Followers

Monday, January 31, 2011

A Story by Lan Fang

Beberapa hari ini saya hanya berdiam diri di rumah. Bingung mau melakukan apa. Akhirnya saya hanya melahap buku-buku yang ada dirumah dan belum sempat saya jamah akibat kesibukan semester lalu. Salah satu buku yang saya baca adalah Kumpulan Cerpen terbaik Indonesia tahun 2009 yang diterbitin oleh Gramedia. Dari cerpen-cerpen yang dimuat di buku ini, ada satu cerpen yang saya suka. Judulnya Sonata, karya Lan Fang. Setelah baca cerpen tersebut, saya iseng-iseng nyari karya-karyanya si Lan Fang ini. Ada salah satu cerita pendeknya dia lagi yang saya suka, judulnya Yang Paling Penting. 





Yang Paling Penting 


Di rumah. Hujan. Di teras. Duduk. Air jatuh satu-satu dari bibir genting. Menciprati lantai. Menggenangi rumput. Susul menyusul. Menjadi bunyi yang paling sepi. 

Kamu suka musik klasik atau musik jazz?" tanyamu, seakan-akan itu adalah pertanyaan penting. Padahal, itu tidak penting. Karena aku punya pertanyaan lain yang lebih penting untukmu. "Kamu suka hujan waktu pagi hari atau sore hari?" Ini pertanyaan penting untukku. Tetapi aku tahu bahwa itu pertanyaan yang tidak penting menurutmu.

Karena kira-kira aku sudah tahu apa jawabanmu. "Hujan bikin becek, banjir, dan macet."

Tetapi apakah kau tahu kalau serakan hujan tampak berkilau di ujung lancipnya rerumputan? Aku ragu, kau tahu itu. Aku juga tidak merasa yakin kalau kau pernah mencium wangi cemara yang mengambang di udara sehabis dibasahi hujan. Jadi akulah yang menambang semerbak itu. Harum sunyi paling abadi. Ada di hati manusia yang sendiri.

Tidak ada kamu. Tidak tahu kamu sedang apa.

Mungkin benar bahwa kamu sedang berlatih memainkan musik klasik atau musik jazz. Tetapi aku tidak tahu bagaimana pastinya. Kemudian kamu berkata padaku "kamu memang tidak tahu kalau satu oktaf sebetulnya ada dua belas nada. Terdiri dari tujuh bilah putih. Dan lima bilah hitam. Ini penting! Bukan cuma delapan nada yang seperti kamu katakan. Tidak cuma do re mi fa sol la si do. Kamu tidak tahu."

Ya, aku memang tidak tahu. Seperti aku tidak tahu kenapa pikiranku gentayangan mencarimu. Padahal, aku tahu ada suara langit yang resah. Ada pesawat terbang menerjang hujan. Juga ada burung kecil yang nekat menerabas hujan. Aku tahu pesawat terbang dan burung kecil itu sedang saling bersaing. Pesawat terbang harus mendarat di landasannya. Burung kecil harus mencapai gerombolan cemara. Aku tahu keduanya sedang balapan menghindar dari basah. Tetapi aku tidak tahu yang mana dari mereka yang akan berhasil lebih dahulu. Seperti aku tidak tahu kamu sedang di mana.

Mungkin kamu sedang terjebak macet karena banjir. Maka kamu pasti sedang mengutuk hujan yang tidak berhenti sejak siang tadi. Karena hujan pasti membuat semua rencanamu tertunda. Sudah pasti semua rencana yang penting, menurutmu. Termasuk acaramu, latihan piano. Itu salah satu hal yang penting buatmu. Tetapi itu bukan acara penting untukku. Bagiku yang kulakukan sekarang juga penting. Duduk-duduk menonton hujan. Bukankah seharusnya kulakukan bersamamu? Tetapi kamu menganggapnya tidak penting.

"Ayo, cepat, habiskan baksomu. Sebentar lagi hujan. Nanti kamu kehujanan," katamu. Lagi-lagi aku tidak tahu, yang mana yang penting untukmu. Bakso, hujan, atau aku? Karena yang penting bagiku adalah waktu bersamamu. Tidak ada bakso, tidak mengapa. Kehujanan pun tak apa. Tetapi ada kamu. Ada kamu yang mendengarkan ceritaku tentang bakso. Tentang hujan. Tentang kamu. 

Jadi ketika kau melempar aku begitu saja di halaman sebuah toko buku, aku tidak tahu kau kemudian menjadi apa. Apakah kamu menjadi pesawat terbang? Ataukah menjadi burung kecil? Apakah kamu sedang menuju landasan? Ataukah kamu justru sedang tergesa mencari cemara? Yang kelihatannya penting, walaupun aku tidak tahu apakah itu benar-benar penting adalah kau sedang terburu-buru. Mungkin sedang memburu. Atau sedang diburu.

Ah, itu sudah tidak penting lagi bagiku. Karena sudah hujan. Sudah angin. Sudah dingin. Sudah basah. 

