Followers

Friday, December 30, 2011

sedikit cloteh tentang lirik lagu mojacko.

sudah di dengar teman-teman lagunya? masih inget? yak itu dia lagunya mojacko. masih ingatkan sama mojacko. nah, ini kalo mau nyanyi-nyanyi saya kasi juga liriknya :D
OST MOJACKO (ENDING)

Seandainya sahabatku dari luar angkasa
Apa yang terjadi ... Oh mungkinkah

Sejenak bintang utara, Bermain dengan air
Mengitari planet Saturnus, Bersama-sama

Kata-kata yang indah,Tidaklah perlu
Sungguh menyenangkan hati
Hingga waktu pun terlupakan

Planet Venus yang indah,Seperti dari emas
Tempat yang paling indah, Yang pernah kau antar

sudah selesai nostalgianya teman-teman? itu tadi lagu mojacko waktu ending. sesuai judul, saya sedikit penasaran dengan lirik lagu mojacko. tapi bukan lirik di ending-nya ini. coba diliat lirik endingnya, terlihat gak ada yang salah kan? memang saya juga merasa demikian. tapi coba kita nengok ke lirik waktu openingnya. ngomong-ngomong masih pada inget tidak lirik openingnya? ini saya kasi contekkanya. 

OST MOJACKO (OPENING)

Mojacko berputar dan berkeliling-keliling
Indah dilihat mata, Hatiku berdebar rasanya

Inikah rasanya, Perasaanku selama ini
Jantungku berdebar, Kurahasiakan pada ibuku

Karena slalu berdebar rasanya
Perasaan diriku, bila bersama dirinya
Terbang ke angkasa bersama-sama dirinya
Aku dibawa olehnya mengitari tempat yang luas

Aku suka ...
Aku suka ...
Aku suka ...


sudah inget sekarang gimana lagunya? sejujurnya saya agak-agak lupa dan hanya ingat gimana lagunya di lirik bait pertama saja. soalnya saya mencoba buat nyari di youtube atau donlotan-donlotan lagu lainnya, gak ada lagu ini yang bahasa indonesia. 
nah, sudah diperhatikan belum teman-teman liriknya? entah mengapa saya merasa ada yang aneh. kalian merasakannya tidak?  lirik tersebut agak aneh, teman-teman. apalagi dibait pertamanya.

"Mojacko berputar dan berkeliling-keliling. Indah dilihat mata, Hatiku berdebar rasanya"

 dari lirik tersebut saya merasa dibodohi. mojako yang bulat itu berputar dan berkeliling-keliling. dan mata kita melihat. dan terlihat indah. dan hati kita berdebar. menurut saya ini lirik yang aneh. apa hubungannya mojako berputar dan hati berdebar. belum lagi dilirik kedua dituliskan lirik "kurahasiakan pada ibuku". ini sungguh aneh. dan saya tiba-tiba bersu'udzon, jangan-jangan saya telah dibodohin dengan lagu ini dalam versi indonesia. jangan-jangan arti sesungguhnya bukan seperti ini. dan jangan-jangan saya memang gampang dibodohi karena dulu sempat hapal sekali lagu ini seolah gak ada keanehan di liriknya. dan sekarang saya merasa bodoh kenapa juga ini baru saya sadari sekarang padahal filmnya udah gak ada. hmmm.. ngomong-ngomong untuk film kartun lainnya yang ost-nya diubah ke versi indonesia juga sama gak ya?


ini openingnya. dapetnya yang versi aslinya.

book : Antalogi Rasa

by Ika Natassa
Gramedia Pustaka Utama, 2011
339 halaman


 Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

Satu lagi karya Ika Natassa yang membuat saya mencintai tulisannya. Sebenernya saya udah impressed sama karyanya yang berjudul divortiare. Kali ini Ika Natassa kembali membuat saya ter-waw-waw ketika membaca tulisannya. Antologi rasa yang beberapa waktu lalu kelar saya baca ini juga membuat saya waw-waw dengan alur ceritanya. Seperti yang sudah ditulis di belakang bukunya yang berbicara bahwa buku ini menceritakan tiga sahabat yang terjebak dalam perjalanan cinta yang rumit. Harris yang mencintai Keara. Keara yang mencintai Ruly. Ruly yang mencintai Denise. Mungkin akan terkesan biasa ketika cerita cinta segitiga ini dibawakan dengan sudut pandang si penulis. Namun, Ika mampu menguatkan setiap karakter, perasaan, emosi dari setiap tokoh dengan menggunakan sudut pandang pada tiap-tiap tokoh tersebut.

Karakter keara pada novel ini menampilkan sosok perempuan yang semacam perfect bagi laki-laki. Cantik dan pintar. Seperti kebanyakan cewek metropolitan, keara juga hobi menjelajah mall dan belanja habis-habisan. Merasa allergi dengan makanan murah. Meskipun terkesan sangat wanita kota sekali, keara memiliki sisi yang berbeda. Keara juga memiliki hobi fotografi,yang menurut ruly sangat bertolak belakag dengan sifat keara.

Ruly. Pria dalam novel ini menampilkan sosok cowok yang sangat sempurna. Baik hati, ramah, alim, dan sifat-sifat lainnya. Hal itu yang menjadikan si Keara semacam cinta mati ke Ruly. Sayangnya Ruly hanya mencintai sesosok perempuan yang menjadi sahabatnya, Denise, Sayangnya, Danise sudah menikah.

Harris Risjad. Sosok playboy-playboy ala kadarnya. Punya banyak kenalan cewek dan suka flirting-flirting ke banyak cewek. Meskipun suka lirik sana lirik sini, harris ini mendeklarasikan bahwa hatinya ini hanya teruntuk cintanya, si keara. Karakter harris yang paling saya suka. Karena di seolah menjadi badut dalam permainan ini. Tempat dimana si keara lari kalo sedang bosen dengan apapun. Harris mampu membuat lelucon dalam novel ini dengan mengaku-ngaku bahwa dirinya lah pria terganteng.

Kisah cinta yang rumit ini dimulai ketika mereka ditempatkan pada satu daerah untuk menjalankan tugas dari kantor dan ditempatakan pada satu rumah waktu itu. Dan kisah itu menjadi berantakan ketika Keara mengiyakan untuk ikut nonton F1 karena Ruly yang mengajak malah tidak jadi pergi dan hanya pergi berdua saja dengan Harris. Awalnya perjalanan mereka menyenangkan, dengan karakter dan tingkah keara dan harris yang hampir-hampir mirip seharunya perjalanan itu menyenangkan. Namun,ketika dalam satu kondisi mabuk dan pikiran keara yang sedang dipenuhi dengan oleh ruly tanpa sadar keara meminta harris untuk menciumnya dan terjadilah malapetaka itu, ketika Keara menemui dirinya tanpa busana dikamar hotelnya. Crap. Sejak saat itu, keara jadi membenci haris.

Bencinya keara dengan harris malah membuat dia semakin masuk ke dunia ruly, terlebih lagi ketika Keara dan Ruly harus ditempatkan pada proyek yang sama. Satu-satu hal yang dapat dilakukan Keara Untuk membuang jauh-jauh rasa cintanya ke Ruly dengan mencoba bermain-main dengan laki-laki lain, yaitu panji.

