makin marak dinegaranya itu. Selain itu, Raja yang mengetahui tentang adanya dua naga yang saling bertikai menjadi semakin cemas. konon dulu katanya kehidupan naga dan manusia itu bersama, namun karena satu lain hal, sepertinya mereka berbeda prinsip atau zodiak mereka gak matching jadinya mereka memilih untuk menjalani kehidupan masing-masing. Manusia tinggal di bumi, dan naga di langit. 


Dan tiba-tiba ujug-ujug gitu aja, seorang pangeran muda yang bernama arren itu membunuh ayahnya dan ngambil pedang milik ayahnya. dan ujug-ujug tiba-tiba lagi, Arren sudah berkuda dan dikejar-kejar sama segerombolan serigala. Dan ketika Arren terjatuh dari kudanya dan hampir diserang oleh serigala, ia diselamatkan oleh seseorang bernama 'Sparrowhawk'. Kemudian Arren dan Sparrowhawk melakukan perjalan bersama ke sebuah desa. ketika diperjalanannya itu, Arren melihat seorang anak perempuan yang sedang di ganggu oleh segerombolan orang, Arren menolong anak  perempuan itu, tapi sang anak perempuan malah marah kepada Arren dan pergi tanpa terimakasih. Arren pun mengetahui nama anak itu adalah Therru. Berawal dari sini, Arren tiba-tiba diculik oleh orang-orang yang tadi menggangu Therru. Dan di tengah perjalanan Arren mau dibawa ke tempat seorang penyihir jahat bernama Cob, Sparrowhawk menyelamatkannya. Dan membawa Arren ketempat Tenar untuk menlakukan pengobatan. Dimana ternyata Therru adalah anak Tenar. 


Cob yang mengetahui kejadian itu, merasa marah dan ingin menangkap si Sparrowhawk dan menyuruh anak buahnya untuk mengunjungi tempat Tenar. Namun, karena si Hawk ini tidak ketemu karena ia pergi ke kota untuk mencari pedang Arren yg hilang, anak buah Cob menculik Tenar untuk dijadikan sandera. Sementara itu, Arren merasa ia harus pergi agar tidak dicari-cari oleh anak buah Cob, maka Therru hanya tinggal sendirian ketika kejadian itu berlangsung. Disamping diculiknyaa Tenar, Arren yang berusaha melakukan perjalanan sendiri itu, tiba-tiba mengalami kejadian aneh. Dimana dia melihat sesosok dirinya sendiri. Yang ternyata adalah kerjaannya si penyihir Cob. Cob kemudian membawa Arren bersamanya dan menghipnotis Arren dengan ketakutan Arren sendiri yaitu takut dengan kematian.


Sparrowhawk yang tau Tenar diculik oleh Cob dan Arren yang menghilang kemudian mencoba mencari dimana keberadaan Cob. hawk menitipkan pedang Arren kepada Therru kalau-kalau Arren pulang. Sparrowhawk yang berhasil sampai ketempat Cob bertemu dengan Arren yang sudah terhasut oleh Cob. Ujug-ujug Therru bertemu dengan Arren, tapi ternyata itu buka Arren melainkan semacam rohnya Arren. sosok lain Arren itu menyuruh Therru untuk menyusul Arren. Sesampainya di istana Cob, Therru berhasil menemukan Arren dan menyadarkana Arren kembali dengan memberikan pedang Arren tersebut. Therru dan Arren berniat untuk menyelamatkan Tenar dan Hawk. Karena kekuatan pedang Arren yang seperti hebatnya pedang si kesatria baja hitam itu mampu memutus tangan Cob, seketika itu Cob berubah menjadi sesosok orang tua. Yang ternyata Cob menggunakan sihirnya untuknya menghindari dirinya dari tua dan kematian. Sayangnya Cob tidak mati, dia justru menyekap Therru dan membunuhnya. Theruu yang disangka sudah meninggal tersebut ternyata bangkit lagi menjadi seekor naga.

Nah, begitulah ceritanya. panjang ya saya nulisnya. Yang mau saya katakan tentang film Ghibli yang satu ini adalah film ini diluar ekspetasi saya dimana ketika saya nonton film Ghibli akan berkata 'waooow kereeen'. Entah ini cuma perasaan saya saja apa emang film ini kurang greget. Saya cenderung bosan nontonnya, malah saya bisa sambil nyicil baca buku ketika nonton film ini. Film ini banyak ujug-ujugnya yang mana artinya tiba-tiba. terlalu terburu-buru. Mungkin karena yang ngebuat ini adalah Goro Miyazaki yang merupakan anak dari Hayao Miyazaki masih belum bisa mengarahkan ceritanya seperti sang ayahnya. Seperti ketika diawal cerita dijelaskan mengenai masalah gagal panen dan banyaknya hean yang meninggal, tapi selama film ini diputar di windows media player tidak ada kejelasan lagi mengenai itu. sosok Arren yang ceritanya mempunyai sisi lain dalam dirinya yang ketakutan akan kematian pun tidak kuat pula sifatnya. dan tiba-tiba si Therru yang ujug-ujug menjadi naga. 
Well, selamat long weekend loh ya teman-teman. Jangan lupa hari jumat ini yang cowok pada sholat jumat biar ganteng :)