Masih di rumah. Masih hujan. Masih di teras. Masih duduk. Dan masih saja air jatuh satu-satu dari bibir genting. Juga masih menciprati lantai. Sudah pasti masih menggenangi rumput. Tentu masih susul-menyusul. Benar-benar masih menjadi bunyi yang paling sepi.

"Nanti aku ke rumahmu. Agak malam. Karena sekarang masih hujan. Masih banjir. Masih macet," katamu. 

Kali ini kulakukan sesuatu yang penting menurutku. Kubuka pagar lebar-lebar. Agar nanti mobilmu bisa langsung masuk ke car port. Sehingga ketika kau turun dari mobil, kau tidak kehujanan. Tidak kena angin. Tidak dingin. Tidak basah. 

Tetapi yang kulakukan ternyata tidak penting untukmu. Kau tetap memarkir mobilmu di jalanan. Di sisi luar pagar. Kamu turun, berlari kecil menembus rintik. Kamu kehujanan. Kamu kena angin. Kamu kedinginan. Kamu basah.

Sekian banyak kita bersisipan di antara yang penting dan tidak penting. Apakah sejenak ada suara hujan menyelinap di antara nada-nada musik klasik dan jazz yang kau mainkan? Sehingga aku tidak tahu, mana yang sungguhan penting dan mana yang tidak penting. Aku juga sudah tidak bisa membedakan irama hujan atau denting piano.

Akhirnya, sampai juga kita kepada satu kata sepakat. Secangkir coklat panas. Kau menyeruputnya. Dan aku bahagia melihat wajahmu mulai memerah. Tidak pias. Tidak pucat. Sudah hangat. 

"Kamu suka musik klasik atau musik jazz?" kamu masih saja mengulang pertanyaan yang kamu anggap penting itu.

"Kamu suka hujan waktu pagi hari atau sore hari?" akhirnya kutanyakan juga pertanyaan yang kuanggap penting ini.

"Aku mau bikin lagu untukmu. Lagu tentang hujan," katamu tetapi bukan menjawab pertanyaanku.

"Lagu hujan adalah lagu yang paling aku suka," kurasa kata-kataku juga tidak menjawab pertanyaanmu. 

Kemudian seperti biasa kamu berlalu. Tetap terburu-buru. Aku tidak tahu apakah kamu sedang memburu atau sedang diburu hujan. Itu sudah tidak penting lagi. 

Tahukah kamu kalau aku ingin menyampaikan ada yang lebih penting?

Bila kamu memeluk hujan, itu aku. Bila kamu menyentuh dingin, itu aku. Bila kamu mencium angin, itu aku. Maka kamu adalah tanah yang begitu tabah menadah basah. 

Kurasa ini paling penting!***


Surabaya, di ujung tahun 2007

Dimuat di Pikiran Rakyat  05/17/2008 

Sunday, January 23, 2011

The New One


haloo perkenalkan, ini Ronald Davin Connor. Bagus kan namany? Kalo diartikan Ronald itu Kuat (english),  Davin itu tercinta (french) dan Connor artinya berkemauan keras (Irlandia). Jadi bisa disimpulkan sebagai kucing tercinta yang kuat dan berkemauan keras. 
Nah, untuk itu, panggilan dia BOWBOW .. ihihihi gak nyambung yah? gapapa yah, yang pentingkan tetep keren namanya :D

Bowbow ini kucing anaknya temen saya (?) eh, bukan.. maksudnya anakannya kucingnya temen saya, Dwi Asrina
*i'maacih cuwil :D*

So.. Welcome Home, Bowbow. Be nice and be a Good Boy, Bow! :)

Wednesday, January 19, 2011

100 truths

Haloo selamat malam! selamat lelah dengan tugas yang tiada henti..
Yap, saya lelah dengan UAS yang terasa lama ini. Bosan dengan corel dan lelah untuk menglayout majalah, akhirnya saya blogwalking dan mendapatkan postingan ini dari blognya Mahardhika Kartikandini :)



001. Real name : Nur Astiti Riptaningsih
002. Like it? : Ahaaaa!! :)
003. Nickname(s) : Titi, Astiti
004. Status : In relationship
005. Zodiac sign : Pisces (sekarang sih katanya Aquarius. tidak tidak saya tetap pisces!!)
006. Male or female : Female
007. Elementary: SD Vidya Dahana Patra Bontang
008. Middle School : SMP Vidya Dahana Patra Bontang
009. High School : SMA Vidya Dahana Patra Bontang
010. Hair color : Black
011. Long or short : pendek nggak, panjang juga nggak
012. Eye color : black
013. Weight : 46 (OMG i've lose my 3kg! DAMN)
014. Height : 157 (umm, sekitar itulah)
015. Righty or lefty : R
016. Loud or Quiet : both 
017. Sweats or Jeans : jeans
018. Phone or Camera : kamera berponsel :D
019. Health freak : ummm.....
020. Piercings? : No! even in my ears
021. Do you have a crush on someone? YAPP,, ANGGA PRAWADIKA AJI :)
022. Eat or Drink : both
023. Purse or Backpack : both
024. Tattoos : Pengeeennn T,T
025. Do You Like Yourself? : Apa sih yang nggak dari diri gue ;p
026. Current worry? : i'm worry about me