Dalam buku ini, ika dengan santai Ika membuat cerita yang rumit menjadi enteng. Ceplas-ceplos dan terkesan seperti yang ada pada realitanya. Melihat dari buku ika yang pernah saya baca sebelumnya, sepertinya gaya tulisan seperti ini memang gayanya Ika sekali. Dan saya suka. Saya jadi merasa tertarik untuk mencari buku-buku Ika yang lain, seperti buku pertama yang berjudul  A Very Yuppy Wedding (masih ada gak ya ni buku di toko buku). oya, katanya ika juga punya buku yang berjudul Underground. Ayoo yg mau belikan saya buku ini buat hadiah taun baru boleh loh.. :D

Tuesday, December 20, 2011

buah dari insomnia malam ini

karena saya gak bisa tidur malam ini, padahal saya sudah baca buku sampe abis, guling-guling sampai kasur berantakan, tutupin muka pake selimut sampe hampir bengek, dan ternyata saya tetap tidak bisa tidur akhirnya saya memutuskan sedikit beres-beres kamar, tadinya. tapi ternyata saya menemukan setumpuk kertas yang tadinya pengen saya bikin buku tapi gak jadi-jadi. akhirnya malah saya gak jadi beresin kamar dan membuat kamar saya menjadi semakin berantakan dengan adanya potongan kertas disana-sini...

ini hasilnya.. agak berantakan emang.. soalnya kucing saya seneng kalo saya lagi bikin-bikin gini apa lagi cutter yang saya pake buat motong-motong dikira mainan sama dia.. yaa, setidaknya insomnia saya malam ini menghasilkan sesuatu.
hmmm, selamat malam. doakan saya bisa langsung tidur setelah ini karena besok saya ada presentasi kelas. ha!

Sunday, December 18, 2011

Keripik Kentang

Bosen karena cemilan dirumah adanya yang berhubungan dengan coklat, tapi sayanya malas buat keluar rumah untuk beli cemilan lainnya, sementara saya pengen makan yang agak asin-asin gurih gitu. akhirnya saya memutuskan untuk buat keripik kentang...

bahan :
kentang, iris setipis mungkin
bawang, dihalusin
garem

kentang yang udah di iris2 itu, direndam ke air yang udah dikasi bawang halus sama garem. diemin beberapa saat. jika merasa udah ngeresep bumbunya, baru deh di goreng. waktu digoreng lebih baik diaduk terus. kalo gak sambil diaduk ntar pada nempel-nempel gitu kentangnya. jadi gak cihuy. goreng ampe kira-kira kecoklatan. angkat. tiriskan. tunggu dingin. makan deh...


Happy Wedding, Tiqa & Ilham :)

Sabtu, 17 Desember 2011 kemarin merupakan hari yang bahagia untuk teman baik saya Atika Tyagitawati. Karena pada hari itu Tika akan memulai hidupnya yang baru. Yap, teman saya yang bernama Tika ini menikah. Waktu diberitau tentang kabar ini sebelumnya, saya senang sekali. hhaha akhirnya ada yang nikah juga temen deket ane.. Dan karena tempatnya gak begitu-begitu jauh, hanya di semarang, jadi saya memutuskan pasti datang waktu itu. 
Malam sabtu tanggal 16 saya pergi ke boyolali dulu menggunakan prameks sama teman saya, Dwi dan Dilla. Besoknya saya baru berangkat ke semarang bareng enyak babe subuh-subuh yang sangat dingin dan mata yang mengantuk berat. Dengan sedikit nyasar-nyasar dan bertanya ke berpuluh-puluh orang di semarang, akhirnya sekitar jam setengah 8an kami sampai ke mesjid agung. dandan dikit-dikit, karena emang saya aslinya udah cantik ya (mohon jangan muntah atau berkomentar. plissss), saya, dwi dan dilla langsung ke tempat akad nikahnya. karena waktu itu si mempelai wanitanya belum dikeluarin, saya mampir dah tuh ke tempat tika nongkrong... gilaaa, cantik bener die didandanin seperti itu. *tiba-tiba ngerasa kalah cantik dalam 3 detik*.  di tempat tika duduk-duduk itu, saya ngeliat tika tegang banget kayaknya *tiba-tiba ngebayangin saya yang nikah --> ini mohon diabaikan*. sementara di situ banyak sodara-sodaranya tika dan acara akadnya udah mau dimulai, saya kembali ke tempat akadnya. gak lama kemudian, temen-temen saya yang dari timur dan barat datang, dengan komen pertama mereka adalah "yaampun titi kamu kurus sekali" *damn*
singkat cerita diantara ceramah yang panjang waktu akad, akhirnya tika sama ilham udah bisa ketemu dan akhirnya menjadi bak selebriti yang abis kawinan di poto sana-sini.


alhamdulillah ya Tika, sesuatuk.. :D

adegan ini ni yang bikin banyak cewek-cewek langsung sedikit ribut "aduhh pengen", "aduh romantis banget" "aduh aku kapan ya", "aduhhh.. aduuhhh kaki aku kejepit".






gak afdol kalo gak poto bareng mempelai




acara syukuran di Pesta Keboen Semarang
Yah, akhir kata saya hanya ingin memberikan sekelebat doa yang mungkin sudah banyak di doa-doakan orang-orang waktu saliman sama mereka. semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah. langgeng selama-lama. tokcer dan cepet dapat punya anak. dan semoga kadoku cukup membantu dalam membangun rumah tangga yang harmonis.. hahha *tiba-tiba ngebayangin tika memanfaatkan benda yang kuberi* hahahhaha XD

Friday, December 16, 2011

Sweet Dream, Chiko!


chiko yang tiba-tiba mampir kesaya waktu sedang tiduran. minta dielus-elus dan akhirnya malah ketiduran.

Tuesday, December 13, 2011

Hey, J !!

Dulu, dalam postingan-postingan saya sebelumnya, yang lalu-lalu tentang kucing-kucing peliharaan saya, saya sering menceritakan tentang Jasper. Jasper, kucing yang dulunya selalu jadi idola saya. Yaaa, sekarang pun masih tapi tidak seidola dulu. Ngomong-ngomong masih inget jasper kan? Ini saya kasih fotonya kalo pada lupa.. :D
 

 


Dulu dia kucing paling jagoan, paling disayang, paling ngemesin, paling care, paling gendut dan paling-paling yang lain. Dari lahir dia udah paling banyak tingkah jadi lebih sering saya perhatikan. Dulu, dia hobi banget bobok sama saya, bahkan kalo pintu kamar saya tutup, dia bakal mengeong-ngeong terus di depan pintu kamar sampei akhirnya saya bukain pintunya. Sebenarnya dia bukan kucing yang penurut dan gampang untuk urusan makan. Dan ini cukup membuat saya sedikit bangkrut waktu itu. Kalau sodara-sodaranya yang lain, saya kasih CF yang biasa aja mereka mau, tapi kalo Jasper Cfnya kudu yang harganya minimal 50 ribu baru dia mau makan. Parah emang. Tapi saya sayang.
Kenapa saya terlihat begitu mengidolakan Jasper? Dulu saya sempat gak boleh punya kucing banyak. Seingat saya waktu itu kucing saya ada 8. Lalu sama Ibu, disuruh milih mau punya kucing yang mau dipelihara. Saya pilih 2 yaitu Jasper sama Tartan, sedangkan yang lainnya ada yang ibu bawa dan ada yang dikasikan ke sodara atau teman-teman. Nah, kenapa saya pilih Jasper sama Tartan? Alasannya sederhana. Karena Jasper dominan bulunya putih dan Tartan dominan bulunya hitam. Kedua kucing itu saya pelihara sampe akhirnya gendut dan menawan. Singkatnya, saya gak bisa melihara tartan lagi, karena dia punya anak dan ibu saya ngomel lagi kalo rumah jadi berantakan dan agak bau-bau gimana gitu kalo dia datang ke jogja. Jadilah hanya jasper yang ada di rumah.
Karena kucing saya tinggal Jasper, dia diperhatikan dengan sangat sekali. Dulu saya pernah baca sebuah quote, “Ajing menganggap dirinya teman bagi kita, tetapi kucing menganggap dirinya tuan bagi kita”. Saya lupa sapa yang bilang itu dan dimana saya liatnya, tapi saya inget kata-katanya seperti itu. Tapi menurut saya Jasper nggak. Dulu dimasa-masa galau, Jasper bisa jadi temen saya yang paling oke.. kalo saya lagi dengerin lagu-lagu galau, dia sepertinya juga menikmati sampai tertidur. Kalo saya lagi marah atau apa, jasper biasanya Cuma diem dikamar tanpa ganggu saya untuk ngajak main. Kalo saya lagi bosen, jasper suka ganggu-ganggu gigit-gigit tangan atau kaki biar saya ngajak dia main. Saya ngerasa dia tau apa yang saya rasa. Oke, bilang ini apalah lebaylah, alaylah. Tapi emang begitu.
Nah, sekarang Jasper aku udah gak seperhatian dulu. Dia udah gak suka nemenin saya dengerin lagu galau, gak suka nemenin saya guling-guling kalo saya lagi ngambek, gak suka ngajak main saya kalo saya lagi bosen. Jasper lebih suka main diluar sekarang. Jarang pulang dan gak betah dirumah. Heran. Saya gak tau kenapa. Sejak dia tau jalan keluar lewat genteng dia sering ngelayap layaknya anak-anak muda nakal yang suka kabur dari rumah lewat atap. Dan sekarang jasper sudah gak seganteng dulu. Sudah gak seputih dulu, sudah gak selembut dulu, sudah gak segendut dulu. Sekarang dia seperti ini....


Sebenernya saya nulis ini karena kangen sama jasper. Tadi dia pulang, makan. Emang biasa gitu, di pulang lewat pagar lantai atas, makan trus minta dibukain pintu buat pergi lagi. Tapi tadi abis makan, dia ke saya dulu. Minta dielus. Akhirnya saya elus-elus sampai akhirnya tertidur. Lalu saya merasa kangen bobok bareng jasper. Hehhe... namun, karena dua makhluk kecil dirumah heboh ada jasper, jadinya jasper gak betah dirumah dan pergi lagi. aku tau ini tulisan Cuma yaa.. entahlah sampah mungkin. Tapi yaa, saya cuma ingin menulis tentang Jasper. :)

Hai, J... boleh loh sekali-sekali diem dirumah yang lama dan jadi orang rumahan lagi.... :)

Monday, December 12, 2011

Pancake ft Saus Coklat

Selamat hari senin teman-teman! hari ini saya iseng masak.. hihhi, karena entah kenapa kemaren malem saya pengen makan pancake dan karena pagi ini saya laper, tapi males masak lauk pauk. akhirnya saya memutuskan buat bikin pancake saja. taraaaaa... ini dia.... PANCAKE SAUS COKLAT yang tidak memiliki takaran!!! hahha...



Nah kalo pada mau nyoba bikin, ini saya kasi resepnya... Tapiiii... ini semua gak pake takaran ya, jadi saya hanya asal comot dan campur..

Bahan  pancake:
1 butir Telul
± 40g gula pasir
± 60g tepung terigu
½ sdt baking powder
seujung sdt garem
1 sdm margarin (lelehkan)
susu cair (aku pake ½ sachet susu kental manis dicampur stengah gelas air)

kocok terul, gula pasir sama garem ampe ngembang dan warnanya pucat. Kalo udah masukin tepung, baking powder, aduk-aduk, lalu masukkin susu cairnya. kalo udah rata, masukin margarin yang udah di cairin tadi. Nah, karena ini asal takaranya, jadi kalo misalnya ngerasa terlalu cair adonannya, tinggal tambahin terigu, kalo terlalu kental tinggal tambahin aja susu cairnya.
Kalo udah merasa adonannya pas, tinggal di masak di teflon yang udah di kasi margarin, ya seperti masak telur dadar aja lah... Masak adonan sampe abis..

bahan saus coklat:
susu cair semaunya
coklat blok (aku pake yg dark)
mentega

Masak susu cair, lalu masukkan coklat bloknya. oiya coklat blognya harus udah di potong-potong ya.. baru masukkan juga menteganya. jadi dehh...sebenernya buat adonan saus coklat ini saya asal aja.. tapi lumayan kok.. hahahha selamat mencoba :D

Thursday, December 8, 2011

Jaitan Tangan untuk Chii

Ditinggal pacar meniti karir demi masa depan (cealahhh bahasa gw) ke Ibukota saya jadi bengong gigitin kuku jempol kaki saya karena gak ada kerjaan. Bingung mau kemana, gak tau mau ngapain. Akhirnya saya mendapat ide ngebuat kalung buat kucing saya.. Berbekal selembar kain sisa celana jeans saya yang saya potong dan perlengkapan jait yang lebih sering tidak digunakan akhirnya saya bisa membuat karya ini. Meski berantakan dan banyak benang yang mencuat kemana-mana, saya bermasabodolah, yang penting kucing saya jadi terlihat lebih maco.. hahhaha



Sebenarnya saya bikin dua kalung.. satu buat chiko, satu lagi buat chiki. Cuma entah bagaimana ceritanya kalung itu raib dari leher Chiki waktu mau di foto..

Friday, December 2, 2011

hey, come on Indonesia!