THIS OR THAT:
027. Orange or Apple Juice : apple
028. Night or Day : night
029. Sun or Moon : moon
030. TV or Internet : Internet
031. PlayStation or XBox : PlayStation
032. Kiss or Hug : both 
033. Iguana or Turtle : turtle
034. Spider or Bee : umm...
035. Fall or Spring : musim ujan aje disini adanya XD
036. Limewire or iTunes : iTunes
037. Soccer or Baseball : bola bekel ;p


FIRSTS:
038. First surgery : alhamdulillah belum pernah
039. First piercing : bayi kayaknya
040. First best friend : Ibu Ning Rahayu Mulyani :) :) :)
041. First Sport : merangkak
042. First award : mungkin, juara-juara waktu 17an hhaha
043. First crush : ada kakak kelas dua tahun diatas saya.
044. First pet : cat
045. First big vacation : kemana ya? setiap tahun dulu pasti perjalanan besar
046. First big birthday : dulu waktu kecil, lupa keberapa, ngundang 1 RT


CURRENTLY:
047. Eating : nothing
048. Drinking : coffee
049. I’m about to : give up about this stuff >,<
050. Listening to : Padi - Harmoni
051. Singing? : Padi
052. Typing? : dirimu
053. Waiting for : my mom


YOUR FUTURE:
054. Want kids : SURE!
055. When : saat waktunya tiba
056. Want to get married : iyalah
057. When : pada waktu yang tepat
058. Where Do You Want To Live : Indonesia saja. ditengah sawah dengan rumah kayu. haha
059. Careers in mind : something about film.
060. What Did You Want To Be When You Were Little : vet
061. Mellow Future Or Wild : both
062. Something You Would Never Try: ngobat


WHICH IS BETTER WITH GIRL/BOY?
063. Lips or eyes : eyes
064. Shorter or taller : taller
065. Romantic or spontaneous : both
066. Nice stomach or nice arms : hahaha gak penting ini!
067. Sensitive or loud : saling diimbangi aja
068. Hook-up or relationship : relationship
069. Trouble maker or hesitant : trouble maker
070. Hugging or Kissing? : both
071. Tan Skinned or Light? : dicampur lebih asik
072. Dark or Light Hair? : dark
073. Muscular or Normal? : yang biasa ajalah..


HAVE YOU EVER:
074. Lost glasses/contacts : no
075. Ran away from home : no
076. Held a gun/knife for self defense : never
077. Killed somebody : never
078. Broken someone’s heart : semoga tidak pernah :)
079. Been arrested : belom
080. Cried when someone died : absolutely
081. Kissed A Stranger? : hahha sinting!. NO
082. Climbed Up A Tree? : yepp
083. Liked A Friend As More Than A Friend : yapp


DO YOU BELIEVE IN:
084. Yourself : Ahaa
085. Miracles : yoaa
086. Love at first sight : ummm
087. Heaven : of course
088. Santa Claus : beri saya kado dulu Om
089. Kiss on the first date : NOO


ANSWER TRUTHFULLY:
090. Is there one person you want to be with right now : Yaa, Mommy
091. Do You Like Someone : Ahaa AHaa AHaaa
092. Are you seriously happy with where you are in life : sure!
093. Do you believe in God : SELALUU..


LASTS
094. Received/ Sent Text Message : Yepp, from / to Angga Prawadika Aji :)
095. Received Call : gak ada
096. Call Made? : gak ada
097. Comment On MySpace : umm, kalo friendster aja gimana? :D
098. Missed Call : Ayah (maap yah, tadi aku tidur)
099. Person You Hung out With : Family
100. Post as 100 truths of myself

Sunday, January 2, 2011

kusebut ini rindu


picture taken from here


Cause I need you, and I miss you and now I wonder...
If I could fall into the sky
Do you think time would pass me by
Cause you know I'd walk a thousand miles If I could just see you
Tonight
( Vanessa Carlton - A Thousand Mile)

Terbangun dari tidur yang terlalu dini dan mendapati hujan sore yang mulai mereda. Gemericiknya sesekali masih terdengar, ditambah lagi aroma hujan yang masih samar tercium. Hujan sore itu menyisakan dingin yang masih menggelayut di udara. Membuatku enggan melepas balutan yang menyelimuti diri. Dingin yang masih tersisa ini bermain-main di dalam ruang gelapku dan didalam ruang rinduku. Bersama sosok yang sedari tadi bermain dalam pikiranku. Menari bersama alunan melodi yang semakin menggodaku untuk terus memikirkannya. Tanpa memberikan celah untuk yang lain. Menyusun lamunan-lamunan yang semakin membuatku tak ingin lepas dari bayangannya. Ahhhh aku rindu.