Selamat Bulan Desember teman-teman... Lama rasanya tidak menuangkan kata disini, dan saya sekarang akan kembali berkata-kata disini. Jadi gini, karena saya sedang bingung menyelesaikan sebuah Trailer yang besok (tepatnya beberapa jam lagi) akan ditagih oleh ibu produser, jadi saya harus begadang malam ini. Dan ternyata ide pembuatan trailer itu gak muncul-muncul sehingga saya malah jadi ngenet ngalur-ngidul dan menyimak kegalauan teman-teman di akun twitter saya. Eh, tanpa tau dari mana asalnya saya tiba-tiba teringat dengan salah satu tweet teman saya di situs mikroblogging tersebut. 
Jadi tadi pagi ketika saya sedang asik menikmati timeline di Twitter, saya tertarik dengan salah satu tweet milik teman twitter saya. Dan ketertarikan itu mengundang saya untuk me-retweet semua tweet yang dia publiskan. Tweet-tweetnya mengenai "Indonesia is the number one of world's fastest rate of deforestation" dan itu tertulis di Guinness World Book of Record. Karena saya merasa tertarik akhirnya saya meng-googling tentang ini, dan ternyata itu award buat Indonesia tersebut adanya di Guinness World Book of record tahun 2008. Disitu menjelaskan bahwa (intinya) indonesia menghilangkan area hutannya seluas 300 kali lapangan bola. Nah loh bayangkan, lapangan bola aja luasnya udah segitu, gimana 300 kalinya lapangan bola. Dan itu ternyata bukan selama beberapa tahun yang lalu hingga tahun 2008, tapi setiap jamnya sejak tahun (yang diperkirakan) 2000-2005.
Disini saya bukan mau ceramah, saya juga bukan mau sok ngajarin, atau apalah yang dibilang sok. Saya hanya ingin mengeluarkan apa yang saya pikirkan. Saya hanya terkadang heran. Heran sama yang dilakukan orang-orang. Tentang apa yang ada di dalam otaknya ketika melakukan hal tersebut. apa mereka tidak sayang sama bumi mereka? tempat mereka tinggal? tempat mereka mendapatkan DUIT-DUIT itu? Bayangkan kalo ntar hutannya udah habis trus mereka pada gak bisa cari-cari duit dari nebang pohon-pohon dari hutan, trus mereka harus nebang apa? apa nebang rumah-rumah orang yang terbuat dari kayu? gk mungkin kan.. apa mereka gak mikir kalo di huta-hutan itu juga ada makhluk lain selain para penebang? apa mereka gak mikir tentang ular, monyet, tupai, semut, jangkrik yang mungkin aja harus ngungsi ke hutan lain atau mungkin saja meninggal kegencet waktu pohon itu rubuh saat ditebang? Terkadang saya heran, apa mereka gak punya sedikit pun perasaan dan otak untuk lebih mengerti tentang tak hanya dirinya?
Oke saya memang bukan orang yang bener-bener pecinta alam seperti panji yang suka jalan-jalan dihutan dan main film india (baca : kejar-kejaran) bareng hewan-hewan dihutan. Saya juga bukan pencinta alam seperti layaknya para club-club pecinta alam yang hobi manjat-manjat gunung apapun. Saya memang bukan aktivis yang berkoar-koar untuk menyuruh orang mencintai alamnya. Dan saya pun bukan salah seorang dari anggota greenpeace. Tapi waktu saya melihat salah satu acara televisi yang menceritak tentang orang utan, saya merasa kasian. Mungkin kalian merasa bosen tentang pembahasan orang hutan yang sepertinya udah diberitakan sana-sini oleh siapa aja dan oleh media apa saja. Tapi saat aku ngeliat berita itu, yang menceritakan banyaknya orang utan yang dibantai, sementara para penyelamat dengan susah payah melindungi mereka dan mengajari mereka untuk tetap bertahan hidup di hutan, sampai pada akhirnya satuan pelindung orang utan tersebut bingung untuk melepaskannya kembali kehutan hanya karena susah mencari tempat yang aman untuk orang utan tersebut kembali ke hutan, ke tempat dimana mereka seharusnya. Heran. apa mereka pikir karena mereka orang hutan, dan mereka binatang sehingga mereka tidak punya perasaan? apa mereka pikir hewan juga tak bisa merasa? apa dibantai tidak menimbulkan rasa sakit? apa mereka tidak mikir kalau hewan-hewan tersebut bisa aja balas dendam? apa mereka juga mau untuk dibantai? oke, saya memang bukan seorang yang sungguh-sungguh mencintai hewan, saya bukan pecinta hewan murni. Meskipun saya mencintai kucing, tapi saya gak mencintai kecoak. saya juga masih sering membunuh nyamuk. saya juga mungkin masih suka membuat takut kecoak-kecoak dirumah kalo teriak-teriak gara-gara ketakutan ngeliat mereka. saya juga bukan vegetarian yang gak doyan makan daging untuk menyelamatkan hewan-hewan dari penyembelihan. saya juga gak bisa tidak minum susu. saya memang bukan pecinta, penyayang, pemuja hewan.tapi setidaknya saya punya perasaan saat harus melihat makhluk-makluk tersebut diperlakukan seperti itu. Sedih rasanya ternyata itu terjadi ditempat saya tumbuh, apalagi di daerah kalimantan dimana saya dilahirkan. Hey, come on Indonesia, kalian masih punya beribu potensi selain merusak alam. kalian masih bisa memperdayakan manusia-manusia kreatif yang mungkin kalian gak liat untuk ningkati devisa negara, kalian masih bisa mencari ide-ide, inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan rating kita di dunia! bukan menjadi juara sebagai penghacur alam. APA KITA HARUS BANGGA DENGAN KETIKA KITA DICAP SEBAGAI PENGHANCUR?

Monday, October 17, 2011

Hanya sedikit keheranan... tentang semut

Beberapa hari ini saya sering melihat semut-semut yang asik mendaki dinding rumah saya. Dan mungkin saya terlalu kurang kerjaan disamping kondisi badan yang kurang baik, yang membuat saya gak kemana-mana dan malas ngapa-ngapain, akhirnya saya dengan seksama menyaksikan semut-semut itu. Mungkin pernyataan, kata-kata, pertanyaan seperti ini sudah banyak yang ngomong. Bahwa sering kita lihat semut kalo ketemu selalu mendekatan diri dengan semut lain, seperti bersaliman sepertinya. Terus kita nanya, sebenernya mereka ngapain, mereka ngomong apa ya kalo ketemu. Ya, saya tahu pasti hal ini terkesan basi untuk dipertanyakan lagi. Tapi entah kenapa saya masih penasaran. Dan entah kenapa saya penasaran sama semut. Dan tulisan ini ditulis karena saya penasaran sama semut. 

gambarnya aku pungut dari sini nii..
 Saya sebenarnya penasaran kenapa mereka kalo pas-pasan selalu semacam kayak saliman? kenapa mereka harus jalan beriringan dan mengikuti baris? Padahal waktu itu saya pernah mencoba untuk menutup barisan. entah itu dengan jari, tangan, pulpen, kertas. Tapi yang terjadi mereka malah diem disitu, eh gak diem sih, cuma mereka tetap bekumpul di titik saya menotong barisan itu. ada sebagian dari mereka yang balik, ada sebagian mereka memilih melewatinya dengan berbelok ke kiri atau kekanan untuk sampai kebarisan sebrangnya. Dan yang saya bingungkan, kenapa mereka tidak naik saja ke tangan saya, atau ke pulpen yang saya pakai untuk menotong jalan mereka? kenapa mereka memilih mencari jalan berbelok untuk sampe ke sebrang sana? apa mereka gak suka tanjakan? 
Lalu kemudian saya melihat semut jenis lain, tapi mereka tidak membuat barisan, mereka adalah semut hitam biasa. sedangkan semut yang membuat barisan itu adalah semut gula. itu loh semut yang bau. Nah, kemudian saya heran lagi. Ketika semut hitam tersebut mendekati semut yang berbaris tersebut, mereka cuek-cuek. gak ada tuh saya liat mereka saliman kayak yang terjadi dalam barisan. Dan si Semut hitam ini hanya melintas saja. Kenapa? Mereka musuhan? apa dalam dunia semut juga ada kasta-kasta yang membatasi. apa semut hitam dan semut gula itu bermusuhan? apa mereka gak boleh berteman? Lalu kemudian saya melihat ada dua ekor semut hitam yang membawa rontokan kerupuk saya. Mereka berjalan di dinding itu, di samping barisan semut tadi. Mereka hanya berdua, membawa rontokan kerupuk yang cukup besar dibandingkan badannya. Saya melihat mereka agak susah membawanya. Terus kenapa gak minta tolong sama semut-semut yang banyak itu, yang sedang berbaris? mereka kan banyak.. paling cuma butuh dua atau tiga yang semut untuk membantunya sampai ke jendela. Terus kenapa mereka gak minta bantuan? apa karena jenis mereka berbeda? terus mereka gak mau saling membantu, gitu?
Dan, oke. anggap saja ini hanya ocehan gak jelas saya tentang semut. saya hanyaa.... heran. itu saja. Selamat malam... :)

Sunday, October 16, 2011

Movie : Blue Valentine

Director: Derek Cianfrance
Writer: Derek Cianfrance, Cami Delavigne, Joey Curtis
Cast: Ryan Gosling, Michelle Williams
Genre: Drama
Rating: R

Film ini merupakan film drama yang menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga. Tapi tunggu dulu, meskipun ini film tentang keluarga, saya sarankan jangan mengajak anak anda untuk menontonnya. apalagi kalau anak anda masih cupu dan polos. hahha karena di dalam film ini terdapat adegan yang belum pantas di tonton untuk anak dibawah umur.
Jadi, Film ini menceritakan tentang kehidupan keluargan Dean (Ryan Gosling) dan Cindy (Michelle Williams). Seperti halnya kehidupan keluarga yang gak selalu manis dan tentu ada konflik di dalamnya, keluarga mereka pun demikian. Perlahan kehidupan keluarga mereka mengalami goncangan. rasa yang dulu membuncah di antara mereka pun lama-lama terkikis. Film ini mencoba memainkan emosi penonton dengan permainan flashback-nya. Pada awalnya film ini menampilkan hubungan Dean dan anaknya yang terlihat baik, dekat dan penuh kasih sayang. Dean membantu mencari anjing mereka yang hilang. Meskipun hubungan Dean dan anaknya baik, tidak demikian dengan hubungan Dean dan Cindy. pada awal film ini dimulai pun, tali antara mereka berdua sudah terlihat ruwet. Mereka saling tidak-mengiyakan satu sama lainnya. Film ini kemudian menampilkan sisi flashback, dimana mereka dulu bertemu ketika muda. Dimana Dean yang seorang kuli pindahan bertemu dengan Cindy disalah satu apartemen yang menjadi tujuan orang yang ia bantu dalam pindahan. Dean mencoba mendekati Cindy hingga akhirnya mereka menikah dan menjadi seperti film ini pertama kali diputar. kehidupan rumah tangga yang runyam. 
Film ini, seperti saya bilang, memainkan perasaan penonton dengan membolak-balikkan waktu. Dimana setiap ada pertengkaran yang gak enak selalu dikembalikan ke masa dimana mereka bergandengan mesra dulunya. akting para pemainnya juga mendukung. Tapi hanya satu yang menjadi pertanyaan bagi saya, ketika mereka hendak memperbaiki hubungan mereka dengan memesan sebuah kamar hotel. kenapa mereka memilih luar angkasa? sedikit aneh sih menurut saya. hahhaha

Mencintaimu Pagi, Siang, Malam


Oleh Andrei Aksana
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
2011

Tak banyak yang bisa saya tuliskan mengenai buku ini. Karena memang tidak ada cerita yang bisa di jabarkan. Buku ini merupakan kumpulan puisi. puisi-puisi yang sangat singkat. Puisi-puisi yang mencerminkan tentang cinta. Gak hanya cinta yang baik dan penuh kasih, tapi yang menyakitkan pun ada. Bagi orang-orang romantis yang doyan baca puisi cinta ini boleh loh dibaca. 

note : sebenernya, waktu beli ini saya gak liat tulisan kumpulan puisinya. kebiasaan dari dulu ngeliat sinopsis belakangnya terlebih dahulu. kalo keliatan menarik baru langsung ambil. dan kebetulan komen di belakan buku itu top-top semua kayak fira basuki, djenar, clara ng sama ratih kumala.

Sang Penari : Movie

Director : Ifa Isfansyah
Screenplay : Salman Aristo, Ifa Isfansyah, Shanty Harmayn
Produser : KG Production, Indika, Salto Films, Les Petites Lumieres
Starring : Pia Nasution, Oka Antara, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Landung Simatupang, Tio Pakusadewo, Happy Salma, Lukman Sardi, Hendro Djarot

Bercerita tentang kehidupan Srintil (Pia Nasution) dan Rasus (Oka Antara) di desa mereka yang kecil bernama Dukuh Paruk. 
Pembukaan awal dalam film ini dimulai dengan anak kecil yang ikut melihat pertunjukan tari ronggeng di kampunya. Kedua anak itu adalah Srintil dan Rasus. Srintil ternyata sangat menyukai dunia menari ini dan begitu terpukau dengan si nyai ronggeng kampung mereka tersebut. Suatu ketika, Ronggeng atau biasa dipanggil dengan Jeng Nganten desa mereka meninggal karena keracunan bongkrek yang dibuat oleh ayah Srintil. Satu kampung mengepung dan menyalahkan ayah Srintil, sampai akhirnya Ayah dan ibunya ikut meninggal karena memakan bongkrek yang ia bikin terse but. Dukuh parut pun menjadi semakin melarat, sampai suatu hari Srintil di yakini mendapatkan roh Ronggeng. Dukuh paruk yang sempat kehilangan Ronggengnya pun kini mulai menari lagi. Sayangnya, Rasus, tidak menyukai ketika Srintil memilih untuk menjadi Ronggeng. Alasan Rasus sederhana. Rasus gak pengen ngeliat Srintil nantinya seperti pohon kelapa, 'dipanjat' sana-sini oleh siapa saja. 
Menjadi seorang Ronggeng ternyata tak hanya semudah yang dipikirkan diawal. Tak hanya sekedar meliuk bersama tabuhan gendang. Srintil juga harus menjalani yang namanya 'buka kelambu'. Buka kelambu dimana Srintil harus melepaskan keperawanannya untuk murni menjadi seorang Ronggeng. Sedangkan Rasus, merasa kini dirinya telah berbeda dunia dengan Srintil, akhirnya memilih pergi ke markas untuk menjadi seorang tentara. Meskipun demikian, cinta Rasus dan Srintil tidak begitu saja hilang. Cinta Srintil yang begitu besar ke Rasus pun membuatnya menyalahi kodratnya sebagai seorang Ronggeng. Ia tak mau menari dan melayani masyarakat lagi. 
Cerita pun terus bergulir hingga masalah negara pada saat itu, atau kita kenal dengan G30S PKI. Dukuh Paruk yang masyarakatnya sangat keterbelakang dan buta aksara pun terkena imbasnya karena dijadikan sasaran partai pemuda waktu itu sebagai alat propaganda. satu kampung pun ikut diringkus tentara dan di penjarakan, begitu pula dengan Srintil. Rasus yang saat itu menjadi tentara menjadi dilema. Apakah dia harus terus mengabdi kepada negara atau pergi untuk Srintil. Dan ketika dia memutuskan untuk menolong Srintil, Srintil telah dibawa oleh pasukan tentara lainnya bersama penduduk lainnya.


Menurut saya, film ini merupakan salah satu film bagus di Indonesia dan bersyukur sekali bisa nonton Premierenya tadi pagi. gratis pula. :p Film ini mengisahkan tentang kehidupan pada tahun 1960an dan dalam produksinya, saya rasa para kru mampu memberikan kesan dimana tahun itu berlangsung. Meskipun saya belum baca novelnya, satu pun, karena tenyata novelnya trilogi. Saya mampu menikmati jalan ceritanya. Dan tadi salah satu orang dalam diskusi juga sempat mengatakan bahwa dia lebih senang dengan hasil film ini ketimbang novelnya. Disamping itu, melalui film ini kita juga bisa melihat bagaimana kehidupan zaman dulu, zaman kita belum dibuat (bagi saya). Dimana ternyata rakyat kita yang dulu tidak tahu apa-apa ikut imbas dari keegoisan zaman itu. Dimana masyarakat kita dikumpulkan dalam satu ruang. dicampur. dibentak. bahkan ada yang dibunuh. Keselurahannya sih saya melihat film ini menyampurkan banyak aspek di dalamnya, budaya, sejarah, cinta, di gabungkan menjadi satu. Sekali lagi saya bilang, film ini merupakan salah satu film baik indonesia. Jadi menontonlah film ini. Dan, ngomong-ngomong oka antara ganteng juga ya dilihat aslinya :p hahahhah

Friday, October 14, 2011

"Kadang kita menemukan 'rumah' di tempat yang tidak kita duga. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka ang memberikan 'rumah' itu untuk kita apa pun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri."
(Tife Traveler - Windy Ariestanty)

Thursday, October 13, 2011

SOFA (?)

"Memilih laki-laki itu sangat mirip dengan membeli sofa."

"Setiap orang menginginkan hal yang sama pada sebuah sofa."

"Kenyamanan dan keindahan. Sofa yang indah dilihat sekaligus nyaman di duduki. Kadang-kadang kau memilih sofa yang terlalu bergaya, yang tidak tahan menghadapi ujian wkatu. Pengerjaan yang sembrono membuat hidupnya singkat. Matahari, bayang-bayang, entah apa lagi, bisa memudarkan segera setelah semburan kegembiraan mula-mula."

"kadang-kadang kalau kau tidak meluangkan waktu dan usaha untuk menemukan sofa yang tepat, akhirnya aku akan membeli sofa yang salah. Bunga-bunga padahal kau ingin garis-garis, sutra padahal kau ingin mohair."

"lalu kau menemukan sofa bekas di trotoar. Kau bayar beberapa anak SMA tinggi ekar masing-masing sepuluh dolar untuk mengangkatnya, dan kau meminta sofa itu dilapisi ulang, dan sofa itu jadi sempurna. Sofa terbaik yang tidak pernah kau beli. 

"Kadang-kadang, benda paling tidak berharga adalah benda yang tidak dihargai orang lain. Mungkin karena inilah kau tidak menemukan pria yang tepat untukmu. Kau mencari sofa yang sempurna."

"Padahal itu tidak ada kan?"

"Ah, tapi sebenerarnya ada. Kau hanya tergoda dengan sofa kulit merah dan tidak melihat konstruksi dalamnya, my dear. Sofa itu mungkin hanya perlu sedikit perbaikan. Aku tidak menyarankan sekedar kain penutup. Aku bicara soal proyek yang ada hubungan dengan pegas, kerangka, dan jantung dofa itu sendiri."

" Dia istimewa, kau tahu. Dia sofa yang telah dibuang, tak dihargai, yang ditemukan seseorang bermata tajam di trotoar, dibawa pulang, dan dibersihkan. Dengan sedikit tenaga, sefikit imajinasi, sedikit cinta, sofa itu bisa menampakkan sofa bed di dalamnya, kenyamanannya, kejutannya. Kesempurnaan untuk orang yang tepat. ..."


     Dialog diatas merupakan dialog yang terdapat Mrs. Chandler dalam buku The Dog Walker. Sebenarnya kalimat-kalimat tersebut pernah saya share melalui twitter saya. Tapi karena kemaren saya abis ngereview buku ini, saya jadi inget sama dialog ini. Lalu saya tulis deh disini, karena saya pikir emang ada benernya kata-kata ini. Mungkin banyak di luar sana, atau teman dekat kita, atau orang diseliling kita yang greget buat dapet pacar. Dan ada yang gampang dapet, dan ada pula yang susah dapetnya. Mungkin orang-orang yang susah ngedapetin jodohnya karena dia terlalu melihat kekesempurnaan targetnya. Emang kita perlu poin-poin ketika menentukannya, tapi bukan berarti menaruh tinggi titik poin itu pada ujung tiang kriteria kita sampe-sampe apa yang diri sendiri yang gak bisa ngegapainya.
Nah, pasti kita tau kan pertama yang menjadi dasar kita untuk menyukai seseorang,kita melihat penampilan seseorang. karena memang yang terlihat duluan itu. Gak mungkin kan kita tiba-tiba baru liat terus udah bisa nembus liat kelain-lainnya. hatinya, kelakuannya. pasti yang pertama itu penampilanya. bagaimana sisi luar si doi. Setelah ngerasa tertarik, kita mulai melakukan aksi-aksi buat narik perhatian si doi. Setelah itu baru deh kita tahu gimana sisi dalamnya si doi. Dan kemudian barulah kita menentukan apa dirinya merupakan sofa terbaik kita apa bukan. Akan tetapi, banyak orang-orang di luar sana yang hanya melihat sesorang dari luarnya saja. Yang hanya mencari penampilan saja yang kece, cihuy, ganteng, tampan, berwibawa, bersahaja, bermata biru, berbibir seksi, pokoknya wowlah. kemudian menjadikannya sasaran untuk dijadikan teman hati. Mungkin agar ikutan terlihat WOW, atau bisa saja biar menang gensi. Sayangnya, malah target sasaran ini bukanlah yang terbaik. Mungkin aja ketika dia udah menjadi milikmu dan kemudian kamu tahu sifat aslinya yang gak sesuai tampangnya seperti ternyata jari kakinya berlendir atau bahkan ternyata dia orang yang repot, kalo makan jumlah garem dimakanannya harus 100butir gak boleh kurang gak boleh lebih, atau mungkin dia gak bisa kalo kamu ngelakuin satu hal yang sangat penting seprti ngupil misalnya saat bareng ama dia. Nah kan jadi kamu sendiri yang repot. Sampe pada akhirnya selesailah hubungannya. Mungkin juga kita gak hanya ngeliat dari penampilannya doang. Mungkin ada yang sedikit melihat dari sisi dalamnya. Ketika kamu udah ngeliat sedikit sisi baik dari sifatnya, lalu kamu oke aja ngubah status dan akhir-akhirnya baru tahu kalo ternyata di doi punya sifat suka nyari-nyari sampah kalo lagi senggang dan akhirnya bikin kamu ilfil.
Nah, terkadang kita sedikit terburu-buru dan gak pengen lama-lama dengan status sendiri dan bosan dengan handphone yang seperti gak fungsi karena sepi dari telepon dan sms. Dan sebenernya ketika kita memutuskan untuk mencari seseorang yang ingin di jadikan pacar, pasti ketika kita bertanya ke orang lain kenapa kita memilih doi, kebanyakan bilang karena kita nyaman dengan seseorang itu. benar tidak? kata nyaman tersebutlah yang akan ada kalo saja semuanya bersabar untuk mendapatkan 'sofa' terbaiknya. Menurut saya, kita gak perlu cari pacar ganteng yang super tajir kalo ternyata dia gak bisa ngeliat kita ngupil di depan publik. kita gak perlu cari pacar super kece dan mempesona kalo ternyata dia gak tahan ama kita yang gak doyan mandi. kita gak perlu cari pacar yang super super seperti itu kalo akhirnya malah bikin kita merengut seperti tampang orang utan. hubunganmu akan lebih enak kalo dari awal kalian sudah merasa nyaman dengan si doi. Si doi yang gak marah kalo kamu ngupil dimana saja, tiap detik, di setiap jenis tempat, si doi yang gak bakal protes kalo kamu gak mandi sore, si doi yang gak protes kalo kamu kemana-mana cuma pake sendal jepit swallow, si doi yang gak malu kalo kamu suka ngelakuin hal aneh. si doi yang nyaman dengan keadaan kamu apa adanya. kamu nyaman dengan dirinya dan dia nyaman dengan dirimu.Maka akhirnya kamu mendapatkan kenyamanan dari SOFA-mu itu.
jadiiiii, apa kamu sudah mendapatkan sofamu?

Book : The Dog Walker

by Leslie Schnur
Penerjemah : Utti Setiawati
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Pekerjaan menjadi seorang Dog Walker atau seseorang yang kerjanya mengajak anjing jalan-jalan setiap harinya memang bukan pekerjaan yang dibilang cukup untuk disebut sebagai sebuah "pekerjaan".  Di buku ini akan menceritakan mengenai Nina yang bekerja sebagai seorang Dog Walker. Pada awalnya Nina merupakan seorang penulis sinopsis, namun temannya yang seorang Dog Walker, Claire, meminta dia untuk mengantikan dirinya selama ia mengejar cita-citanya menjadi seorang aktris. Awalnya Nina berpikir pekerjaan ini sebagai pekerjaan yang 'apa-deh-kerja-seperti-ini", tapi lambat laun ia malah menyukai pekerjaan yang kebanyakan orang bilang sebagai pekerjaan-yang-tidak-bisa-disebut-karir tersebut. Kenapa demikian? Soalnya dengan menjadi seorang Dog-Walker, Nina bisa masuk ke apartemen orang-orang untuk mengambil anjing sang pemilik sekaligus menjelajahi setiap sudut tempat tinggal si pemilik. Rasanya seperti detektif. Disamping itu, Nina akhirnya jatuh hati kepada salah satu kliennya bernama Daniel hanya dengan melihat wajah Daniel yang ganteng di setiap bingkai foto yang selalu dia liat ketika mengambil dan memulangkan Sid, si anjing Daniel. Namun, Nina gak cuma ngeliatin foto-foto Daniel. Nina bahkan mencoba merebahkan diri di kasur berseprai sutra milik Daniel, berendam di bath-tub Daniel, membuka dan melihat isi lemari pakaian daniel dan apa saja yang bisa diamatinya agar mampu menangkap bayangan Daniel dalam imajinasinya dan bahkan ia pun berkerjasama kepada penjaga apartemen Daniel untuk memberi tahu apabila Daniel akan datang ketika dia sedang berlama-lama di dalam kamar aparetemen Daniel. Kegiatan semacam menguntit ini selalu Nina kerjakan sampai pada akhirnya Nina ketangkap oleh Daniel sedang mandi berendam di kamar mandinya. Nina merasa malu dan reputasinya di depan Daniel berantakan. Akan tetapi yang melihatnya berendam ternyata bukanlah Daniel, melainkan saudara kembarnya yang menempati tempat Daniel untuk menyelesaikan pekerjaannya, Billy. Singkat ceritanya, Billy ternyata menyukai Nina dan mencoba mendekati Nina sampai pada akhirnya mereka sempat nge-date beberapa kali dengan kenyataan yg belum diketahui Nina kalau sebenarnya Billy adalah Daniel palsu bukan Daniel yang selalu ia liat tersenyum tampan di foto apartemennya. 

Buku ini merupakan buku terjemahan, pada awalnya hasil-hasil penterjemahannya agak aneh seperti kata-kata 'acara mandi berendam di sore gerah'. Meskipun demikian, lambat laun cerita ini juga dapat saya lahap lembar demi lembarnya. Ceritanya gak selamanya bagus disetiap bagiannya, ada beberapa chapter yang saya lewati atau hanya dibaca cepat aja, soalnya agak kurang seru. Buku ini cukup membuat ngantuk sebenarnya, dan cepat membuat saya tertidur kalo ngebacanya waktu mau tidur. Mungkin karena buku ini buku terjemahan yang sering kali bahasanya terkesan kaku sehingga saya agak kaku juga ngebacanya. Entah kenapa juga saya masih bisa ngebeli buku ini, mungkin karena ada anjingnya kali ya,. hahha... Meskipun demikian, buku ini cukup menarik kok untuk dibaca, apalagi untuk dijadikan pengantar tidur. hihihi... selamat menikmati buku ini.. :)


Wednesday, October 12, 2011

"Setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yang selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. Tak bisa kembali ke kacamata yang sama bukan berarti kita lebih mengerti dari yang semula. Rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu."
Dewi 'Dee' Lestari - Jembatan Zaman; Filosofi Kopi

Tuesday, October 11, 2011

semacam alat pembunuh waktu (2)

Waktu selo yang bener-bener cukup waktu untuk berselo ini bikin saya selo (aku tau struktur penulisan kalimat ini salah, tapi jangan diprotes ya. :p) selain saya nonton-nonton film, saya juga jadi cukup banyak baca novel yang berdampak ke uang jajan saya yang jadi cepet abis. padahal saya jarang beli buku kalo gak bener-bener kepengen atau si beliau-yang-berwenang-atas-turunnya-isi-dompet berhasil saya bujuk untuk membelikan buku-buku. Tapi gak semuanya beli, ada yang saya pinjem, tapi cuma satu sih, buku Filosofi Kopinya Dee yang saya pinjem dari temen saya. Abisnya mau pinjem buku ke pacar saya gak ngerti bacaannya, tentang perang-perang atau sejarah gitu. Oiya, satu lagi saya selalu menghindari pergi ke toko buku kalo lagi gak ada kerjaan apalagi klo sama pacar. karena saya bisa khilaf berlebihan, lebih dari khilaf ngeliat makanan banyak diwaktu buka puasa. dan terlebih lagi karena ini perginya bersama pacar yang mukanya selalu senang seperti memenangkan lotre kalo saya kalah sama nafsu belanja buku saya. dan sebenernya ini gak penting untuk dibahas, saya tau itu. hahhaha... Nah, sama seperti postingan di film tadi, buku-buku ini mau saya review. tapi nanti. tau kan alasannya? karena ini sudah malam. :p
Nah, jadi saya liatin dulu aja cover bukunya, sapa tau ada yang tertarik liat covernya, kan? :p

The Dog Walker
by Leslie Schnur

 Dia
by Nonier


 Dan Hujan pun Berhenti
by Farida Susanty




 Mencintaimu Pagi, Siang, Malam : kumpulan puisi
by Andrei Aksana



 Kucing Bernama Dickens
by Callie Smith Grant



Life Traveler
by Windy Ariestanty


Filosofi Kopi
By Dewi Lestari


Test Pack 
by Ninit Yunita

 Sekian buku-bukunya, tenang nanti bakal saya review, tapi nanti. ini sudah malam.. haha..
oiya, lupa ada dua buku juga yang saya baca. ini.........


Electric Daisy 


note : Komik ini bener-bener seru untuk versi komik cewek. ceritanya gak terlalu cewek-cewek banget. tapi gak tamat-tamat padahal udah edisi 8 dan jenjang waktu keluarnya lama. bikin gregetan.


30 Resep Kue Terlarisnya Sisca Susanto


 Note : entah kenapa saya membeli ini padahal saya bisa liat di internet, tapi akhir-akhir ini saya emang lagi seneng-senengnya bereksperimen di dapur. hmmm... mungkin ini tanda saya akan jadi ibu yang baik bagi anak-anak saya *pasang ikat kepala, pake celemek, genggam serok panci* HAHAHAHA.....

Monday, October 10, 2011

semacam alat pembunuh waktu (1)

Selama liburan dan hampir setengah semester kuliah yang cukup selo, ditambah lagi modem internet yang gak diisi-isi jadinya saya kebanyakan nonton pilm-pilm doang. Dari film yang ada di komputer dan belum terjamah sama sekali sampe yang ngopi dan rental. Dari film boxoffice sampe serial. Mulai dari yang nonton sendiri sambil diganggu kucing yang lompat sana-sini buat ngancurin kenikmatan saya nonton, sampe nonton sama pacar yang kalo nonton film hantu selalu bawa perlengkapan banyak kayak mau perang. *ups, maap! keceplosan :p*

90210


note : Belum kelar nonton baru sampe season 2 episode 7. Ceritanya saya lumayan suka :D
ini salah satu trailer dari season 3, ada banyak trailernya di youtube dan saya bingung mau pake yang mana :D

Transformers 3: Dark of the Moon







Kungfu Panda







HOP



Hidden 







Ladda Land




H2O H



Limitless



Final Destination 5 (3D)






Blue Valentine 





Indisious 







The Resident 



Nah, itu film-filmnya, kebanyakan film horor. soalnya si pacar lagi demen kayak nonton horor. padalah aku tau dia gak berani nonton sendiri jadinya nonton bareng saya dan bawa perlengkapan banyak seperti bantal buat nutupin muka kalo dia takut. hahahahhahahah #tertawasetan. Tadinya film-film ini mau saya review, tapi tapi ternyata ini sudah malam. Takutnya pas nulis ketiduran <-- haha ini alibi *lirik kopi disamping meja*
jadi di posting ini saya belum mau kasi review filmnya, saya Cuma mau nampilin poster sama trailernya dulu.. tapi tenang, bakal saya review, tapi nanti. oke? ihihihi.. jadinya, selamat menikmati trailer dan posternya dulu...  :D


Saturday, October 8, 2011

"Kenyataan akan ada, sesuai dengan jumlah orang yang menceritakannya. Beberapa orang mengatakan kebenaran sementera beberapa orang yang lain mengelaknya. Makanya, kau harus memilih dengan hatimu sendiri."
Souicirou (Motomi Kyousuke - Electric Daisy 8)


note : artinya kenyataan itu tidak akan berdiri dalam satu versi. ketika kita menyatakan sebuah kenyataan yang menurut kita benar, sementara yang lain mengungkapakan kenyataan lain yang mereka anggap benar. entah apa dasarnya, pikiran, logika, rasio, akal, perasaan, hati, buku, kamus, kitab atau apalah yang menjadi alas pijak kenyataan itu, kamu, aku, dia, kita semua punya kenyataan versi kita sendiri. Tapi, selama keyataan itu tidak ditambahin sama pernyataan palsu, maka sebentuk, semacam, sejenis apa kenyataan versi kamu. ia tetap kenyataan. setidaknya menurut kamu. bagaimana kita memilih kenyataan itu sendiri untuk kita yakini. apa kita mengakui kebenaran kenyataan itu dari satu sisi atau dari sisi lainnya, atau membuat kenyataan sendiri dalam versi kita. dan itu tetap tergantung kita, bagaimana kita memilih versi kenyataan kita.



My Double Chi

Saya kembali! Kali ini dengan posting mengenai perkenalan. Kalian masih ingat si Ronald Davin Connor? Itu si Bowbow, kucing saya yang astagah lucu banget. 


Jadi, selama saya tinggal KKN ternyata dia tidak kuat dirumah dan akhirnya hilang. Sedih. Padahal dia jagoan saya banget. Udah gitu dia udah macho gitu kata abang saya sebelum dia hilang. Sedih. Banget. udah di rawat mulai dari dia anak ingusan yang cupu, sampe menjadi pemuda macho yang gagah berani terus hilang begitu aja tanpa ada aku disisinya, sedih banget kan? ayo bilang kalo ini sedih! Nah, kalo begitu sekarang lebih baik mari kita mengenang Bowbow sejenak.

Ini foto pertama Bowbow yang saya ambil. Foto ini masih di kandang asli milik Bowbow, di pemilik awalnya, Dwi Asrina. si Bowbow masih cupu.

Ini bowbow yang tidak pernah mengijinkan saya untuk bercinta dengan leptop. mungkin waktu saya kemalingan leptop, makluk paling gembira sedunia adalah Bowbow, karena gak punya saingan. huh.

 Permainan paling seru menurut Bowbow, setelah nendang bola sana kemari adalah menggigiti kabel sampe putus.

 Bowbow paling demen tidur nganga ke atas gitu. lucu ya :3

 foto waktu bowbow beranjak dewasa, liat dia gendut kan? dan tampan! bowbow agak susah di poto karena terlalu lincah. ini kebetulan dia lagi diem. :D

 ini foto bowbow waktu saya lagi packing buat pergi ke Bangka untuk KKN, tiba-tiba dia masuk koper dan tidur waktu saya ngambil baju buat di pack. mungkin dia gak mau ditinggal. :'(

Karena merasa sepi gak punya kucing dirumah, akhirnya waktu saya pulang kerumah yang di Boyolali dan mendapati kucing saya yang disana abis melahirkan, saya memutuskan untuk membawa dua dari empat anaknya ke Jogja. Ini saya perkenalkan. 



Itu yang yang putih namanya chiko, dan yang coklat namanya Chiki. Mereka saya bawa waktu berumur sebulan lebih seminggu, bahkan belum seminggu sepertinya. Jadi waktu diawal-awal saya kasi susu sendiri sama saya suapin setiap dua jam sekali. Nah, mungkin karena saya bawa mereka terlalu dini dimana mereka masih masa-masa ngempeng sama emaknya. Akhirnya mereka sering mencari empengnya ke saya. Banyangkan mereka mau nyusu ke saya. Saya. Seorang manusia. Eits, tapi jangan mikir dulu mereka bakal ngempeng di daerah yang memang untuk ngempeng ya *aku tau kalian pasti langsung berfikir dan membayangkan yang tidak-tidak #menyilangtangankedadadangelenggelengkepala*. Jadi, kalian liat itu kucing saya, si chiki, dia sedang menunduk kebawah bukan? Itu dia bukan tidur, tapi sedang menyusu.Si Chiki hendak tidur dan selayaknya bayi kecil lainnya dia mencari susu, dan sayalah sasarannya. Posisi target nyusunya agak gak enak sih, disekitar pusar kebawah atau perut bawah atau disekitarnyalah. Heran juga kenapa mereka bisa berfikir untuk ngempeng disitu. kadang-kadang baju saya sampe basah gara-gara diisep-isep. agak risih sebenernya, tapi kalo gak dikasih ijin mereka ngeong-ngeong terus. semacam menangislah.
Tapi, meskipun saya bilang tindakan menyusu mereka itu aneh, setidaknya mereka cukup menghibur bagi saya dengan tingkah laku mereka yang astagfirullah. Untung saja mereka belum berhasil memecahkan gelas atau piring dirumah. Well, selamat datang Chiki, Chiko.. :)